Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #68


__ADS_3

Kiara terdiam sambil berpikir akan ikut kembali ke Indonesia atau tidak.


"Aku bingung, Mas." ujar Kiara dilema.


"Apa yang kamu bingung'kan, Kiara? Masalah Raymond? Kamu gak perlu khawatir, aku akan melindungi kamu dari pria bodoh itu."


"CK! kenapa kamu harus mengatakan bodoh?" Kiara cemberut.


"Astaga, yang bau-bau nya masih cinta..." Jimmy terkekeh pelan meskipun dalam hatinya bagaikan teriris.


Sudah empat tahun lebih belakangan ini, Jimmy tidak lagi pernah bercinta dengan wanita manapun, itu semua karena Kiara yang melarangnya. Jimmy pun menuruti ucapan Kiara dan dia berdoa agar kelak mendapatkan istri seperti Kia, yang baik, cantik, Sholehah dan penurut.


"Jadi bagaimana? Aku akan mengatur jadwal keberangkatan kita ke Indonesia, aku yakin Rayyan juga pasti akan senang jika melihat tanah kelahiran orang tuanya."


Kia mengangguk. "Baiklah, aku akan ikut. Jika aku tidak ikut kasihan para karyawan karena pemilik ARA GLOW tidak memotong pita sebagai tanda peresmian."


"Ide bagus. Aku akan mengatur segalanya," Jimmy beranjak dari bangku dan berjalan pergi meninggalkan Kiara.


"Hei Boy! Jangan lupa nanti malam persiapkan dirimu untuk ke pesta!" teriak Jimmy berbicara pada Rayyan.


"Yes, Dad!" balas Ray berteriak mengiyakan ucapan Jimmy.


Kiara hanya tersenyum melihat keakraban Jimmy dan Putranya, tetapi Kia sama sekali belum bisa mencintai Jimmy meskipun Jimmy selalu meyakinkannya jika di dalam kebersamaan mereka akan tumbuh cinta seiring waktu.

__ADS_1


******


Raymond berjalan dengan langkah gontai menuju kamar miliknya.


Rumah itu sangat sepi seperti kuburan setelah kepergian Kiara. Ray telah menghubungi sang Mama agar pulang ke Indonesia karena dia sangat kesepian tanpa seorang teman.


Rara yang mendapat kabar jika Meysa membohongi Raymond hanya mampu meratapi kesedihan putra sulungnya itu. Rara pun merasa bersalah karena sudah ikut campur dalam urusan rumah tangga Raymond, Rara juga tidak menyangka jika Meysa ternyata sangat licik.


"Kia, kamu ada dimana? Aku sangat merindukanmu, jika kamu dulu pergi dalam keadaan mengandung, aku yakin saat ini pasti anak kita sudah besar. Bagaimana keadaan kalian? Aku merasa tidak berguna karena tidak bisa menjaga kalian dan mendampingi kalian berdua..." lirih Raymond seraya mengelus bingkai foto yang terdapat dia dan Kiara di dalamnya.


Drrt Drttt


Ray melirik ponselnya yang bergetar di atas ranjang.


📲" Ray, kau ada dimana? Apa kita bisa bertemu?"


"Aku sedang tidak mood keluar rumah."


📲"Oh God... Raymond William, sudahi lah kesedihanmu... Ayo bangkit dan kau pasti bisa menemukan wanita yang lebih dari Kiara." ucap wanita diseberang sana.


"Jangan pernah berbicara seperti itu atau aku tidak akan pernah mau berteman denganmu lagi, Elsa."


📲"Ya ya, baiklah maafkan aku." wanita bernama Elsa itu akhirnya pasrah.

__ADS_1


Tut.


Ray memutuskan sambungan telepon karena kesal dengan ucapan Elsa.


Di dalam kamar Elsa.


"Eh, dia langsung mematikan sambungan teleponnya? Dasar! Aku jadi semakin penasaran bagaimana sosok seorang Kiara hingga Raymond begitu sulit untuk melupakannya." Elsa melempar ponsel ke atas ranjang dan dia bergegas untuk membersihkan diri.


Elsa adalah rekan kerja Raymond. Ayah Elsa pemilik perusahaan EM GROUP.TBK yang bergerak di bidang properti sama seperti Raymond, Elsa Saloka menggantikan sang Ayah yaitu Arman Saloka untuk mengurus bisnis mereka. Dan saat ini Ray juga Elsa sedang bekerja sama untuk membuka cafe yang tak jauh dari kota.





**TBC


HAPPY READING


SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH 🙏**

__ADS_1


__ADS_2