Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #56


__ADS_3

Raymond masuk ke dalam kamar Kiara dengan pertanyaan yang sangat banyak didalam benaknya.


Kiara yang saat itu tengah duduk ditepi ranjang langsung segera beranjak.


“Mas.” Kiara memanggil.


“Kia, katakan apa yang sebenarnya kamu ketahui?” Ray menatap wajah Kiara.


“Maksud kamu apa, Mas?” Kia menatap Ray dengan perasaan heran.


Meysa menyusul masuk ke dalam kamar dengan tertatih dan memakai selimut tebal.


“Apa yang kamu dengar itu salah paham. Dan apa yang sudah kamu katakan kepada Meysa hingga membuat dia jatuh sakit seperti itu?” Ray berkata dengan nada sedikit meninggi.


“A—Aku..” Kia menatap Meysa yang hanya berdiri di dekat pintu kamar.


“Aku yakin jika kamu bukanlah wanita jahat, Kia. Kamu gak mungkin iri dengan Mey karena dia hamil lebih dulu daripada kamu bukan?”


Kia menggeleng. “Mas, aku mana mungkin iri. Bahkan aku ingin ikut menjaga Mbak Meysa dan bayinya, tapi sayangnya bayi yang ada di dalam kandungan Mbak Meysa itu bukan anak kamu, Mas.”


“Bohong!” titah Mey.


Dia berjalan menghampiri Raymond dan Kiara.


“Kamu bohong, Kiara. Aku yakin jika kamu iri denganku, aku sedang mengandung anak Ray sementara kamu sampai saat ini belum juga hamil.” Mey berkata dengan nada lirih.

__ADS_1


“Mbak, Mbak Meysa ini bicara apa? Kenapa Mbak Meysa malah menyudutkan saya?” Kiara menjadi tidak terima.


“Kamu benar-benar pintar bersandiwara, Kiara.”


“Tapi—“ ucapan Kia terpotong karena Ray dengan cepat menyelanya.


“Cukup Kiara! Aku sangat lelah dan kalian malah bertengkar. Jika kalian berdua terus seperti ini, maka aku akan membawa kamu pindah, Meysa. Dan Kia, aku harap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Jika info yang kamu dapat belum akurat apalagi tidak ada bukti, jangan pernah menyampaikannya kepadaku.” Ray langsung pergi keluar dari kamar.


Kia ingin mengejar Raymond, tetapi Meysa dengan cepat mencekal lengannya.


“Apa kau lupa dengan yang aku katakan? Ray juga akan percaya padaku, jadi kau jangan berpikir untuk menang terlebih dahulu. Aku adalah Meysa dan tidak akan terkalahkan, kau telah mencari lawan yang salah.” Meysa tersenyum menang.


“Aku akan mengatakan kepada Mas Ray jika dia harus melakukan tes DNA sebagai bukti.”


“Oho.. Silahkan saja, aku tidak takut.” Mey terkekeh pelan dan berlalu pergi dari hadapan Kiara.


**


---------Dua bulan kemudian--------


Meysa terus saja gencar untuk memisahkan Ray dan juga Kia, berbagai macam cara dan ucapan bohong dia katakan kepada Ray dan Ray akhirnya mulai percaya kepada perkataannya.


Mey saat ini memiliki rencana untuk menyakiti dirinya sendiri dan menuduh Kia agar Ray menghukum Kiara seperti kemarin.


Kiara menuruni anak tangga dan Meysa mengikuti dari belakang.

__ADS_1


“Sedikit lagi sampai.” gumam Meysa dan langsung memposisikan diri agar menggelinding dari tangga dan seakan-akan Kiara yang mendorongnya.


Tetapi semua perkiraan Meysa salah, ketika dia hendak sampai di dekat Kiara, kakinya terpeleset dan dia benar-benar terjatuh.


“Aaa!!!!” teriak Meysa.


Kiara melotot kaget ketika melihat Meysa yang terguling dari tangga.


"MBAK MEYSA!" Kiara berteriak dan dengan cepat menghampiri Meysa yang sudah tergeletak di lantai.


"Aduh, perutku.." Meysa memegangi perutnya yang benar-benar sakit.


"Ya Allah, Mbak!" Kia berjongkok di samping Meysa.


Mata Kia melihat ada sedikit darah yang mengalir dari paha Meysa, Kiara langsung berpikir bagaimana cara menolong Meysa meskipun dia masih merasa sangat kesal dengan Mey tetapi Kia tidak pernah membenci ataupun mempunyai dendam.


"Perutku.." Meysa terus saja merintih.


"Mbak Meysa tunggu sebentar disini. Saya akan mencari pertolongan terlebih dahulu." Kia berdiri dan bergegas mencari bala bantuan untuk membawa Meysa ke rumah sakit.




**TBC

__ADS_1


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 😘**


__ADS_2