Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #63


__ADS_3

Pagi hari ini Kiara bangun dengan perasaan yang campur aduk dan tidak seperti biasanya.


Kia memejamkan mata lalu menghela nafas pelan.


"Andaikan kamu tidak membuat aku kecewa, mungkin saat ini aku tidak berada di tempat ini, Mas." lirihnya sambil meraup wajah.


Kiara segera beranjak dari ranjang untuk segera membersihkan diri.


Beberapa saat kemudian, dia telah bersiap dan bergegas untuk mengerjakan pekerjaan rumah.


Pertama Kia mulai dari membereskan tempat tidurnya lalu beralih ke kamar Jimmy.


"Permisi..." ucap Kia sambil membuka pintu kamar.


Keadaan kamar sepi dan itu menandakan Jimmy sudah pergi ke kantor.


"Ya ampun, kamarnya berantakan sekali. Hacim..." Kia bersin karena menghirup wangi parfum milik Jimmy yang baunya masih tertinggal dalam dikamar.


"Aku rasa Tuan Jimmy memakai parfum hingga satu botol. Lihat saja, wanginya sampai membuat aku ingin mual." Kia mengibaskan udara yang lewat dari depan hidungnya.


Dia mulai berjalan ke ranjang dan menyusun bantal-bantal serta selimut yang berserakan. Setelah itu, Kia memunguti bekas-bekas tisu menggunakan sarung tangan plastik.


"Apa ini?" Kia menenteng dan menatap bungkusan berwarna merah yang berada ditangannya.


"Sutra? Apa ini seperti tempat tisu pembersih wajah?" Kia membolak-balikkan tempat pengaman itu.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka dan Jimmy terkejut karena mendapati Kia yang berada di dalam kamarnya.


"Kia! Kamu ngapain dikamar saya?" Jimmy berjalan menghampiri Kiara.


"Maaf jika saya lancang sudah berani masuk ke dalam kamar anda, Tuan. Tadi saya berniat untuk membereskan kamar anda, tetapi waktu mengutip sampah saya menemukan ini." Kiara mengangkat tinggi-tinggi bekas pengaman tersebut.


Mata Jimmy seperti ingin keluar dari tempatnya. Bagaimana tidak, Kiara saat ini memegang tempat pengaman yang biasanya dia gunakan untuk bermain dengan Bella.


"I—itu bukan apa-apa." ucap Jimmy gugup dan langsung merebut tempat ko*ndo*m itu.


"Eh, Tuan. Memangnya itu apa? Bukankah itu untuk tempat tisu basah?" Kia bertanya dengan nada polos.


Jimmy terperangah mendengar pertanyaan dari Kiara.


'Ya Tuhan, gadis ini benar-benar polos atau hanya pura-pura saja sih?' batin Jimmy tidak habis pikir dengan Kiara.

__ADS_1


"Halo! Tuan, kenapa anda diam saja? Katakan itu bungkus apa?" Kia menatap wajah Jimmy.


"Em, anu... Ini, ini bekas—"


Ting tong


Belum selesai berbicara, terdengar bunyi bel yang nyaring dari luar rumah.


"Biar saya saja yang buka." ucap Kiara lalu berjalan pergi.


Jimmy akhirnya bisa menghela nafas lega karena suara bel yang menyelamatkan dia.


"Syukurlah, akhirnya aku bisa terbebas dari pertanyaan Kiara."


Sementara di lantai bawah.


Kiara segera membuka pintu karena bel terus saja berbunyi.


"Iya sebentar!" teriaknya.


Ceklek.


Pintu utama telah terbuka dan memperlihatkan seorang wanita seksi nan cantik, dengan riasan wajah yang lumayan tebal.


"Kamu siapa? Pembantu baru?" Bella langsung masuk ke dalam apartemen tanpa dipersilahkan.


"Eh, Mbak. Kenapa anda tidak sopan? Saya 'kan belum mengijinkan anda masuk, lalu kenapa anda masuk terus?" Kia menghentikan langkah Bella yang ingin duduk di sofa.


"Aku tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaanmu, sekarang aku ingin bertemu dengan Tuan Jimmy, katakan dia ada dimana?" Bella segera mendudukkan bokong di sofa empuk itu.


"Tuan Jimmy? Dia ada—"


"Bella!" pekik Jimmy kaget karena mendapati Bella yang sudah berada di apartemennya.


"Tuan..." Bella beranjak dari sofa dan menghampiri Jimmy yang sudah sampai di tangga terakhir.


"K—kau, kenapa kau bisa ada disini?" Jimmy melirik Kiara sekilas.


"Aku sengaja datang ke negara ini untuk menemui anda. Anda pergi tanpa memberikan kabar padaku, aku yakin anda sulit mendapatkan kehangatan selain dariku, maka dari itu aku datang kesini untuk menawarkan kehangatan pada anda." ucap Bella tanpa malu.


Jimmy meneguk Saliva nya kasar, hancur sudah reputasinya di depan Kiara.


'Sialan... Bella bisa merusak rencanku untuk mendekati Kiara.' ingin sekali rasanya Jimmy membekap mulut Bella yang tanpa rem itu.

__ADS_1


"Tuan, anda ingin melakukan —"


"Stop! Apa kau tidak malu? Disini ada Kiara dan kau malah berbicara hal menjijikkan itu."


Bella menatap Kiara dengan sinis. "Siapa memangnya dia?"


Jimmy hanya diam saja tanpa menjawab ucapan Bella.


"Oh ya, Tuan. Apa anda tidak pergi ke kantor?"


"Saya tadi sudah pergi ke kantor dan pulang untuk mengambil berkas yang ketinggalan di dalam kamar."


Kiara mengangguk paham.


"Kalau begitu, Bella! Kau pulanglah ke hotel, aku ingin kembali ke kantor lagi."


"Tapi, Tuan! Bagaimana dengan—" ucapan Bella terputus.


"Aku tidak punya waktu untuk itu, lupakan saja semuanya." Jimmy menatap Kiara dan tersenyum tipis, lalu dia melangkah pergi meninggalkan dua wanita beda usia itu.


'Aku yakin Tuan Jimmy menolak ku karena gadis ini. Gayanya saja norak, aku yakin dia berasal dari kampung, cih! Apa hebatnya?' Bella menghina Kiara dalam hati.


Bella berjalan mendekati Kiara. "Hei, aku yakin jika Tuan Jimmy berubah seperti itu karena dirimu. Berapa bayaran yang dia berikan padamu? Apa permainanmu di ranjang lebih agresif daripada aku?"


Kiara mengerutkan dahi. "Apa maksud anda, Mbak? Saya tidak mengerti."


"Halah, pura-pura polos." cibir Bella dengan nada sinis.


"Saya tidak punya waktu untuk meladeni Mbaknya, permisi." Kiara pergi dari hadapan Bella daripada dia harus terpancing emosi.


"Hei! Hei tunggu!" Bella berteriak memanggil Kia, tetapi Kia tidak memperdulikannya.


"Dasar! Baru juga di manja oleh Tuan Jimmy dia sudah besar kepala dan berani mengabaikanku. Lihat saja nanti!" Bella pergi dari apartemen milik Jimmy dengan membawa segala kekesalannya.





**TBC


HAPPY READING

__ADS_1


SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA, JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN. TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻**


__ADS_2