Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #157


__ADS_3

Flashback off:


Hari ini keluarga William memutuskan untuk pergi berlibur. Reva kecil sangat antusias karena dirinya memang sangat menyukai liburan. Mereka pun berlibur ke negara Swiss.


Reva dan orang tuanya memilih tempat yaitu Air terjun Rhein yang merupakan air terjun terluas di Swiss, Eropa. Air terjun ini berlokasi di Rhein Atas yang berbatasan antara Schaffhausen dan Zürich, antara kotamadya Neuhausen am Rheinfall dan Laufen-Uhwiesen/Dachsen, bersebelahan dengan kota Schaffhausen di Swiss utara.


Selain keindahan alamnya dan cokelat, Swiss juga terkenal sebagai negara yang memproduksi keju. Hingga saat ini, Swiss telah memperoduksi lebih dari 450 jenis keju dan pembuatan keju telah menjadi tradisi selama beratur-ratus tahun.


Siapa pun tentu saja ingin pergi ke negara itu. Di air terjun, Reva sangat bahagia melihat keindahan alam tersebut. Dulu dia masih berusia tujuh tahun dan tentunya sangat senang bermain air.


Reva berfoto dengan gaya bebas bersama dengan sang Mama, dirinya berlari kecil dan tanpa sengaja dia tersandung bebatuan. Reva menangis, dia melihat kukunya yang terluka.


"Mama!" teriak Reva kesakitan, seorang remaja yang lewat dari samping Reva melihat luka gadis cilik itu.


"Kakimu berdarah." ucap remaja itu, dia menggendong Reva dan membawanya ke tempat kering.


Remaja tersebut mengambil obat luka, dia mengoleskan di kuku Reva yang mengeluarkan darah. Remaja itu meniup nya agar Reva tidak merasakan kesakitan.


Setelah itu, kedua orang tua Reva datang dan mereka berterima kasih pada remaja tersebut karena sudah membantu putri mereka.


"Siapa namamu, Nak?"


"Kimmy, Tante." ucapnya.


Ternyata sebenarnya Reva dan Kimmy sudah pernah bertemu sejak mereka masih kecil.


Flashback on:

__ADS_1


Dari kejauhan, ternyata Kimmy mengikuti putrinya. Entah mengapa dia tertarik kepada Reva, seperti ada ikutan sejak kecil di antara keduanya dan saat ini takdir kembali menemukan keduanya.


Kimmy berjalan menghampiri Reva dan Eveline yang sedang berfoto, dia berdehem membuat keduanya menoleh.


Eveline terkejut ketika dia mendapati sang Daddy yang berada disana.


"Daddy!" teriak Eveline berhamburan ke pelukan Kimmy.


"Sayang, maaf Daddy menjemput tanpa memberitahu terlebih dahulu."


Eveline mengangguk paham, dia sangat bahagia karena Daddy nya ikut andil dalam liburan ini. Eve merasa jika keluarganya lengkap.


"Eve boleh pergi main sebentar? Daddy ingin bicara pada Tante Reva."


Eveline pergi dari sana dan Reva menatap Kimmy dengan heran.


"Bukan begitu, Nona Reva. Saya ingin mengingatkan sesuatu. Siapa dulu gadis kecil yang terluka dan ada seorang remaja yang mengobatinya.''


Reva terdiam, dia mengingat sesuatu. "Tuan, bagaimana Anda bisa tahu?"


"Remaja itu adalah saya."


Reva melongo. "Maksudnya, Anda adalah remaja yang menolong saya waktu itu?"


Kimmy mengangguk. "Dulu saya pikir bukan Reva kamu gadis itu, tetapi setelah saya cari tahu, ternyata memang dirimu lah gadis kecil yang menangis karena luka kecil itu."


"Dunia terasa sangat sempit, bisa-bisanya kita kembali dipertemukan setelah beranjak dewasa."

__ADS_1


Reva juga tidak habis pikir, gadis itu tertawa kecil mengingat kejadian ini. Semuanya terasa sangat cepat berlalu, dan tak terasa kedua bocah ingusan yang dulu saling memberikan perhatian kini sudah berubah menjadi dewasa. Namun, tdiak saling mengenal.


"Jadi, kau kak Kimmy? Dulu kakak berlibur karena ada acara sekolah, bener kan?"


Kimmy Mengangguk.


"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kakak lagi." Reva mengulurkan tangan kanannya. Mereka berjabat tangan dengan senyum dibibir masing-masing.


''Jadi, Eveline itu memang anak kandung kak Kimmy?"


"Ya, tapi sayang Mommy Eve pergi meninggalkan kami. Dia telah tenang di pangkuan Tuhan."


"Aku turut berdukacita, kak."


"Kamu sendiri, kenapa belum menikah?"


"Sejujurnya aku sudah hampir menikah kak, bahkan kami sudah menjalin kasih selama empat tahun. Tapi, pria itu tidak tahu bersyukur, dia malah lebih memilih wanita lain di bandingkan diriku." Reva terlihat sedih ketika menceritakan pada Kimmy.


"Kamu harus sabar, Reva. Ya, mungkin saja dia bukan jodohmu."


"Aku sedang mencoba untuk melupakannya. Tapi, dia kemari menginginkan kesempatan kedua dan dia berkata jika dirinya terkena penyakit kanker stadium akhir. Aku bingung harus bagaimana, kak."


"Ikuti kata hatimu, jangan sampai salah memilih langkah."


Reva mengangguk paham, mereka berdua menatap anak anak yang sedang bermain. Tak hanya itu, mereka bahkan mengobrol tentang masa lalu.


{**Bersambung**}

__ADS_1


__ADS_2