Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #91


__ADS_3

Semua mata tertuju ke arah kolam ketika Nolan menceburkan diri untuk menyelamatkan Elsa. Bahkan, Jimmy terkejut melihat reaksi cepat adik bungsunya itu.


Elsa berhasil diselamatkan, gadis itu bernapas dengan susah payah karena terlalu banyak meminum air.


"El!" Jimmy berlari menghampiri Elsa, dia membuka jasnya dan menutupi tubuh Elsa yang gemetaran.


"Jim, bawa dia ke kamarmu! Nolan, kau juga pergilah ke kamarmu dan ganti pakaianmu!" perintah sang papi diangguki oleh kedua pria tampan itu.


Jimmy membopong tubuh Elsa masuk ke dalam kamar. Sesampainya disana, dia meletakkan Elsa di kasur.


"Kau pasti kedinginan. Aku akan mencari ganti untukmu." Jimmy bergegas pergi dari kamarnya, dia berjalan cepat menuju kamar milik Azzura, sang adik sepupu.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Jimmy kembali dengan membawa pakaian untuk Elsa. Dia memberikannya pada gadis itu dan menyuruh untuk segera berganti.


Elsa sudah selesai berganti dan Jimmy pun kembali masuk ke dalam kamar.


"El, kau baik-baik saja?" Jimmy mengelus pucuk kepala Elsa.


"Saya baik, Tuan. Tapi—" Elsa menutup hidungnya. "Hachim." dia bersin membuat Jimmy menahan tawa.


"Tuan, jika ingin tertawa sebaiknya jangan ditahan." ucap Elsa mengetahui apa yang sedang Jimmy sembunyikan.


"Kau sangat lucu."


Elsa tidak menghiraukan perkataan Jimmy.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kau bisa jatuh ke dalam kolam?"


Elsa mencoba mengingatnya. "Tadi, saya merasa ada yang mendorong saya. Tapi, sewaktu saya menoleh , tidak ada siapapun dan saya langsung tergelincir masuk ke dalam kolam. Maafkan saya, Kak."


"Hei, kenapa kau harus meminta maaf? Kau tidak bersalah, Elsa."


"Tapi aku sudah mempermalukan Anda."


"Itu musibah, kau sama sekali tidak pernah membuatku malu. Jangan berpikir hal aneh, aku tidak menyukainya. Apa kau paham?"


Elsa mengangguk.


Pintu kamar terbuka, terlihat Papi, Mami, Bibi Ambar dan Azzura masuk ke dalam kamar. Mereka bertiga berjalan menghampiri Jimmy.


"Huft. Kenapa dia tidak langsung masuk saja untuk menemuiku?"


"Tidak perlu banyak tanya, Jimmy! Temui saja dan biarkan Elsa bersama Mami." ujar Mami tidak bisa didebatkan.


Jimmy pasrah, dia pergi keluar untuk menemui Alena beserta kedua orangtuanya. Sementara di kamar, tinggallah Mami dan Azzura. Ketika kamar mulai sepi, Mami mendekati Elsa.


"Apa kau yakin ingin hidup bersama dengan putraku?" Mami bertanya dengan nada sombong.


"Memangnya ada apa, Bibi? Saya mencintai Mas Jimmy dengan sepenuh hati. Lalu, bagaimana bisa saya meninggalkan dia?"


"Kau tau, 'kan, jika Jimmy akan dijodohkan dengan Alena?''

__ADS_1


Elsa mengangguk.


"Saya yakin kau masuk ke dalam kehidupan Jimmy hanya karena mengincar hartanya. Bener begitu bukan?"


"Tidak, Bibi! Saya bukan tipe wanita seperti itu."


"Halah! Maling mana ada yang mau ngaku." tukas Azzura mengikuti.


Elsa hanya menggeleng, dia sudah tahu sifat asli mami Jimmy.


'Baru pertama kali aku datang ke rumah ini, tapi Mama Tuan Jimmy sudah tidak menyukaiku.' batin Elsa merendah.


Mami pergi dari kamar, lalu Azzura bergantian mendekati Elsa.


"Heh, harusnya kau itu nyadar! Lihat penampilan dan kehidupanmu, sangat berbeda dengan Kak Alena." maki Zura tanpa rasa takut dan sopan. Dia pergi dari kamar dan berjalan angkuh.


Elsa hanya mampu bersabar, dia menghela napas dalam dalam lalu memejamkan mata sesaat untuk meredam amrahnya.


Di kamar lain, Nolan tersenyum sendiri mengingat kejadian penyelamatan di kolam renang tadi.


"Ternyata dilihat dari dekat dirinya sangat cantik dan memukau." ungkap Nolan yang sepertinya tengah mengagumi Elsa.


{Bersambung}


__ADS_1


__ADS_2