Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #86


__ADS_3

Elsa menelan ludah secara kasar ketika melihat dua pria itu berjalan mendekatinya, jika mereka menginginkan hartanya maka Elsa akan memberikan dengan senang hati, tetapi bagaimana jika mereka menginginkan dirinya? Itulah yang Elsa bayangkan dan membuatnya sangat takut.


"Ada yang bisa kami bantu, Nona?" salah satu pria itu bertanya membuat bulu kuduk Elsa meremang.


"Em, tidak ada!" jawab Elsa terpaksa.


Kedua pria itu menatap Elsa dengan seksama hingga Elsa menjadi risih.


"Tuan, apa ada yang aneh dengan saya?"


Mereka hanya tersenyum sinis mendengar pertanyaan Elsa, suara wanita itu gemetaran dan sangat dipastikan jika dia sangat ketakutan.


"Apa boleh kami menemanimu disini?"


"Tidak perlu, Tuan. Saya sedang menunggu taksi online dan sebentar lagi akan segera tiba. Sebaiknya kalian berdua pergilah."


"Kau mengusir kami?" Pria itu bertanya dengan nada tinggi.


Elsa terkejut, dia memegang dada karena jantungnya hampir saja copot.


"E, saya tidak bermaksud seperti itu. Tapi—"


Elsa kaget karena perkataannya terpotong dan langsung mendapat gerakan refleks dari kedua pria tersebut.


"Tuan, apa yang Anda lakukan?" Elsa bertanya karena para pria itu menariknya ke dalam semak-semak.


"Tuan! Kalian jangan kurang ajar, lepaskan saya! Tolong!" Elsa terus berteriak kencang, dia berharap ada orang yang menolongnya.


"Diamlah! Jika kau tidak bisa diam, maka kami akan memotong lidahmu sekarang juga."


Glek!


Elsa hanya mampu menelan ludah, air mata bercucuran di pipinya, tubuhnya panas dingin menahan rasa takut yang amat dalam.

__ADS_1


'Ya Tuhan, tolong aku.' batin Elsa.


Kedua pria itu tertawa puas saat melihat Elsa yang hanya diam saja, mereka mulai melancarkan aksinya. Dia awali dengan membuka ikat pinggang sementara pria satu nya memegangi tangan Elsa.


"Tuan, saya mohon jangan melakukannya. Saya, saya akan memberikan semua harta saya untuk kalian. Tapi saya mohon tolong lepaskan saya, Tuan." pintanya mengiba diiringi deraian air mata.


"Setelah puas menikmati tubuhmu, kami pasti juga akan mengambil hartamu."


"Kalian, kalian serakah! Dasar bajingan!" bentak Elsa memaki dan membuat kedua pria itu murka akibat teriakan Elsa.


Plak!


Pipi Elsa di tampar begitu keras hingga mengeluarkan darah dari sudut bibirnya, gadis itu hanya meringis menahan sakit. Dia tidak menduga jika hal ini akan terjadi padanya.


"Jangan, Tuan!" Elsa memohon ketika pria itu mulai membuka resleting celananya.


****


"Itu, seperti mobil milik Elsa. Tapi apa mungkin?" Jimmy berhenti tepat di sebelah mobil Elsa. "Iya benar ini mobilnya, tapi kenapa bisa ada disini?" Jimmy terus bertanya-tanya.


"Tolong!"


Suara seorang wanita terdengar hingga membuat Jimmy langsung menoleh ke asal suara. Dia sangat mengenalnya.


"Elsa!'' pekik Jimmy khawatir, dia berlari menuju ke tempat Elsa berada.


Tak lama kemudian, Jimmy melihat dua orang pria sedang mengerjai gadis cantik itu. Kedua tangan Jimmy terkepal erat, matanya merah menyala, giginya bergemerutuk melihat itu.


"BAJINGAN!" teriak Jimmy membuat kedua pria tersebut menoleh.


Langkah lebar Jimmy membawanya mendekati Elsa, dia langsung memberikan Bogem mentah di kedua pipi pria itu.


Kedua pria tersebut tersungkur, mereka menatap Jimmy dengan tidak suka.

__ADS_1


"El, kamu baik-baik saja?" Jimmy membantu Elsa berdiri.


Elsa tidak menjawab, dia hanya menangis terisak karena masih ketakutan.


"Tenanglah, ada aku disini. Kamu tidak perlu takut lagi, hm?" Jimmy mencoba menenangkan gadis incarannya itu.


Kedua pria tersebut tidak terima karena kedatangan Jimmy membuat rencana mereka kacau.


"Hei, Tuan! Apa kau ingin menjadi pahlawan kesiangan?"


Jimmy melirik sebuah tatapan tajam, dia membuka jasnya dan memberikan pada Elsa. Dia melangkah maju mendekati pria itu tanpa rasa takut sedikitpun.


"Apa yang sudah kalian lakukan padanya? Dasar manusia tidak punya hati!"


Kedua pria tersebut tertawa jahat, mereka meludah seakan-akan mengejek Jimmy.


"Apa masalahmu? Kami hanya ingin menemaninya, tidak lebih."


Jimmy tidak sabar, emosi sudah memuncak di dirinya. Dia langsung menghajar kedua pria itu tanpa ampun dan tentunya mendapatkan perlawanan. Namun, Jimmy termasuk pintar dalam ilmu beladiri sehingga dia tidak goncang melawan dua orang sekaligus.


Tanpa sepengetahuan Jimmy dan keadaan yang gelap, salah satu pria itu mengeluarkan benda tajam, mereka memukul wajah Jimmy hingga terhuyung ke belakang lalu menusukkan pisau tepat di perut serta lengan Jimmy.


"TUAN JIMMY!" teriak Elsa yang melihat tubuh Jimmy terkulai lemas di tanah.


Para pria itu saling berbisik, mereka pun bergegas meninggalkan Jimmy dan Elsa.


"Tuan, Tuan Jimmy bangun." Elsa menggoyangkan tubuh Jimmy dengan perlahan. Ditengah kebingungan, Elsa masih ingat untuk menghubungi rumah sakit.




Tbc

__ADS_1


__ADS_2