Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #30


__ADS_3

Kiara telah bersiap pergi ke kantor Ray dengan membawa rantang susun berisi makan siang untuk dirinya dan Ray nanti.


"Akhirnya selesai. Opor ayam dan kerupuk, aku yakin pasti Mas Ray menyukainya." Kia tersenyum bahagia sembari merapikan rantang.


Bi Imah berjalan menghampiri Kiara. "Neng, mau kemana?"


"Eh, Bibi. Ini, saya mau ke kantor Mas Ray." Kia tersenyum tipis.


Bi Imah melirik rantang yang ada di meja. "Neng mau nganter makan siang untuk Tuan Ray?"


Kia mengangguk. "Saya bisa minta alamat kantornya Mas Ray gak, Bi? Nanti biar saya naik taksi aja perginya."


"Nanti Bibi catat ya, Neng."


"Makasih ya, Bi. Kalau gitu saya mandi dulu,"


Kiara meninggalkan senyum dan pergi berlalu dari hadapan Bi Imah. Setelah Kia pergi, Bi Imah hanya menggeleng.


"Neng Kia adalah gadis yang baik dan polos, Ya Allah semoga Neng Kia selalu bahagia dan jauh dari marabahaya. Amin," Bi Imah mencari pulpen dan kertas untuk menulis alamat kantor Raymond.


Setelah bersiap, Kia berjalan ke depan gang untuk menunggu taksi.


*


45menit kemudian.


Taksi Kiara telah sampai di depan gedung nan megah dan tinggi, setelah turun dari taksi Kia sangat takjub melihat gedung besar tersebut.

__ADS_1


"Wah.. Gedungnya tinggi sekali, aku yakin jika ada seseorang yang jatuh dari atas sana pasti tidak akan selamat." gumam Kia sembari menenteng rantang susunnya.


Kia mulai masuk ke dalam gedung itu, sesampainya di dalam Kiara bingung harus bertanya dengan siapa dimana letak ruangan Ray.


"Em, maaf Mbak. Boleh saya tau dimana ruangan Raymond?" Kiara bertanya kepada resepsionis Melda, sebab Rita sedang pergi ke toilet.


"Anda siapa ya?"


"Saya Kiara, is—.. Saudara Ray dari luar kota." ucap Kia tidak meneruskan perkataannya, Kia terpaksa berbohong karena ingin Ray lah yang memperkenalkannya kepada semua orang bahwa dirinya adalah Istri dari seorang petinggi Raymond William.


"Oh, saya kok baru lihat ya? Perasaan Tuan Ray tidak mempunyai saudara yang ada di luar kota." Melda menatap Kia dari atas sampai bawah, memang terlihat bahwa Kia bukan berasal dari kota ini bahkan Kia sangat jelas terlihat seperti gadis kampung.


"Em, mungkin Ray tidak pernah memberitahu siapapun tentang saya." ucap Kia dengan senyum ramah.


Melda hanya mengangguk saja. "Baiklah, mari saya antar'kan." tanpa sedikit curiga, Melda langsung mengantarkan Kia ke ruangan Ray. Melda juga tidak tahu jika di dalam ruangan itu ada Meysa.


Mereka telah keluar dari lift dan Melda hanya mengantarkan Kia sampai di depan pintu lift lantai 15.


"Terima kasih ya, Mbak."


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi." Melda tersenyum tipis dan langsung masuk kembali ke dalam lift untuk turun ke lantai awal.


Kia bergegas berjalan ke ruangan Ray, sudut bibirnya terus terangkat membentuk sebuah senyuman, matanya memancarkan kebahagiaan dan tepat di depan pintu ruangan Ray, tanpa mengetuk terlebih dahulu Kia langsung membuka pintu itu.


"Mas—" ucapan Kia terputus karena melihat sang suami yang sedang dalam pelukan wanita lain.


Ray yang kala itu berusaha melepaskan pelukan Meysa langsung terkejut karena melihat Kiara yang berada di ambang pintu. "Kiara!" pekik Ray dengan melepaskan paksa kedua tangan Meysa yang melingkar di pinggangnya.

__ADS_1


Kiara tidak kuasa menahan kesedihan dan dia langsung berlalu pergi dari ruangan Raymond.


"Kiara! Kiara tunggu!" teriak Ray ketika Kia sudah memasuki lift.


Kiara segera menghapus air matanya. "Kamu gak boleh lemah, Kia. Ayo semangat, kamu harus kuat menghadapi cobaan dari Allah."


Pintu lift terbuka dan Kia langsung berlari kecil keluar dari gedung kantor.


"Mbak—" ucapan Melda mengambang ketika melihat Kia yang terus berjalan cepat dengan tergesa-gesa. "Ada apa dengannya?" Melda mengedikkan bahu.


Raymond berlari mengejar Kiara hingga saat diparkiran, Ray melihat Kia yang sudah masuk ke dalam taksi.


"Argh!" teriak Ray frustasi dengan melayangkan pukulan ke udara.


Di dalam ruangan Raymond.


Meysa tersenyum menang dan langsung menghapus air mata buaya nya. "Permainan dimulai." Mey merapikan kembali pakaian serta rambutnya lalu bergegas keluar dari ruangan.


Meysa tidak tahu jika Kia akan datang ke kantor Raymond, ia datang ke kantor hanya ingin menarik perhatian Ray kembali agar jatuh cinta lagi padanya. Tetapi sepertinya keberuntungan berpihak kepada Meysa sebab Kiara datang di saat yang tidak tepat sehingga menguntungkan bagi Mey.





TBC

__ADS_1


HAPPY READING


SAMPAI JUMPA BESOK 🙏🏻 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 😘


__ADS_2