Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #54


__ADS_3

Kiara tengah menyapu rumah, sementara Meysa duduk di sofa dengan memakan kacang.


Kia menghembuskan nafas pelan ketika melihat kulit kacang milik Mey yang berserakan dilantai sedangkan dia belum selesai menyapu rumah.


"Apa Mbak Mey tidak melihat saya yang sedang menyapu? Kenapa membuang kulitnya sembarangan seperti ini?" ucap Kia karena merasa kesal.


Meysa menatap Kiara dengan tidak suka karena Kia sudah berani menegurnya.


"Terus kalau aku mau nya seperti ini, kau mau apa?" Mey tersenyum miring.


"Seharusnya Mbak Mey bisa sedikit menjaga sikap." ujar Kiara dengan berani.


Meysa beranjak dari sofa dan menaburkan kacang yang masih ada dalam bungkusan ke lantai.


Kiara terperangah kaget. "Apa yang Mbak Mey lakukan?"


"Kenapa? Apa kau tidak menyukainya? Kau memang pantas menjadi pembantu Kia, bukan sebagai Nyonya." Mey langsung pergi dari harapan Kia.


Kiara hanya menggeleng ketika mendengar ucapan Meysa, perbedaan sifat mereka tentu sangat jauh karena Mey berasal dari kota dan mengetahui tentang banyak hal sementara Kiara berasal dari desa kecil jadi tidak terlalu tahu tentang banyak hal.


Kia mulai menyapu ulang kacang yang berserakan di lantai.


Di halaman belakang.


Meysa berdecak kesal karena Kiara sudah berani menegurnya.


Tut tut


Panggilan tersambung.


"Halo, apa kau sudah pergi dari negara ini?" Mey langsung bertanya dengan cepat ketika sambungan telepon terjawab.


📲"Ya. Aku sudah meninggalkan negara mu, dan tentu saja dengan membawa kenangan yang manis."

__ADS_1


"Bagus sekali, aku tidak ingin ada satu orang pun yang curiga tentang kehamilan ku ini. Aku sudah menanam saham besar di perusahaan mu, aku juga sudah mengirimkan uang sebagai bonus untuk mu."


Pria di seberang sana tersenyum senang.


📲"Terima kasih atas bantuan mu."


"Kau tidak perlu berterima kasih, John. Kita sama-sama untung bukan? Jika kau berani membocorkan tentang masalah kandungan ku yang bukan anaknya Ray, maka aku akan mencabut seluruh saham ku yang ada di perusahaan mu dan aku juga akan membuat perhitungan padamu." gertakan yang Mey berikan.


📲"Kau tenang saja, aku tidak akan bocor."


Setelah mengatakan 'bye' sambungan telepon langsung terputus.


Mey tersenyum senang karena akhirnya rencana yang di pikirkan berjalan mulus.


Sementara di balik tembok, Kiara membekap mulutnya sendiri karena mendengar obrolan telepon antara Mey dan seseorang diseberang sana.


"MBAK MEY!" teriak Kiara dengan menahan amarah.


Meysa terkejut dan senyumnya langsung surut.


Kiara berjalan ke arah Meysa dengan tatapan tajam.


"Mbak Mey keterlaluan!" ujar Kia dengan nada tinggi.


"A—apa yang kau katakan?" Mey mencoba berkilah.


"Tidak usah berpura-pura, Mbak. Saya memang orang desa tapi saya tidak begitu bodoh!"


Meysa menetralkan detak jantungnya yang tidak seirama.


"Aku tidak mengerti dengan ucapan mu.'' Mey ingin melangkah, tetapi Kia dengan cepat menarik tangannya.


"Jangan berbohong, Mbak! Saya mendengar obrolan Mbak dengan seseorang yang ditelepon tadi."

__ADS_1


'Apa? Tidak, gadis kampung ini tidak boleh menghancurkan rencana yang sudah aku pikirkan matang-matang.' batin Meysa.


"Memang nya apa yang kau ketahui?" Mey menghempaskan tangan Kiara yang memegang lengannya.


"Semua! Semua pembicaraan kalian hingga aku juga tau kalau bayi yang ada di dalam kandungan Mbak Meysa bukanlah anak dari Mas Raymond." Kiara berkata dengan nada tinggi.


Mey meneguk saliva nya dengan kasar.


"Lalu apa yang akan kau lakukan? Apa kau ingin mengadu kepada Raymond?" Mey bersidekap sembari tersenyum sinis.


"Aku akan mengatakan yang sebenarnya kepada Mas Ray, dia tidak boleh tertipu dengan wanita seperti Mbak Meysa." Kiara menunjuk wajah Meysa.


Meysa menghempaskan jari telunjuk Kiara dengan kasar.


"Singkirkan jari kotor mu dari wajahku." Meysa menatap Kia dengan tajam. "Kau pikir aku akan takut dengan ancaman murah mu itu?" Mey mendekatkan wajah dengan Kiara hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. "Kita lihat saja siapa yang akan dipercaya oleh Raymond. Kau memang istri sah dan aku rasa Ray sangat mencintaimu, tetapi kau juga harus ingat jika aku adalah cinta pertama Ray dan kami pernah menjalin hubungan selama beberapa tahun. Raymond tidak tahu watak jahat ku, yang dia tau jika aku hanyalah wanita yang baik, wanita yang mau menerima dengan ikhlas jika calon suaminya menikah dengan wanita lain. Kau bisa pikirkan seberapa percayanya juga dia padaku."


Mey menjauhkan kembali wajahnya diselingi senyum menang karena melihat wajah Kiara yang kaku.


"Sampai jumpa di pertempuran nanti." Mey langsung pergi meninggalkan Kia yang hanya diam mematung.


Kia meneteskan air mata.


"Apalagi ini ya Allah, kenapa Mbak Mey sangat jahat sekali? Aku menyesal karena sudah berpikir jika dia akan berubah menjadi lebih baik, tetapi malah sebaliknya... Aku sangat kasihan dengan Mas Ray, tetapi bagaimana caraku untuk membongkar kebusukan Mbak Meysa. Hiks.."


Kia menangis hingga sesegukan.




**TBC


HAPPY READING

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻


KOLOM KOMENTAR TEMBUS HINGGA 20 KOMEN AKAN OTHOR UP TIGA BAB LAGI 🤗**


__ADS_2