Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #110


__ADS_3

Tiga hari kemudian, acara resepsi pun mulai di adakan. Jimmy tidak perlu menunggu dua Minggu lagi, dia sengaja mempercepat peresmian hubungannya dengan Elsa. Saat ini terlihat di gedung mewah tersebut sudah di penuhi oleh tamu undangan.


Jimmy dan Elsa saling pandang, mereka melempar senyum bahagia karena akhirnya bisa resmi menjadi suami-istri. Elsa tidak menyangka dia bisa jatuh cinta dengan Jimmy, pria yang sangat menyebalkan baginya.


"Sayang, aku merasa bahagia karena pada akhirnya aku bisa menemukan cinta sejatiku. Aku berharap kita bisa selalu bersama dan kamu akan terus mendampingi aku dalam situasi apa pun."


Elsa menggenggam tangan Jimmy. "Tentu saja, By. Aku pasti akan selalu berada di sampingmu."


Keduanya tersenyum lalu Jimmy memeluk Elsa.


****


Tak terasa waktu dengan cepat berlalu, Jimmy dan Elsa sudah berada di dalam satu kamar dan jam menunjukkan pukul sebelas malam. Keduanya baru saja selesai membersihkan diri dan Elsa kali ini memakai dress piyama sebatas lutut.


Dia terasa canggung, entah mengapa jantungnya berdetak sangat kencang ketika Jimmy menatapnya begitu dalam.


"By, kenapa kamu melihatku seperti itu?" Elsa membenahi pakaiannya, mungkin saja ada yang aneh atau lain sebagainya.


"Aku menyukaimu, Ay. Dan aku, ingin segera memakanmu." Jimmy dengan spontan menarik tangan Elsa hingga gadis itu jatuh ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Elsa yang berada di atas Jimmy hanya mampu menelan ludah, pandangan mereka menyatu, Elsa mengerjapkan mata beberapa kali untuk menetralkan detak jantungnya. Mungkin saja saat ini Jimmy mendengar detak jantung yang sangat kencang itu.


"Aku tidak menyangka bisa meluluhkan hatimu, Ay. Wanita unik yang membuatku tergila-gila."


"By, jangan menggodaku seperti itu." Elsa ingin bangkit dari atas tubuh Jimmy tetapi pria tersebut menahannya.


"Mau kemana? Hm. Aku aja belum selesai memakanmu."


Tiba-tiba rona wajah Elsa berubah menjadi merah bak kepiting rebus, dia benar-benar canggung dengan posisi ini.


"Apa kamu tidak lelah, By? Satu harian ini kita berdiri terus menerima ucapan selamat dari para tamu."


"Aku kamu siap, Ay?"


Elsa menggigit bibir bawahnya, dia bingung harus berkata apa. Jujur, dirinya tahu apa maksud dari pertanyaan Jimmy barusan.


'Malam pertama.' batin Elsa memikirkan.


"Ay, kamu kenapa diam? Jika kamu belum siap, tidak masalah. Kita berdua akan pergi honeymoon dan bisa melakukannya di—"

__ADS_1


"Sst!" Elsa meletakkan jari telunjuknya di bibir Jimmy. ''Apa yang kamu katakan, By? Kenapa malam ini kamu sangat banyak bicara?"


"Aku hanya menginginkan—" Jimmy menaik turunkan alisnya.


"Kita ada rencana honeymoon, tapi aku tidak ingin kamu menunggu selama itu. Jadi sekarang, lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan."


Seakan mendapat angin segar, Jimmy langsung membalikkan keadaan. Dia mengungkung Elsa dan mengunci gadis itu di dalam ku


"Lalu, kamu ingin pergi honeymoon kemana? Keliling dunia? Belanda? Perancis? Jepang? Korea? Atau—"


"Aku akan memikirkannya nanti,"


Jimmy tersenyum manis, tanpa berpikir panjang, dia mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Elsa hingga keduanya menyatu. Jimmy tidak sabar dan dia mulai melakukan tugasnya. Dirinya adalah pria normal dan pasti akan bergairah melihat istrinya sendiri berpakaian seksi begini.


Elsa hanya bisa pasrah menerima serangan dari Jimmy, dia memejamkan matanya sesekali ketika Jimmy menyesap lidahnya. Tak lama kemudian, erangan demi erangan terdengar di kamar itu. Elsa menitikkan air mata karena merasa sakit saat Jimmy berhasil membobol gawang pertahanannya.


Saat ini, Elsa sudah menjadi milik Jimmy seutuhnya. Jimmy memperlakukan Elsa dengan lembut dan pelan tapi pasti. Penanaman benih itu mereka lakukan hingga larut malam.


{**Bersambung**}

__ADS_1



__ADS_2