Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #84


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Jimmy baru mendengar tentang kabar kecelakaan Rayyan. Dia bergegas menuju ke rumah Raymond karena Rayyan telah pulang ke rumah.


Setelah sampai dirumah Ray, Jimmy langsung mengetuk pintu. Tak lama kemudian, asisten rumah tangga disana membukakan pintu untuk Jimmy.


"Saya ingin bertemu dengan Kiara." ucap Jimmy tegas.


"Nyonya sedang berada di taman belakang, Tuan.''


Jimmy langsung pergi menemui Kiara. Dari kejauhan, dia dapat melihat wanita cantik itu duduk bersama putranya yang berada di kursi roda.


"Anak papa." sapa Jimmy membuat Rayyan dan Kiara menoleh.


"Papa!" sorak Rayyan bahagia karena akhirnya bisa kembali bertemu dengan ayah angkatnya.


Jimmy mendekati Rayyan dan dia memeluk tubuh mungil bocah itu.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja saat ini? Mana yang sakit, hm? Katakan pada papa." Jimmy memanjakan Ray, dia menangkup wajah mungil Rayyan.


"Ray baik-baik saja, pa. Hanya kepala Ray yang masih sedikit pusing."


"Papa sangat khawatir waktu mendengar kabar kamu kecelakaan. Maafin papa karena terlambat ya, Sayang. Papa sibuk bekerja hingga tidak sempat memegang ponsel."


Rayyan tersenyum manis lalu dia mengangguk. "Tidak masalah, Pa. Ray saat ini sudah membaik, apalagi papa menjenguk Ray."


Jimmy mengecup dahi Rayyan dan juga kedua pipinya. Sementara Kiara, wanita cantik itu menatap keakraban antara putranya dan pria yang sudah menemaninya disaat dia sedang dalam keadaan sulit.


"Akh, aku sampai melupakan wanita cantik ini karena sangat khawatir dengan keadaan putraku." Jimmy bergurau seraya menatap wajah Kiara yang tiba-tiba bersemu merah.

__ADS_1


"Sudahlah, Mas. Aku bukan kia yang dulu lagi, saat ini aku sudah bersuami dan kau tidak boleh menggodaku." ejek Kiara menguat Jimmy tertawa.


"Hei, aku tidak menggoda. Kau memang sangat cantik, saat ini atau dimasa depan nanti." ujar Jimmy tulus dari hati, dia tidak mungkin bisa semudah itu melupakan cintanya untuk Kiara.


"Ehem." tiba-tiba suara deheman membuyarkan konsentrasi Jimmy yang sedang menatap wajah cantik Kiara.


Pria itu berdiri dan dia memperbaiki penampilannya.


"Selamat pagi, Tuan Raymond." sapa Jimmy pada Ray yang ternyata baru saja kembali dari kantor.


"Pagi, Tuan Jimmy. Apa kau sudah puas menatap wajah cantik istriku?" sindir Ray lalu duduk di sebelah Kiara.


"Akh, maafkan saya, Tuan Ray."


"Tidak perlu meminta maaf, cukup jangan pernah mengulangi hal yang sama lagi." tegas Ray.


"Sudahlah, Mas. Apa kalian berdua tidak malu berdebat di depan anak kecil?" Kiara angkat suara.


Kedua pria tersebut hanya mampu terdiam.


Disaat keadaan terasa canggung, suara merdu seorang wanita yang baru saja datang mampu mencairkan suasana.


"Halo semuanya." sapa Elsa berjalan ke arah bangku.


Jimmy tersenyum tipis melihat siapa yang datang, sementara Elsa tidak menggubris pria itu sedikitpun.


"Hai ponakan, onty. Bagaimana keadaanmu, Sayang? Maaf onty baru bisa datang menjengukmu hari ini." Elsa berkata manis dan dia berjongkok di depan kursi roda milik Rayyan.

__ADS_1


"Ray sudah membaik, onty." jawab Ray polos dengan senyum manisnya.


"Kamu harus kuat karena kamu anak laki-laki."


Rayyan mengangguk.


Elsa sudah memendam rasa cintanya untuk Raymond, dia harus mampu menerima kenyataan pahit ini.


"Terima kasih karena kau sudah datang untuk menjenguk Rayyan, Elsa." ucap Kiara sambil tersenyum ramah.


"Sama-sama, Kia. Kau tidak perlu sungkan, aku sudah menganggap Rayyan seperti putraku sendiri.'' jawab Elsa jujur, entah mengapa dia sangat menyayangi Rayyan.


"Apa kau tidak masuk kerja, Elsa?" Raymond bertanya heran.


"Aku sudah izin untuk keluar sebentar." sahut Elsa seadanya. Tanpa sengaja, mata Elsa terhenti di Jimmy yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip. Tentu saja hal tersebut membuat Elsa takut dan risih.


'Pria ini, benar-benar menyebalkan!' decih Elsa dalam hati.


'Gadis unik, cuek, dan sombong.' batin Jimmy mengagumi sikap Elsa.


Mereka pun berbincang seperti keluarga dekat, tidak ada kecanggungan meski Jimmy dan Elsa pernah mencintai orang yang salah, yaitu milik orang lain.




TBC

__ADS_1



__ADS_2