Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #50


__ADS_3

-----------3 Bulan kemudian---------


Meysa memandangi tespack yang ada di dalam genggaman nya dengan senyum kemenangan.


"Hasilnya positif, akhirnya perlahan-lahan aku bisa menyingkirkan gadis kampung itu." gumam Mey seraya berjalan ke ranjang.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka dan terlihatlah Raymond yang wajahnya sangat kusut masuk ke dalam kamar.


"Honey, kamu udah pulang?" Mey segera berjalan menghampiri Raymond.


Ray menatap Meysa dengan malas, dia ingin melangkah pergi ke kamar mandi tetapi Meysa mencegahnya.


"Honey tunggu!" Mey menarik lengan Raymond.


"Ada apa sih, Mey? Aku ingin mandi dan segera pergi ke rumah Kiara." ucap Ray dengan datar.


Meysa meletakkan tes pack di telapak tangan Ray.


"Apa ini?" Ray menatap tes pack itu.


"Lihat saja sendiri, aku yakin kamu pasti sangat senang melihat hasilnya." sahut Meysa dengan senyum senang.


Ray mulai mengangkat tes pack itu, dia menatap garis dua yang berada di dalam tes pack.


'Garis nya dua, berarti Mey positif hamil. Bagaimana mungkin?'


"Ray, gimana? Kamu senang gak?" Mey menatap wajah tampan milik Raymond yang tidak ada ekspresinya.

__ADS_1


"Apa tes pack ini akurat?"


"Kamu tidak mempercayai ku? Astaga Ray, apa yang sudah gadis kampungan itu berikan kepadamu sehingga kamu tidak mempercayai ku begini?" Mey menggeleng heran.


"Jangan pernah bawa-bawa Kiara!" bantah Ray kesal.


"Jika kamu tidak percaya dengan hasil itu, kita bisa pergi ke rumah sakit untuk mengeceknya."


Ray terdiam sembari berpikir, dia menggulirkan mata melihat jam dinding.


"Baiklah, ayo kita ke rumah sakit." Ray langsung menerima tawaran Meysa karena jam masih menunjukkan pukul lima sore.


Mereka pergi ke rumah sakit bersama-sama.


Dua puluh menit kemudian.


Mobil milik Ray telah sampai di rumah sakit.


"Kamu benar-benar sangat berubah, Ray. Sekarang bahkan kamu berjalan tanpa menungguku, tapi tidak masalah karena sebentar lagi kamu akan menjadi boneka ku. Kamu harus mau menuruti setiap ucapan ku," gumam Meysa seraya menatap punggung belakang Raymond.


Mereka masuk ke dalam ruangan dokter obgyn.


"Untung saja anda belum pulang, Dokter." Ray tersenyum dan duduk di kursi yang bersebrangan dengan Dokter.


Dokter Alifah adalah Dokter kepercayaan Raymond dan juga Kiara.


"Apa Tuan datang kesini untuk memeriksa kembali perkembangan program hamil?"


Ray menggeleng. "Saya datang kesini untuk memeriksakan keadaan istri kedua saya, Dok."

__ADS_1


Dokter hanya tersenyum tipis ke arah Meysa.


"Ada keluhan apa, Nyonya?" tanya sang Dokter.


"Tidak ada, Dokter. Saya hanya ingin memeriksa keadaan karena beberapa bulan ini saya telat datang bulan." ucap Mey menjawab.


"Baiklah, silahkan ikut saya." Dokter beranjak dari kursi dan mengambil tes pack lalu memberikannya kepada Meysa. "Silahkan Nyonya celupkan tes pack ini ke dalam air seni Nyonya nanti. Jika positif maka setelah itu kita akan melakukan USG untuk melihat perkembangannya."


"Tadi saya sudah melakukan tes menggunakan tes pack ini, Dokter. Hasilnya positif, tetapi Ray yang tidak percaya dan menginginkan pemeriksaan lebih akurat." Mey melirik Ray sekilas.


"Kalau begitu kita langsung melakukan USG saja." Dokter berjalan ke arah ruang USG.


Meysa berbaring di brangkar dan Dokter mulai melakukan USG.


Beberapa menit kemudian, Dokter tersenyum dan menghentikan aktivitasnya.


"Alhamdulillah janinnya berkembang dengan sehat, dan usianya sudah menginjak enam minggu." Dokter menjelaskan.


Ray terkejut dengan penuturan sang Dokter, sementara Meysa tersenyum bahagia.


**FLASHBACK OFF.





TBC

__ADS_1


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻**


__ADS_2