Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #75


__ADS_3

Flashback On:


Raymond menatap Kiara dengan serius.


"Kia, sampai saat ini aku masih tetap mencintai kamu. Aku menyesali semua perbuatanku, aku mohon berikan aku kesempatan sekali lagi agar aku bisa ikut merawat Putra kita. Kembalilah padaku, Kia." Ray menggenggam kedua tangan Kiara.


Jimmy membuang muka karena tidak sanggup melihat kejadian yang membuat dadanya terasa sesak.


Kiara terdiam dan menghembuskan nafas pelan. "Jujur sebenarnya aku masih sulit untuk memulai kembali bahtera rumah tangga, Mas. Aku seakan trauma dengan apa yang telah terjadi pada kehidupan rumah tangga kita yang lalu."


"Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, aku janji." Ray memohon agar Kiara kembali padanya.


"Kiara, jika kamu masih mencintai Raymond tdiak ada salahnya lagi kalian mencoba membangun kembali rumah tangga yang sempat hancur ditengah jalan." ucap Elsa angkat suara.


Kiara melirik Jimmy, dia tidak enak dengan Jimmy karena biar bagaimanapun Jimmy-lah yang sudah membantu serta menemaninya dari dia menjalani hidup susah hingga sekarang ini dirinya jadi seorang pengusaha ARA GLOW.


"A—aku?" ucapan Kiara terhenti karena Jimmy menyelanya.


"Benar yang Nona itu katakan, jika masih cinta sebaiknya kamu terima saja Raymond kembali."


Kiara menghela nafas. "Aku akan memberikan kesempatan sekali lagi untuk kamu, Mas.''


Raymond menatap Kiara dengan mata berbinar. "Benarkah? Sungguh? Terima kasih Kiara, terima kasih." lanjutnya sambil memeluk tubuh Kiara.


Kiara sudah berpikir jika tidak ada salahnya dia menerima Raymond kembali untuk menjadi suami, lagipula sudah ada Rayyan di tengah-tengah mereka jadi Kiara tidak sanggup untuk menolak Raymond dan di sisi lain karena Kiara juga masih memiliki rasa cinta untuk Ray.


"Baiklah, aku permisi." Jimmy pergi dari ARA GLOW


"Kau tau, Kia. Raymond sudah seperti orang gila karena dia selalu memikirkanmu dan juga selalu mencarimu tetapi tidak ketemu. Mungkin kalian berdua masih berjodoh, selamat atas pertemuan kalian dan semoga kalian berdua selalu bahagia. Aku permisi." Elsa pergi dari hadapan Raymond dan Kiara.


Pelukan terurai.


Raymond menatap wajah cantik Kiara yang selama ini sangat dia rindukan.


***


Di tengah jalan.


Elsa kaget karena mobilnya tiba-tiba tersendat.


"Eh, loh kok mati?" Elsa mencoba menstater mobil tetapi tidak bisa menyala.


Dirinya keluar dan mencari bala bantuan.

__ADS_1


"Kenapa sepi sekali? Tidak ada orang lewat dari sini." Elsa terus saja melirik ke sana kemari.


Dia memesan taksi online karena hari sudah hampir gelap.


"Sial banget sih hari ini, Raymond ketemu sama istrinya nah mobil juga pakai mogok segala lagi." Elsa menyandarkan tubuh di badan mobil.


Tak lama kemudian.


Sebuah mobil Alphard berwana silver berhenti tepat di depan Elsa.


Elsa heran karena tidak mengenali mobil tersebut. "Siapa ya? Jangan-jangan begal atau rampok, tapi gak mungkin kalau begal mobilnya bagus banget begini." gumam Elsa sambil terus melihat mobil yang berhenti.


Sang pengendara turun dan Elsa membuka mulutnya.


"Hai Nona, kenapa Anda berada di pinggir jalan seperti ini?" Jimmy menatap wajah cantik Elsa.


"Mobil saya mogok, dan saya sedang menunggu taksi online." sahut Elsa ketus.


"Galak sekali." gumam Jimmy dengan pelan.


"Anda mengatakan sesuatu?" Elsa samar-samar mendengar ucapan Jimmy.


"Tidak, saya hanya berkata takut ada yang malak jika Anda berada di pinggir jalan sendirian seperti ini. Apa Anda tidak takut begal atau rampok?''


Glek.


"Tentu saja saya takut, tapi sebentar lagi taksi online pesanan saya pasti akan tiba."


"Benarkah? Apa Anda tidak ingin pulang bersama saya? Saya bersedia mengantar Anda hingga sampai ke rumah." Jimmy menaikkan sebelah alisnya.


'Dasar modus!' batin Elsa sinis.


"Jika Anda tidak mau tidak masalah, saya permisi." Jimmy melangkah menuju mobilnya.


Terdengar suara petir.


"Astaga, sepertinya akan turun hujan. Bagaimana ini?" Elsa menjadi bimbang sementara Jimmy sudah hampir sampai di mobilnya.


Suara gemuruh terdengar lagi dan Elsa menjadi semakin takut ditambah dengan cuaca yang sudah gelap gulita.


"TUAN!" Elsa berteriak ketika Jimmy hendak masuk ke dalam mobil.


Jimmy tersenyum dan membalikkan badan.

__ADS_1


"Apa Anda berubah pikiran, Nona?"


Elsa membuang segala rasa malunya, dia segera berjalan menghampiri Jimmy.


"Saya bersedia pulang bersama dengan Anda."


"Wow, tadi Anda menolak dan sekarang Anda menawarkan diri."


Elsa menatap Jimmy dengan kesal. "Ya sudah, jika Anda tidak mau mengantarkan saya sebaiknya saya menunggu taksi online saja." Elsa ingin berbalik tetapi suara Jimmy menghentikan langkahnya.


"Baik, baik... Mari masuk ke dalam mobil, saya akan mengantar Anda pulang dan sampai ke rumah dalam keadaan selamat." ucap Jimmy dengan yakin.


Tanpa basa-basi akhirnya Elsa masuk ke dalam mobil milik Jimmy.


Jimmy segera menyusul Elsa dan mobil pun melaju pergi.


Di dalam mobil.


Keadaan cuaca diluar sedang gerimis, Elsa duduk dengan tidak nyaman karena rok nya terlalu pendek hingga menampakkan paha putih mulus miliknya.


Elsa menurunkan roknya dengan susah payah agar Jimmy tidak melihat paha mulusnya.


Jimmy yang mengerti akan keadaan Elsa langsung menegur.


"Besok besok, jika Anda pergi ke kantor pakailah celana panjang agar mata semua pria tidak tertuju pada paha mulus Anda." tegur Jimmy sambil memberikan Jas miliknya untuk menutupi paha Elsa.


"Apa ini?" Elsa bertanya dengan heran.


"Itu Jas, apa Anda tidak tau?" Jimmy menjawab dengan santai.


"Ya saya tau kalau ini Jas, maksud saya untuk apa?"


"Untuk menutupi paha Anda."


Elsa melirik wajah tampan Jimmy dengan kesal, dia meletakkan Jas milik Jimmy di atas pahanya.


Susana di dalam mobil terasa canggung karena diantara mereka berdua tidak ada satupun yang berniat untuk memulai percakapan.




**TBC

__ADS_1


HAPPY READING


Jangan lupa tinggalkan jejak serta dukungannya, terima kasih banyak 🙏**


__ADS_2