Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #108


__ADS_3

Alena seperti kehabisan ide, dia melirik Axton lalu tersenyum licik.


"Ax, ikut aku sebentar."


Keduanya berjalan menjauh dari kursi Elsa.


"Ax, aku punya ide. Aku rasa sangat sulit untuk memisahkan mereka kecuali dari jalan ninja."


"Apa yang kau katakan? Jangan gegabah, Alena! Aku tidak mungkin menyakiti gadis yang ku cintai."


"Hei, ini hanya akan membuatnya sakit sebentar saja. Setelah itu, aku yakin Jimmy tidak akan mau menerima gadis itu lagi." Alena tersenyum senang.


"Apa rencanamu?"


Alena membisikkan sesuatu ke telinga Axton hingga membuat pria itu mendelik, dia tidak menyangka tentang rencana gila dari Alena.


"Kau yakin? Bagaimana jika mereka malah melaporkan aku ke penjara."


"Ck, ada aku! Kau tidak perlu takut, lakukan saja dengan aman dan aku akan membuat video singkatnya sebagai tanda bukti jika kalian mau sama mau."


Axton terdiam sejenak lalu dia mengangguk setuju.

__ADS_1


"Bagus, Ax." Alena berhasil mengkambing hitamkan Axton.


****


Di apartemen, Jimmy sedari tadi mengetuk pintu. Dia juga terus memanggil nama Elsa tetapi tidak ada sahutan dari dalam sana. Dirinya sangat khawatir, tidak biasanya Elsa bangun kesiangan begini.


"El! Elsa apa kamu ada di dalam?" teriak Jimmy seraya menggedor pintu.


Dia memang handle dan ternyata tidak di kunci, pikirannya semakin tidak tenang ketika melihat semua lampu yang masih menyala.


"Elsa! El kamu dimana?" Jimmy terus berjalan menelusuri setiap penjuru apartemen milik Elsa.


Nihil, tidak ada tanda-tanda Elsa di dalam sana. Dia menyugar rambutnya dan menghela napas kasar. Tetap berpikiran waras, Jimmy mengambil ponsel dan menghubungi Papa Elsa.


📱"Ya, selamat pagi, Jimmy. Ada yang bisa Om bantu?"


"Om, maaf menganggu waktunya. Begini, saya sedang mencari Elsa. Dia tidak ada di apartemen, apa dia berada di rumah om?"


Di seberang sana, papa Elsa pun menjadi ikut panik. Tidak biasanya Elsa pergi diam diam saja tanpa mengabari.


📱"Elsa tidak ada disini, Jim."

__ADS_1


Jimmy memijit pelipisnya yang berdenyut. "Jika dia tidak ada disana, lalu kemana perginya dia? Kenapa dia tidak ada kabar mulai dari tadi malam? Saya pikir Elsa beristirahat karena lelah, tapi ternyata ada sesuatu yang terjadi padanya."


📱"Begini, Jimmy. Kau jangan khawatir terlebih dahulu, coba kau cek CCTV yang ada di rumah Elsa. Setelah kau mengeceknya, om yakin kau akan mendapatkan jawaban. Setelah itu, jangan lupa kabarin om lagi."


"Baik, Om. Saya matikan teleponnya."


Sambungan pun terputus, Jimmy mengikuti perkataan Papa Elsa. Kekhawatiran yang sangat mendalam membuat dirinya bingung sendiri. Bagaimana tidak, calon istrinya tiba-tiba saja menghilang seperti ini.


Jimmy bergegas mengecek CCTV, dia melihat kejadian tadi malam tepatnya pukul sembilan. Betapa terkejutnya dia ketika mengetahui kejadian yang sesungguhnya.


"Apa ini?" Jimmy menekan tombol pause. Dia melihat dengan teliti ada seseorang yang membekap Elsa dan membawanya pergi, sayang sekali wajah mereka tidak terlalu jelas.


"Siapa yang sudah berani menculik calon istriku?" ucap Jimmy penuh emosi. Dia berdiri dari tempat duduk dan menghubungi Papa Elsa.


"Aku harus segera mencari Elsa dan membawa bukti ini ke kantor polisi." Jimmy bergegas keluar dari ruangan tersebut.


****


Di hotel milik Alena, gadis itu tersenyum ketika melihat Elsa yang sudah tidak berdaya akibat minuman keras. Gadis cantik itu merancau tidak karuan dan tertawa sendiri.


"Bagaimana, Ax? Rencanaku hebat bukan? Dengan begini, semua orang pasti akan mengira jika Elsa juga mau kau sentuh."

__ADS_1


Axton hanya tersenyum senang, dia menatap tubuh molek Elsa yang saat ini hanya memakai lingerie berwarna hitam.


{**Bersambung**}


__ADS_2