
Ray berangkat ke kantor seperti biasanya, dia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang agar bisa sampai tepat waktu di kantor karena dirinya ada meeting penting hari ini. Namun, dalam perjalanan tiba-tiba ada sebuah mobil yang mengerem mendadak. Ray terkejut hingga dia juga memijak pedal rem nya hingga berbunyi decitan.
Tak disangka, motor yang berada di belakang mobil Ray ikut memijak rem nya hingga tanpa sengaja motor itu menyenggol badan mobil milik Ray.
Seketika Ray langsung keluar dari mobilnya saat dia mendengar suara sesuatu dari arah belakang. Ray terkejut karena mobil kesayangannya tergores. Dia menatap sang pengendara motor yang masih memakai helm.
"Hei, Anda yang menabrak mobil saya?"
Tidak ada jawaban dari orang itu, dia bahkan enggan untuk membuka helmnya.
"Kenapa Anda hanya diam saja? Saya ingin Anda mengganti rugi!" ucap Ray memberikan pelajaran agar pengendara itu bisa lebih hati-hati dalam membawa motor.
Helm pun dibuka, Ray menautkan kedua alisnya saat melihat sang pengendara itu ternyata adalah seorang gadis.
"Tuan, maafkan saya, Tuan. Saya tidak sengaja, tadi saya memikirkan sesuatu dan—"
"Saya tidak butuh penjelasan, yang saya butuhkan adalah ganti rugi!"
'Dia terlihat seperti orang kaya, tapi sayang sangat matre!' batin gadis itu merasa kesal.
"Anda mau ganti rugi atau tidak?"
"Tuan, tadi saya tidak sengaja. Tuan sendiri yang mengerem secara mendadak, kenapa malah menyalahkan saya?"
"Nona, saya tidak menyalahkan. Saya hanya ingin Anda mengganti rugi karena mobil kesayangan saya tergores akibat kelakuan Anda."
'Dasar pria aneh!' pungkas gadis itu dalam hati.
"Baiklah, berapa yang harus saya bayar?"
__ADS_1
"Sepuluh juta.''
"Apa! Harga memperbaiki goresan seperti itu sepuluh juta? Anda jangan asal bicara, Tuan!"
"Saya tidak asal bicara! Anda bisa ikut bersama saya ke bengkel dan Anda lihat sendiri berapa biayanya."
Gadis itu tertunduk lesu. "Tapi saya tidak punya uang sebanyak itu."
Ray terdiam sejenak. "Anda masih bersekolah?"
"Tidak! Saya sudah bekerja, tapi saya baru saja di pecat dari pekerjaan. Maka dari itu, saya tadi melamun."
"Saya tidak peduli! Intinya saya ingin Anda mengganti rugi. Jika Anda tidak mau maka Anda harus menuruti perkataan saya. Bagaimana?''
Gadis tersebut terdiam. "Tergantung." ucapnya singkat dan santai.
"Anda harus bekerja dengan saya selama enam bulan, dan selama bekerja gaji yang Anda dapatkan akan saya potong setengahnya sebagai ganti rugi perbaikan mobil."
"Saya menerima tawaran Anda." ucap gadis tersebut setuju.
"Kalau begitu sekarang juga Anda bisa langsung bekerja,"
Gadis itu mengangguk. Mereka berdua pun pergi menuju ke kantor milik Rayyan.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka berdua sampai di tempat tujuan. Gadis itu terlihat kagum melihat gedung besar nan tinggi yang ada di hadapannya. Dia berdecak sambil menatap gedung itu.
"Apa Anda tidak ingin tahu pekerjaan Anda itu apa?"
"Memangnya apa, Tuan? Saya hanya lulusan SMA dan pastinya tidak mengerti bisnis. Dulu, saya bekerja di sebuah cafe sebagai waiters." ucap gadis sederhana itu.
__ADS_1
Ray melangkahkan kaki tanpa menjawab perkataan sang gadis. Sesudah berada di dalam ruangannya, Ray duduk di kursi kebesaran.
"Baiklah, saya akan mengatakan tugas Anda di kantor ini.'' Ray memangku kedua tangan. "Pertama, Anda adalah asisten pribadi saya. Jadi, kemanapun saya pergi Anda harus ikut dengan saya." ucapnya karena asisten pribadi Ray memang sudah resign. "Kedua, kecuali menjadi Asisten, Anda juga OG di kantor ini. Anda tahu OG bukan?"
"Office girl." sahut gadis itu.
"Bagus. Dan sesuai dengan pembicaraan kita tadi, saya akan memotong gaji Anda setiap bulannya sebagai ganti rugi perbaikan mobil. Lalu, Anda harus mengikuti perkataan saya. Paham!"
Gadis itu menyimak lalu mengangguk.
"Katakan siapa nama Anda."
"Nama saya Yolanda, Tuan bisa memanggil saya dengan sebutan Yola. Umur saya dua puluh lima tahun, saya hanyalah seorang gadis sederhana."
"Saya tidak peduli tentang masalah pribadi Anda, yang saya tanya hanyalah umur."
Yola berdecak kesal. Dia adalah tipe gadis ceria, bar bar, dan cerewet. Dirinya anak sematawayang dan Ayahnya telah tiada akibat terkena penyakit jantung. Sementara Ibu Yola, beliau sudah tua dan hanya bisa mengharapkan kesusksesan dari seorang Yolanda.
Gadis itu di pecat dari pekerjaannya karena banyak sekali yang iri dengannya. Dia selalu menjadi kesayangan sang pemilik cafe, yaitu Dion Kusuma. Namun, fitnah keji yang Yola dapatkan membuat Dion menjadi tidak suka padanya dan memecat dia.
"Tuan, saya disini 'kan bekerja sebagai OG. Apa tidak ada baju khusus untuk saya?''
Bunyi detik jam dinding terdengar, Ray menatap gadis itu dengan heran. Bagaimana tidak, di sisi lain pasti banyak yang malu dengan pekerjaan Office girl apalagi sekelas gadis cantik seperti Yola. Tetapi berbeda dengan gadis ini, dia terlihat bersemangat dan ceria.
"Tentu saja ada. Ikuti saya!" Ray berjalan di depan Yola.
Mereka sudah sampai di dapur kantor, disana Ray memperkenalkan Yola pada semua OG dan OB disana. Yola menyapa mereka dengan ramah, bahkan dia terus mengembangkan senyum manisnya.
'Tidak masalah jika aku harus bekerja sebagai OG, intinya pekerjaan ini halal dan aku masih bisa mendapatkan pemasukan untuk membeli obat Ibu.' batin Yola tetap bersyukur.
__ADS_1
{**Bersambung**}