
Kiara dan Raymond telah sampai di ruangan para karyawan, Kia bertepuk tangan dan memanggil semua karyawan disana, sehingga mereka semua berdatangan dan heran dengan sikap sang nyonya Bos.
Para karyawan berbisik ria, mereka mengira jika hari ini akan diberikan bonus atau uang tambahan.
"Berkumpul semuanya!" teriak Kiara memberikan komando seperti seorang pemimpin.
"Maaf, Nyonya. Ada apa, ya, Nyonya mengumpulkan kami semua disini."
"Begini, aku ingin meminta sesuatu pada kalian semua. Apa kalian bisa memenuhinya?" Kiara menatap satu persatu para karyawan.
"Baiklah, Nyonya. kami akan memenuhi jika itu bisa kami lakukan."
"Aku ingin Suamiku bernyanyi lagu balonku ada lima, dan aku ingin kalian semua juga ikut menyanyikannya untukku." Kiara berkata dengan nada bahagia dan senyum yang tak pudar dari sudut bibirnya.
Semua karyawan saling menatap satu sama lain dengan penuh keheranan. Ray yang menyadari itu langsung menegur karyawannya.
"Tidak ada kata penolakan! Turuti saja permintaan istriku, ini demi anakku juga."
Pada akhirnya para karyawan pun paham dengan apa yang Raymond katakan. Mereka semua mulai bernyanyi setelah mendapatkan aba aba dari Kiara. Suasana dikantor sudah seperti taman kanak-kanak. Kiara bertepuk tangan sambil mengikuti senandung lagu balonku ada lima. Dia terlihat begitu bahagia membuat Raymond ikut tersenyum.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, mereka selesai bernyanyi. Raymond menghembuskan napas lega.
"Berhubung sudah selesai, aku ingin pulang. Hoam, aku sangat mengantuk." ucap Kiara tanpa rasa bersalah dan dia menguap.
"Mas, aku pamit pulang, ya? Kamu semangat kerjanya, I love you." Kiara mengecup pipi Ray dengan mesra. "Terima kasih karena sudah memenuhi keinginanku untuk menyanyikan lagu balon ada lima.''
"Sama-sama, Sayang. Tidak ada yang lebih penting selain dirimu dan anak kita." Raymond mengelus pucuk kepala Kiara. "Pulanglah, setelah sampai dirumah kamu harus beristirahat. Ingat, jangan terlalu capek."
Kiara mengangguk paham. "Aku mengerti, Mas."
"Pintar istriku."
Kiara melambaikan tangan dan tak lupa dia juga berterima kasih kepada para karyawan yang sudah mau bernyanyi untuknya.
"Kenapa kalian melihat saya seperti itu? Saya melakukan semuanya demi Isti tercinta dan buah hati saya. Tidak salah bukan?"
Semua karyawan menunduk sambil mengangguk. Raymond berbalik arah untuk masuk ke dalam ruangannya, tetapi dia ingat sesuatu.
"Michael, berikan uang lembur untuk mereka yang sudah mau membantuku bernyanyi tadi."
__ADS_1
"Baik, Tuan." jawab Michael sang asisten pribadi.
Raymond berlalu, dia membuka pintu ruangannya sambil meraup wajah. Tak lama kemudian senyumnya terbit, dia menggelengkan kepala melihat perubahan Kiara yang sangat labil.
"Dia terlihat imut dan lucu." ucap Ray lalu duduk di kursi kebesarannya.
****
Di cafe, Jimmy dan Elsa masih setia duduk bersama. Mereka sudah selesai mengobrol setelah melakukan makan siang.
"Bagaimana, Elsa? Apa kau mau aku jemput malam ini? Kita akan menonton bioskop dan makan malam bersama."
Elsa terdiam sejenak, dia merasa tidak enak jika harus menolak permintaan dari Jimmy.
"Em, saya akan kabarin Anda nanti, Tuan." jawab Elsa membutuhkan waktu untuk berpikir.
"Baiklah, semoga kamu tidak menolak ajakan dariku. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan juga, jadi aku sangat berharap kamu bisa datang. Aku akan share lokasi nya nanti."
Elsa mengangguk, dia berpamitan untuk kembali ke kantor karena jam makan siang sudah usai.
__ADS_1
{Bersambung}