Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #45


__ADS_3

--------SATU BULAN KEMUDIAN-------


Ray akhirnya pasrah karena perubahan sikap Kiara yang cuek dan tidak peduli seperti biasanya, bahkan setelah Ray pulang dari kantor biasanya Kia akan menyambutnya dengan senyum tetapi kali ini tidak.


"Aku bersedia menikahi Meysa, tetapi kamu jangan menyalahkan aku jika suatu saat nanti sikapku akan berubah terhadap dirimu." gertakan yang Ray katakan pada Kiara ketika dia setuju untuk menikah dengan Meysa.


"Aku setuju, Mas. Jika kita tidak berjodoh maka aku rela pergi dari sisimu." balasan Kia menjawab gertakan dari Ray.


Ray sebenarnya sangat kesal karena Kia dengan mudah memperbolehkan dirinya untuk dimiliki oleh wanita lain, meskipun Ray tau wanita yang akan menjadi Istrinya adalah cinta pertamanya.


Saat ini Raymond mengajak Kia untuk pindah ke rumah baru.


"Aku membelikan rumah ini untuk dirimu. Aku hanya tidak ingin jika kamu satu rumah dengan Mey maka ujung-ujungnya nanti kalian akan terus bertengkar." jelas Ray sembari duduk di sofa.


"Mas, maaf karena aku sudah memberikan peluang kepada wanita lain untuk masuk ke dalam rumah tangga kita." Kia duduk di sebelah Raymond.


"Aku masih tidak tahu bagaimana cara berpikir ku, Kiara. Apa sebegitu percayanya dirimu pada cinta kita? Sebegitu percayanya dirimu padaku hingga kamu memperbolehkan aku menikah dengan Mey?"


"Aku akan mencoba percaya padamu, Mas. Aku juga sangat percaya pada takdir yang sudah Allah tuliskan untukku." Kia menggenggam jemari Raymond.

__ADS_1


Ray tidak tahan mendengar ucapan Kiara, dia langsung mendekap tubuh Kia masuk ke dalam pelukannya.


"Aku sangat mencintaimu, Kiara. Aku tidak ingin membuatmu merasa tersakiti, tetapi aku hanyalah manusia biasa yang bisa saja khilaf kapanpun itu." Ray memeluk tubuh Kiara dengan erat.


Kia meneteskan air matanya.


'Hamba percaya dengan rencana indah yang telah Engkau tuliskan untuk hamba Ya Allah, hamba hanya ingin Mas Ray tetap mencintai hamba seperti ini..' Kia menangis sesegukan. 'Maafkan aku, Mas. Aku terpaksa membiarkan dirimu menikah dengan wanita lain, aku tau sebenarnya kamu juga ingin mempunyai anak tetapi sampai saat ini aku belum bisa memenuhi keinginanmu itu.' Kia semakin mengeratkan pelukannya.


Pelukan terurai.


Raymond menghapus air mata Kia dengan lembut dan dia juga mengecup kedua kelopak mata Kia dengan perlahan.


"Aku harap kamu bisa bersikap adil, Mas. Jangan membuat aku ataupun Mbak Meysa merasa jika kamu pilih kasih." Kia mengusap pipi Ray dengan lembut.


Ray hanya mampu untuk menganggukkan kepala.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam kamar.


Di apartemen Jimmy.

__ADS_1


Jimmy terus menatap kalung yang bulan lalu dia temukan di bawah kakinya.


"Mengapa aku penasaran dengan gadis pemilik kalung ini?"


Jimmy kembali mengingat wajah polos Kiara yang menurutnya sangat cantik dan lugu khas orang desa.


"Aku rasa gadis itu bukan berasal dari kota ini, biasanya gadis lain jika bertemu denganku pasti tidak akan bisa lari. Mereka akan meminta berkenalan denganku dan bahkan menawarkan tubuhnya untukku." Jimmy yang memang mempunyai jiwa casanova langsung terheran melihat gadis yang menabraknya di cafe tempo lalu.


Jimmy menegakkan tubuhnya dan membuka mainan kalung love, terlihatlah wajah cantik alami milik Kiara terpampang jelas dengan senyum manis yang menghiasi bibir mungilnya.


"Gadis ini sangat cantik sekali, aku berharap bisa bertemu dengannya meskipun hanya sekali." Jimmy tersenyum sendiri sembari menatap foto Kiara.


Jimmy heran dengan perasaannya saat ini karena biasanya wanita yang akan mengejarnya, tetapi kali ini dialah yang ingin mengejar seorang wanita. Itulah hal yang tidak biasa bagi seorang Jimmy Fernando



**Lagi bayangin wajah Kiara ya Pak Jim?


TBC

__ADS_1


Happy reading


terima kasih atas dukungan serta jejak manisnya 🙏🏻**


__ADS_2