Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #138


__ADS_3

Malam harinya, Reva memutuskan untuk pergi ke cafe. Entah mengapa malam ini dirinya ingin makan diluar. Setelah beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya Reva sampai di tempat tujuan. Dia segera turun dari mobilnya dan mencari meja. Terlihat cafe itu sangat ramai, mungkin karena baru launching.


Suasana disana sangat indah dan romantis. Reva tidak akan pernah menyesal untuk makan malam diluar hari ini. Tetapi, karena keterbatasan meja yang sudah full, akhirnya Reva bingung harus duduk dimana. Gadis itu berkeliling mencari kursi, sepertinya dia harus memesan meja terlebih dahulu agar tidak kebingungan seperti sekarang.


Dari kejauhan, Eveline yang juga sedang makan di cafe itu melihat Reva. Eveline turun dari kursi dan hal itu membuat Kimmy kaget.


"Eve, kamu mau kemana?" Kimmy sontak beranjak dari kursi sambil melihat putrinya yang menghampiri seseorang.


Reva terkejut ketika dia merasakan ada jari mungil yang menggenggam tangannya. Gadis itu menunduk, dia tersenyum melihat siapa yang ada di dekatnya.


"Halo, Sayang. Kamu ada disini?"


"Aunty, aunty kenapa berdiri saja?"


"Em, aunty sedang mencari kursi. Tapi, sepertinya tidak ada yang kosong. Jadi, aunty memutuskan untuk pulang."


"Aunty duduk bersama Eve dan Daddy saja," bujuk Eveline sambil menarik tangan Reva.


Reva cukup tidak enak hati, tetapi perutnya juga terasa sangat lapar. Dirinya mengikuti langkah kecil Eveline yang membawanya ke meja Kimmy.


"Daddy, boleh, ya, aunty duduk bersama dengan kita?" Eveline masih menggenggam jemari Reva.

__ADS_1


Kimmy hanya menjawabnya dengan anggukan. Eveline duduk begitupun dengan Reva.


"Maaf jika saya mengganggu Anda, Tuan."


"Tidak masalah, Anda berada disini juga karena putri saya yang memintanya."


Eveline menyukai Reva sejak pertama mereka bertemu, Reva adalah sosok wanita yang baik, ramah, penyayang, dan lemah lembut.


Reva mulai memesan sesuatu.


"Nama kamu Eveline?"


Eve mengangguk. ''Nama aunty siapa?"


"Aunty kenapa sangat cantik dan baik? Jika Eve sudah besar, maka Eve ingin menjadi seperti Aunty Reva."


Reva hanya tersenyum kecil, dia mengelus pucuk kepala bocah itu. Dirinya tersebut bohong untuk menyembunyikan rasa sedih. Bagaimana tidak, Eveline berkata ingin menjadi seperti dirinya sementara Reva pernah disakiti seorang pria hingga menjadi traumanya sampai saat ini.


Kimmy hanya menyimak pembicaraan Putrinya, dia enggan untuk bertanya apa pun pada Reva karena Kimmy memang memiliki sifat yang sedikit cuek.


****

__ADS_1


Di sudut lain, Yola terlihat kelelahan karena dia baru saja pulang dari kantor. Dirinya masuk ke dalam rumah dan langsung menemui sang Ibu.


"Bu, Yola pulang." ucap Yola memasuki kamar sang Ibu.


Ibu terbangun dari tidurnya, wanita paruh baya itu sangat mengantuk hingga dia ketiduran.


"Maaf jika Yola membangunkan ibu. Ya sudah, Ibu lanjutkan saja lagi tidurnya." Yola memijat kaki sang Ibu. "Ibu sudah makan?"


Ibu mengangguk sambil menikmati pijatan dari putrinya.


"Nak, tadi Raka datang kesini dan dia mengatakan hal penting."


Yola mengerutkan dahinya. "Memang biasanya dia selalu datang kesini 'kan, Bu?"


"Tapi tadi dia mengatakan hal yang sangat penting, Nak. Dirinya ingin melamarmu, tapi menunggu persetujuan darimu terlebih dahulu."


Yola tertawa. "Bu, Yola sudah menganggap Raka seperti kakak Yola sendiri. Jadi, Yola tidak akan menerima lamaran darinya, besok Yola akan mengatakan pada Raka jika kami sebaiknya berteman saja tanpa melibatkan perasaan." keputusan final dari Yolanda.


"Ya sudah, Nak. Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik saja untuk kamu. Semua keputusan ada ditanganmu karena kamu yang menjalaninya." ucap sang Ibu menyemangati Yola.


"Yola mandi dulu, ya, Bu? ibu lanjut tidur saja, sehabis mandi, Yola baru makan."

__ADS_1


Yola keluar dari kamar sang Ibu, tak lupa dia menyelimuti tubuh ibunya terlebih dahulu agar sang Ibu tidak kedinginan.


{**Bersambung**}


__ADS_2