Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #44


__ADS_3

"APA?" teriak Ray karena terkejut mendengar ucapan sang Mama.


"Kenapa? Apa kamu tidak ingin menuruti permintaan Mama?" Rara menatap wajah Ray yang terlihat merah padam.


Ray sendiri tidak habis pikir dengan sang Mama yang sangat ringan mengatakan dia harus menikah dengan wanita lain sementara dirinya masih sah menjadi suami orang.


"Aku tidak mau, Ma! Permintaan Mama benar-benar konyol." titah Ray dengan marah.


"Raymond, seharusnya kamu sadar sudah satu tahun kamu menikah dengan gadis kampung itu tetapi kalian belum juga punya anak. Apa kamu tidak kasihan dengan Mama? Mama sudah tua dah sangat ingin mengendong cucu, kamu mau jika Mama mati tanpa menimang cucu terlebih dahulu?"


"Kenapa Mama berpikiran sejauh itu? Aku dan Kia juga sedang berusaha supaya cepat punya anak, Ma. Kami sedang mengikuti program hamil." jelas Ray kepada Rara.


"Tetap aja belum ada hasilkan? Mama gak mau tau, pokoknya kamu harus menikah dengan Meysa." keputusan Rara tanpa bisa di ganggu gugat.


"Aku udah punya istri, Ma. Aku gak mungkin menceraikan Kiara, aku udah janji untuk melindungi serta menjaganya." Ray menggeleng kecewa dengan keputusan sang Mama.


"Aku siap madu, Mas." Kia berjalan menghampiri Raymond dengan gontai.


Semua mata tertuju pada Kiara.

__ADS_1


"Kia apa yang kamu katakan? Aku tidak akan menikah dengan siapapun, hanya kamu yang pantas memiliki diriku hanya kamu!!!" Ray menekan setiap ucapannya.


"Aku ingin kamu berbakti kepada orang tuamu, Mas. Jika kamu tidak ingin menjadikan Mbak Meysa sebagai maduku, sebaiknya kamu ceraikan saja aku." Kia akhirnya mengalah demi kebahagiaan Mama Ray, Kia juga tidak ingin Ray jadi anak durhaka meskipun dia tahu jika permintaan Mama Ray sangat menyakitkan baginya.


"Bagus jika kamu sadar diri." Rara melirik Kia dengan sinis.


'Yes, akhirnya aku menang. Untuk sementara ini aku akan menjadi madu, tetapi setelah aku masuk ke dalam kehidupan Ray maka aku akan menyingkirkan dirimu Kiara.' ucap Meysa dalam hati.


"Aku tetap tidak ingin menikah dengan Meysa, maaf jika aku belum bisa memenuhi keinginan kalian berdua." Ray ingin membalikkan badan dan berlalu pergi, tetapi suara Kiara menghentikannya.


"Mas, bukankah seorang suami tidak dituntut untuk setia? Aku juga sudah bersedia untuk dimadu."


"Mas, seorang pria tidak di tuntut untuk setia tetapi pria di tuntut bertanggungjawab untuk anak dan istrinya kelak di akhirat. Aku percaya meskipun kamu menikah lagi pasti kamu tidak akan mengecewakan aku, Mas.." ucap Kiara yakin.


Kiara meneteskan air mata, sebenarnya dia tidak sanggup ketika mengatakan Ray boleh menikah dengan wanita lain. Tetapi Kia tidak punya pilihan, dia tidak ingin sang Ibu mertua semakin membenci dirinya karena Ray tidak mau menikah dengan Meysa.


Ray hanya menggeleng dan pergi berlalu meninggalkan Kiara serta orangtuanya.


Setelah melihat Ray yang menjauh, Rara dengan cepat menarik pundak Kia hingga Kia berbalik menghadapnya.

__ADS_1


"Bagus, kamu mengambil keputusan yang benar-benar sangat bagus Kiara. Saya harap kamu bisa membujuk Ray agar secepatnya menikah dengan Meysa." Rara menatap wajah sendu Kia dengan senang.


"Tante, Mey pamit pulang dulu ya? Jika Ray sudah setuju, Tante bisa langsung mengubungi Mey." Meysa tersenyum tipis dan memeluk tubuh Meysa.


"Sampai jumpa lagi, calon maduku." Meysa tersenyum menang dan berlalu pergi meninggalkan Rara dengan Kiara.


Rara pun tersenyum sinis dan meninggalkan Kiara yang menangis sendirian. Kia terpuruk, dia bingung harus melainkan apa karena di satu sisi dia tidak ingin meninggalkan Raymond tapi disisi lain dia ingin membuat Rara menganggapnya sebagai menantu.





**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻❤**

__ADS_1


__ADS_2