Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #29


__ADS_3

-------------Pukul 12.05 wib----------


Meysa telah sampai di parkiran kantor milik Ray, ia merapikan kembali pakaiannya dan menatap gedung nan tinggi tersebut sebelum masuk ke dalam.


Tak


Tak


Tak


Langkah kaki Mey mulai menapak di dalam gedung kantor.


"Apa Ray ada di kantor?" Mey bertanya ketika berada di depan meja resepsionis.


"Ada, Nona." sahut Rita sang resepsionis.


Mey mengangguk sekilas lalu pergi ke ruangan Ray.


Sesampainya di depan ruangan Ray, Meysa membenarkan rambutnya agar terlihat rapi dan langsung mendorong pintu masuk ke ruangan Direktur Utama.


"Ray!" seru Mey ketika sudah berada di dalam.


Ray yang saat itu masih mengerjakan tugasnya hanya mengerutkan dahi. "Mau apa Mey datang kesini?" gumam Ray sembari menatap Mey yang berjalan menghampirinya dengan senyum manis.

__ADS_1


"Selamat siang, Ray." Mey berdiri di sebelah kursi Raymond.


"Mey, tumben kamu kesini. Ada apa?" Ray menutup dokumen yang ada di depannya.


"Aku membawakan makan siang untukmu." Mey meletakkan bingkisan berisi seporsi kfc dan kentang goreng serta coffe latte.


"Seharusnya tidak perlu repot-repot, Mey."


"Tidak, mengapa kamu bicara seperti itu? Aku tadi habis makan siang diluar dan melihat kfc ditempat biasa kita makan. Karena mengingat dirimu, jadi aku berinisiatif untuk membelikan makan siang dan membawanya ke kantor." Mey tersenyum tipis.


Ray beranjak dari kursi dan berdiri di hadapan Meysa. "Mey, aku sangat minta maaf tetapi aku tidak bisa menerima pemberian darimu. Kamu tau jika aku sudah mempunyai istri bukan?"


"Ray, dia itu hanya istri siri mu." titah Mey tidak terima.


"Tapi aku akan menikahinya ulang agar sah dimata negara dan agama. Aku tau aku sudah menyakiti hatimu maka dari itu aku sangat minta maaf, Mey." Ray berbicara tulus sembari menatap mata Mey.


"Maaf, Mey. Aku sudah melupakan kisah kita berdua, selama aku amnesia aku sudah jatuh cinta pada Kiara hingga saat ini." jawab Ray jujur.


"Tapi Ray, apa kamu lupa jika kita sudah hampir menikah? Apa kamu melupakannya??" Mey meneteskan air mata.


"Aku minta maaf," lirih Ray dengan menunduk, biar bagaimanapun Meysa adalah gadis yang pernah mencuri hatinya dan membuatnya takluk serta tau akan arti cinta. Ray masih tidak sanggup melihat air mata mantan kekasihnya itu.


Tanpa aba-aba, Mey langsung memeluk tubuh Raymond. "Ray, apa tidak ada lagi kesempatan untukku?" Mey terisak di dalam pelukan Ray.

__ADS_1


Ray ingin menenangkan Mey tetapi ia urungkan karena tidak ingin membuat Mey berharap banyak padanya.


"Lupakan aku, Mey. Kamu adalah gadis yang baik serta pintar, kamu elegan, setia dan cantik. Kamu bisa mendapatkan pria lain yang lebih dari aku,"


Mey menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya. "Aku hanya ingin dirimu.."


"Aku sudah beristri dan aku sangat mencintai Kiara, aku tidak ingin membuatnya kecewa ataupun tersakiti. Aku mohon mengertilah, Mey."


"Tapi kamu sudah menyakiti aku Ray, kamu jahat.." Mey sesegukan.


Ray ingin melepaskan pelukan tetapi Mey tidak mau melepaskan pelukan itu dan semakin memeluk Ray dengan sangat erat.


"Mey aku mohon lepaskan pelukan ini, aku tidak ingin ada seseorang yang memergoki kita dan aku tidak mau mereka berpikiran yang macam-macam terhadapku." Ray terus berusaha melepaskan pelukan Meysa.


Pintu ruangan terbuka dan terlihat Kia yang terkejut ketika masuk ke dalam ruangan itu, senyum yang tadi terpatri di bibirnya serta mata yang memancarkan kebahagiaan perlahan luntur dan berganti dengan tatapan nanar.





**TBC

__ADS_1


HAPPY READING


SAMPAI JUMPA DI PART BERIKUTNYA, JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN SERTA TINGGALKAN JEJAK MANIS. TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻😘😘**


__ADS_2