
FLASHBACK OFF.
Suara ******* dua insan berbeda gender itu menggema di seluruh kamar.
"Ah, teruskan.. Kau harus membuatku hamil, ingat janji yang kau katakan padaku." ucapan manis yang keluar dari bibir seksi milik Meysa.
"Yes Baby, tenanglah. Aku tidak akan mengecewakan mu, bagaimana bisa aku menolak permintaan dari wanita secantik dirimu.." balas seorang pria tampan yang sedang memacu kuda.
Erangan demi erangan, ******* demi ******* dan ucapan mesra serta manis keluar dari mulut keduanya.
Pria itu terkulai lemas di atas tubuh polos milik Meysa, benihnya sudah tertanam di rahim Mey agar bisa tumbuh menjadi janin. Tubuh keduanya dipenuhi keringat, nafas mereka berdua pun tak kalah memburu.
"Apa sudah selesai? Bangkit dari atas tubuhku, kau sangat berat." Mey menggeliatkan badannya.
Pria itu terjatuh di samping Meysa.
"Aku berharap kau segera hamil," pria itu tersenyum sembari mengelus perut rata milik Mey.
"Benarkah? Mengapa kau berkata seperti itu, bukannya jika aku hamil maka kau tidak akan bisaa berhubungan lagi denganku?" Mey menatap wajah tampan sang partner.
"Aku hanya ingin kau bahagia dan mencapai semua impianmu." pria tersebut tersenyum.
Meysa membalas senyuman itu. "Terima kasih atas bantuan mu, jika aku tidak bercinta dengan pria lain maka aku tidak akan bisa hamil. Kau tau'kan, Ray itu jarang menyentuh ku."
"Bo*doh sekali pria itu, dia menyia-nyiakan emas berharga seperti dirimu. Aku saja tidak ingin menyudahi atraksi panas kita ini," pria itu memajukan bibirnya untuk mencium Meysa, tetapi Mey mencegahnya.
"John, apa yang kau lakukan? Perjanjian kita hanya sebatas untuk keuntungan masing-masing. Kau untung karena perusahaan mu tidak jadi bangkrut, dan aku beruntung jika nanti hamil maka aku tidak akan kehilangan Raymond."
John hanya mengangguk paham.
__ADS_1
"Ya, aku doakan agar kau cepat hamil karena aku ingin kembali ke luar negeri secepatnya." ujar John beranjak dari ranjang masih dengan keadaan polos.
John berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ya, John dan Meysa bertemu disebuah rapat penting, di sana lah mereka saling curhat masalah perusahaan dan bercerita tentang kehidupan masing-masing, ide licik terbesit di pikiran Mey yang mana dia menginginkan benih John agar bisa hamil.
John sendiri menyetujui ide itu meskipun dia rasa permintaan Meysa sangatlah konyol tetapi ide tersebut bisa membantu perusahaan nya yang terancam gulung tikar.
John Alexander, pria berdarah campuran Jerman-Indonesia yang saat ini berusia dua puluh sembilan tahun dan masih menyandang status lajang. Pria yang baik, sopan dan terkenal hambel itu mampu membuat semua wanita terpesona dengannya, tetapi John tidak pernah mempedulikan itu karena dia hanya ingin fokus dalam memimpin perusahaan terlebih dahulu hingga sukses baru memikirkan masalah wanita.
John baru tiga kali bercinta dengan wanita, dan wanita ketiga serta terakhir baginya adalah Meysa Robert.
FLASHBACK ON.
Mey tersenyum senang karena benih milik John sangat ampuh serta berkembang cepat di rahim nya, padahal mereka baru melakukan hubungan selama satu minggu berturut-turut.
Mey turun dari brangkar dan berjalan ke kursi.
"Tuan, ini resep vitamin untuk Nyonya. Anda bisa menebusnya di apotik nanti," ujar sang Dokter sembari menyerahkan selembar kertas kepada Raymond.
Raymond menerimanya dan mengangguk.
"Kalau begitu kami permisi." Ray beranjak dari kursi dan berlalu keluar ruangan.
"Terima kasih Dokter," Mey tersenyum dan segera keluar menyusul Ray.
Meysa menatap Ray yang berjalan tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Raymond tunggu!" seru Meysa dengan berjalan cepat ke arah Ray yang telah menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Ray ada apa denganmu? Kamu tidak bahagia melihat aku hamil? Ini anak kamu, Ray.." Mey memegang lengan Raymond dan menatap wajah Ray dengan sendu.
"Kita baru beberapa kali bercinta dan dengan cepat kamu sudah dinyatakan hamil. Sementara Kiara, aku dan Kia bercinta setiap waktu hingga satu tahun pernikahan kami tapi Kia belum juga dinyatakan hamil."
"Ray, itu berarti benih kamu tidak cocok di rahim Kia, buktinya sekarang aku hamil anak kamu meskipun kita baru bercinta beberapa kali." ujar Meysa meyakinkan Ray.
'Ya, kita bercinta karena dirimu mabuk berat. Jika tidak, maka kamu pasti gak akan menyentuh ku.' batin Mey sedikit kesal.
"Sudahlah lupakan, aku ingin menebus vitamin untukmu setelah itu aku akan mengantar mu pulang dan langsung pergi ke rumah Kiara." Ray ingin melangkah tetapi suara Meysa kembali menghentikan langkahnya.
"Aku ingin ikut ke rumah Kiara. Ray kamu 'kan tau aku sedang hamil muda, bagaimana jika terjadi sesuatu padaku sementara di rumah tidak ada siapapun." pinta Meysa dengan iba.
Ray hanya memejamkan mata dan menghela nafas pelan.
'Benar juga apa yang Meysa katakan, jika aku meninggalkan dirinya di rumah sendiri maka tidak akan ada yang mengawasinya. Tetapi jika aku membawanya ke rumah Kiara, aku takut Kia tidak akan suka dengan kedatanganku yang membawa Mey.' batin Ray jadi merasa serba salah.
Selama pernikahan Ray dan Meysa, Rara memutuskan untuk pergi keluar negeri demi mengurus perusahaan cabang yang ada di sana. Amel sendiri, dia membuka butik di luar negeri agar bisa bersama dengan sang Mama.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA 🤗
__ADS_1
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN SERTA TINGGALKAN JEJAK, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻**