Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #59


__ADS_3

Raymond menyandarkan tubuh di kursi kebesarannya, dia juga mengepalkan tangan dengan erat serta rahangnya mengeras.


BRAK!


Ray menggebrak meja dengan kencang.


Dia menyesali perbuatan yang sudah dilakukan kepada Kiara.


"Tangan ini, aku benci tangan ini karena susah berani menampar Kiara.." Ray menunduk sedih. "Maafkan aku, Kia. Padahal aku sudah berjanji tidak akan menyakitimu, tetapi semua yang aku katakan entah tenggelam dimana..." lanjutnya, seraya meraup wajahnya dengan kasar.


Raymond bangkit dari kursi, dia akan pulang ke rumah untuk meminta maaf kepada Kia dan tidak akan mengulanginya lagi.


Sesampainya di lobi kantor, Ray bertemu dengan Need.


"Kak, kau mau kemana?"


"Need, bantu aku menghandel semua pekerjaan hari ini. Aku sedang ada masalah."


"Tapi kak—" ucapan Need terpotong karena Ray sudah pergi begitu saja.


"Ada apa dengan Kak Ray? Apa dia ada masalah dengan salah satu istrinya? Sudah aku katakan jika tidak mampu mengurus dua istri sebaiknya ceraikan saja salah satu dari mereka. Jika kak Ray menceraikan Kiara maka aku siap menampungnya, tetapi jika Meysa..." Need menggeleng. "Sebaiknya buang saja dia ke dalam selokan." lanjutnya seraya terkekeh sendirian.


Para karyawati yang lewat di depan Need hanya tersenyum geli karena Need senyum-senyum sendirian.


"Eh." Need menyadari sikapnya yang pasti terlihat aneh. "Karena membayangkan Meysa yang dibuang ke dalam selokan aku jadi ingin tertawa sendiri rasanya..." Need pergi menuju ruangan Raymond untuk mengambil dokumen yang pasti belum Ray lihat.


*


Sesampainya di rumah.


Ray segera turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam.

__ADS_1


"Kia! Kiara!" teriaknya memanggil nama Kiara.


Ray mencari Kiara mulai dari dapur, halaman belakang dan kamar mandi yang ada di lantai bawah.


"Tidak ada, kemana dia? Apa dia berada dikamar?" Ray menaiki anak tangga dengan tergesa-gesa.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka dan Ray langsung menyusuri kamarnya.


"Kia! Kiara! Kamu dimana!!!"


Raymond mencari Kiara di kamar mandi, balkon kamar dan penjuru lainnya.


"Mengapa tidak ada? Apa dia belum pulang dan pergi ke suatu tempat karena sedang kesal padaku?" Ray ingin keluar dari kamar tetapi ketika dia melewati meja rias, dia menemukan secarik kertas yang tergeletak di sana.


Ray berjalan perlahan ke meja rias, jantungnya sudah berdegup tidak karuan, pikiran buruknya melayang entah kemana-mana.


Raymond langsung mengambil secarik kertas itu lalu membuka dan membaca isinya.


"Tidak! Tidak mungkin!" teriaknya frustasi dengan meremas kertas itu.


Ray berjalan cepat ke arah lemari, dia membuka lemari itu dan ternyata lemari tersebut sudah kosong.


"Kia.. Kamu benar-benar meninggalkanku? Tidak Kia, kamu tidak boleh pergi..." Raymond berlari keluar dari kamar dan dia menuju ruang CCTV.


Dengan cepat, Ray melihat kejadian ketika Meysa jatuh dari tangga. Terlihat Kiara yang sudah memegang tangan Mey tetapi pegangan itu terlepas karena Kia tidak tahan menumpu tubuhnya yang kala itu ikut oleng.


"Jadi... Meysa berbohong? Atau dia lupa jika Kiara sudah berusaha menolongnya? Kiara, kenapa kamu gak menjelaskan semuanya padaku.." Ray membenturkan kepalanya sendiri di ujung meja.


"Aku benar-benar bodoh, aku tidak menyelidiki terlebih dahulu sebelum aku menumpahkan amarah ku kepada Kiara."

__ADS_1


Ray beranjak dari kursi dan dia ingin segera mencari Kiara karena dia yakin jika Kiara belum terlalu jauh.


****


Sementara Kiara, dia terus berjalan untuk mencari taksi atau ojek.


"Kenapa dari tadi aku tidak menemukan taksi ataupun ojek?" gumam Kia dengan terus memegangi perutnya yang terasa mual.


Ketika Kia ingin menyebrang, sebuah mobil ALPHARD putih melaju kencang dari depannya.


"Aaaa!!!!!" teriak Kia sembari menutupi kepalanya dengan kedua tangan.


Jimmy yang saat itu ingin pergi ke luar negeri untuk mengurus bisnisnya langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang agar tidak ketinggalan pesawat. Tetapi naas, ketika mobilnya berbelok dirinya terkejut karena melihat seorang wanita yang berada di tengah jalan. Jimmy segera mengerem mobil hingga berbunyi dencitan keras.


Cittt!!!


Brak!


•



Semoga Ray tidak menyesal karena telah membuang berlian



Sedang memikirkan keberadaan Kiara


•


**TBC

__ADS_1


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🤗**


__ADS_2