Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #116


__ADS_3

Hari sudah menjelang pagi, Sahara bangun tepat pukul lima pagi. Dia membantu Bibi membereskan rumah. Meskipun sang asisten rumah tangga itu mencegahnya, tetapi Sahara tetap melakukan hal yang dia inginkan.


"Tidak masalah, Bi. Saya sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah seperti ini."


"Tapi, nanti Nona Reva bisa salah paham dan menyalahkan saya, Nona."


"Bi, tolong jangan memanggil saya dengan sebutan Nona. Saya ini hanya perempuan yang terlahir dari kalangan biasa, Bibi bisa memanggil saya Sahara saja."


Bibi mengangguk paham.


"Bibi jangan takut, Nona Reva tidak akan menyalahkan Bibi, saya akan menjelaskannya nanti." ucap Sahara menenangkan bibi.


Matahari sudah muncul, burung berkicau membuat suasana menjadi sedikit ramai. Terlihat Sahara keluar dari rumah, dia berjalan menghidupkan keran air dan mengambil selang. Dirinya menyirami bunga sambil bernyanyi, Sahara tak sadar ternyata Rayyan memperhatikannya dari balkon. Pria tersebut menggeleng ketika melihat Sahara yang spontan bergoyang, mungkin gadis itu sedang asyik dengan lagunya.


Ray kembali masuk ke dalam kamar, dia mengambil handuk dan mulai berjalan ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Ray telah selesai membersihkan diri. Dia keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Ketika dia baru melangkahkan kakinya satu jengkal, dirinya terlonjak kaget melihat Sahara yang ada di kamarnya.


"Aaaaa!!!!" teriak Sahara kencang lalu dia membalikkan badan dan menutup matanya. Napasnya terlihat memburu, dadanya naik turun menandakan dia benar-benar sangat terkejut.

__ADS_1


"T—tuan, maafkan saya. Saya hanya —"


"Kenapa kau berada di kamarku? Kau juga masuk tanpa izin terlebih dahulu!"


Sahara merasa bersalah, dia hanya berniat membereskan tempat tidur milik Ray.


"Tuan, saya hanya ingin membereskan tempat tidur Anda dan membersihkan kamar ini. Saya tadi sudah izin kepada Bibi, dan bibi memperbolehkan saya untuk membersihkan kamar Anda."


Rayyan berdecak kesal. "Keluar! Sekali lagi kau tidak boleh masuk ke dalam kamarku tanpa izin dariku. Kau dan Bibi itu berbeda, Bibi sudah seperti orang tuaku sendiri maka dari itu dia tidak perlu izin untuk masuk ke dalam kamar ini."


"B—baik, Tuan. Sekali lagi maafkan saya yang sudah lancang masuk ke dalam sini. Saya permisi," Sahara bergegas pergi dengan berjalan cepat.


Setelah gadis itu keluar, Ray menggelengkan kepalanya.


Tak terasa waktu dengan cepat berjalan, semuanya kumpul di meja makan seperti biasa untuk sarapan bersama.


Ray menatap menu di meja, dia heran karena pagi ini tidak seperti biasanya.


"Ma, tumben Bibi masak banyak? Biasanya Bibi hanya memasak beberapa menu dan ada roti untuk sarapan." Ray duduk di kursi.

__ADS_1


"Ini bukan bibi yang memasak, tapi Sahara." ucap Kiara membuat Ray melirik gadis bernama Sahara itu dengan tidak suka.


"Aku ingin sarapan roti saja!" ucap Ray lalu dia memanggil bibi dan meminta roti.


Sahara hanya menunduk, dia merasa jika Ray tidak menyukainya sama sekali. Entah apa salahnya, dia baru satu hari berada dirumah ini tetapi hatinya tak tenang karena sikap Ray.


"Sahara, Ray memang seperti itu. Dia sudah terbiasa sarapan dengan roti, kau tidak perlu berkecil hati, kami akan memakan masakanmu." ucap Kiara yang paham dengan perasaan Sahara, dia tersenyum dan dibalas oleh Sahara.


Mereka sarapan dengan tenang, Sahara sesekali melirik Ray yang berwajah datar dan dingin. Setelah selesai sarapan, Rayyan, Reva dan Sahara berpamitan untuk pergi ke tempat kerja mereka masing-masing.


"Sayang, kemungkinan Mama dan Papa akan pergi ke luar negeri untuk melihat perkembangan perusahaan."


"Pergilah, Ma. Lagipula, sekarang Reva sudah ada teman."


''Kalian baik-baik dirumah, ya? Jangan lupa hubungi Mama jika tidak sibuk."


Reva memeluk tubuh Kiara. "Mama dan Papa juga harus hati-hati disana. Jaga kesehatan, Papa jangan lupa minum obat."


Raymond tersenyum melihat perhatian dari putrinya, dia memeluk Reva dan mengecup pucuk kepala Reva.

__ADS_1


{**Bersambung**}



__ADS_2