Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #137


__ADS_3

Di tempat lain, Reva yang masih merasakan sakit hati memilih untuk tinggal di kota lain. Terlalu banyak kenangan di kota yang dia tinggali dulunya, dirinya ingin membuka lembaran baru tanpa memikirkan masa lalu.


Butiknya sudah bercabang, dan yang menjadi butik utamanya sekarang adalah di kota yang saat ini dia tinggali. Reva sedang merancang pakaian terbaru untuk balita. Dirinya terlihat serius hingga suara sang pegawai membuyarkan lamunannya.


"Nona, ada yang ingin bertemu dengan Anda."


Reva bergegas keluar tanpa bertanya siapa orang itu. Setelah berada di luar ruangan, Reva melihat balita berusia yang pastinya sangat dia kembali.


"Daisy?" panggil Reva membuat balita itu menoleh.


"Tante cantik,'' Daisy memeluk tubuh Reva.


Ya, Iram sudah selesai bertugas di kota J dan kini dia kembali lagi ke kota asalnya yang ternyata sama dengan Reva.


"Sayang, kamu datang kesini dengan siapa?''


"Papa," ucap Daisy.


Iram berjalan mendekati keduanya, pria itu seperti memiliki rasa ketertarikan kepada Reva.


"Teman Daisy akan mengadakan acara ulang tahun, jadi kamu datang kesini untuk mencari gaun. Apa ada yang cocok untuk Daisy?"


Reva menegakkan tubuhnya. "Cobalah Anda lihat dulu, Tuan. Dan tanya pada Daisy gaun mana yang dia sukai. Nanti, Tante akan memberikan diskon untuk Daisy. Bagaimana?" ucapnya menatap wajah imut Daisy.


Setelah itu, anak dan ayah tersebut berkeliling mencari gaun mana yang cocok untuk acara ulang tahun teman Daisy. Bocah kecil itu melihat ada sebuah gaun indah, dia berlari kecil dan segera meraihnya. Namun, gerakan tangannya terhenti ketika ada seseorang yang menginginkan gaun itu juga.


Seorang anak yang usianya sama seperti Daisy, mereka saling tatap dan tidak mau melepaskan gaun itu dari tangan masing-masing.

__ADS_1


"Ini punya aku!" ucap Daisy menarik gaun.


''Tapi aku yang memegangnya duluan, berarti sudah menjadi milikku. Jauhkan tanganmu dari gaunku." ucap anak perempuan itu membalas.


Tidak ada yang mau mengalah hingga orang tua mereka pun datang menghampiri.


"Sayang, ada apa?" Iram bertanya pada Daisy.


"Papa, Daisy mau gaun ini." ucapnya mengadu.


"Eve, berikan saja gaunnya pada dia. Kamu mengalah, ya?"


Eveline menggeleng. ''Tidak! Eve mau gaun ini."


Keduanya masih saling berebut hingga Reva pun datang dan menghentikan kecekcokan itu.


"Tante cantik, Daisy mau gaun ini tapi dia tidak mau mengalah." Daisy menunjuk Eveline.


Reva menatap bocah yang usianya sama dengan Daisy itu. Dia seperti pernah melihatnya, lalu Reva menatap pria dewasa yang berada di belakang bocah itu.


"Tuan Albert?'' Reva heran kenapa putra dari keluarga Albert bisa berada di kota itu.


Kimmy Albert, dia hanya diam saja dan memasang wajah datarnya.


"Ayo kita pergi dari sini, Sayang. Kita akan mencari butik lain dan juga gaunmu."


Eveline menatap gaun itu dengan nanar, dia terpaksa melepaskan karena perintah dari sang Daddy. Sementara Reva, dia tidak tega melihat bocah manis itu bersedih. Dirinya mengambil gaun tersebut dan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Berhubung gaun ini cuma satu, dan kalian berdua menyukainya, maka dari itu gaun ini tidak Tante jual. Disini masih banyak gaun lain, kalian berdua bisa memilihnya. Hm?"


Daisy terlihat kesal sedangkan Eveline tersenyum manis.


"Daddy, Eve ingin gaun itu saja." Eveline menunjuk sebuah gaun indah yang tergantung tak jauh dari tempatnya berdiri. Sangat mewah dan elegan serta cocok di tubuh Eve.


Reva mengambil gaun itu, dia memberikannya pada Eveline.


"Kamu mau yang ini?"


"Terima kasih, aunty.'' Eveline tersenyum manis sambil memeluk gaun yang dia pegang.


Daisy yang masih kesal memutuskan untuk pergi dari sana.


"Maafkan putri saya, Nona, Tuan. Dia memang sangat manja, jadi harap memaklumi." Iram menyusul Daisy.


Setelah ayah dan anak itu pergi, Kimmy pun mengajak Eveline untuk membayar gaun itu. Saat ini Kimmy mengurus perusahaan yang berada di kota B, dirinya mengajak Eveline karena dia tidak bisa jauh dari putrinya itu.


Reva menatap kepergian mereka, dia melihat gaun yang ada di tangannya lalu kembali pergi ke ruangannya.


{Bersambung}


Visual Eveline



__ADS_1


Visual Daisy


__ADS_2