Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #71


__ADS_3

Prok prok prok


Suara riuh tepuk tangan terdengar sangat ramai di gedung besar nan indah bertingkat tiga itu. Bagaimana tidak? Kiara baru saja selesai memotong pita yang menandakan jika ARA GLOW resmi dibuka.


"Selamat ya, Bu.."


Semua karyawan memberikan selamat kepada Kiara atas peresmian klinik kecantikan itu.


"Berhubung klinik ini baru buka, aku ingin mengadakan diskon besar-besaran untuk sepuluh orang tercepat." Kiara memberikan pengumuman kepada seluruh karyawan dan beberapa orang yang menyaksikan pemotongan pita.


Suara tepuk tangan terdengar kembali di dalam gedung.


"Kalau begitu aku mau." salah satu Ibu-ibu mengangkat sebelah tangan yang menandakan dia akan terlebih dahulu merasakan sensasi klinik kecantikan milik Kiara.


Setelah ibu itu menunjuk dirinya sendiri, banyak juga yang mengikuti untuk mencoba klinik perdana yang baru resmi tersebut.


Kiara tersenyum bahagia karena awal pembukaan klinik sangat banyak para wanita yang antusias ingin mencoba perawatan disana.


"Apa sudah cukup sepuluh orang?" Kiara bertanya kepada asisten pribadi nya.


"Sudah, Bu." sang sekertaris memberikan buku yang berisi catatan nama-nama customer.


"Bagus, katakan pada mereka jika pembayaran saat ini dipotong 60% untuk semua perawatan."


"Baik, Bu. Saya laksanakan, kalau begitu saya permisi."


Kiara mengangguk dan sang asisten pergi dari hadapannya.


"Ya Allah, terima kasih atas Rahmat dan berkah yang engkau berikan kepada hamba. Hamba tidak menyangka jika akhirnya hamba bisa menjadi wanita mandiri seperti sekarang." Kiara tersenyum dan berjalan menuju ruangannya.

__ADS_1


Dari kejauhan, lebih tepatnya di dekat jalan raya. Seorang wanita menatap ke arah klinik kecantikan milik Kiara.


"Apa klinik itu baru buka? Kelihatannya ramai sekali." ucapnya sambil menatap ke klinik ARA GLOW.


"Eh Mbak, tunggu!" Meysa mencegah langkah seorang wanita yang ingin pergi ke klinik milik Kiara.


"Ya Mbak, ada apa?"


"Maaf, saya mau tanya. Klinik kecantikan yang ada di ujung sana baru buka ya?" Mey menunjuk ke arah ARA GLOW.


"Oh, iya Mbak. Baru saja tadi peresmiannya, saya juga mau ke sana untuk mencoba khasiat perawatan yang mereka berikan." ucap wanita itu.


Meysa hanya mengangguk. "Kalau boleh saya tau, pemilik klinik itu namanya siapa?"


"Saya dengar sih, nama pemiliknya Kiara Putri. Dan nama kliniknya ARA GLOW." sahut sang wanita dengan yakin.


"Nona, anda baik-baik saja?"


Meysa tersadar dari lamunannya dan dia langsung tersenyum tipis.


"Saya cuma kepikiran dengan teman saya saat ini entah dimana tinggalnya, Mbak. Nama teman saya juga sama dengan nama pemilik klinik kecantikan itu, tapi mana mungkin itu teman saya."


"Kalau Nona penasaran sebaiknya Nona cari saja nama pemilik ARA GLOW di google. Saya yakin pasti nanti akan muncul hasilnya, karena pemilik ARA GLOW sudah sangat banyak membuka cabang klinik kecantikan di beberapa daerah." jelas sang wanita.


"Baiklah, terima kasih." Meysa tersenyum.


Wanita itu mengangguk dan pergi dari hadapan Meysa.


Setelah wanita tersebut menjauh, Meysa langsung mengambil ponsel dan mulai membuka google untuk mencari kebenaran tentang dugaannya.

__ADS_1


'Ara Glow'


Kata yang Meysa ketik di google.


Ketika hasil telah menunjukkan kebenarannya, mata Meysa langsung mendelik sempurna dan mulutnya terbuka lebar.


"APA!" Mey memekik kaget.


Dia kembali mencari tentang profil pemilik ARA GLOW.


'ARA GLOW adalah klinik kecantikan yang sangat populer dibeberapa daerah serta negara, pemilik nya yang bernama Kiara Putri mampu mengembangkan usaha klinik kecantikan yang dia beri nama ARA GLOW menjadi tempat perawatan terpopuler bagi seluruh kaum hawa.'


Meysa terus membaca hingga dahinya mengerut ketika tak sengaja melihat tulisan yang mana Kiara Putri telah memiliki seorang putra berusia empat tahun.


"Kiara mempunyai anak? Anak siapa itu?" Mey memikirkan rencana jahat. "Tidak akan aku biarkan, aku tidak akan mau kalah dari gadis kampung itu. Dia sudah menghancurkan segalanya, aku tidak akan tinggal diam dan menyaksikan kesuksesan gadis desa itu. Jika terbukti anak itu adalah anak Raymond, maka aku tidak hanya akan menghancurkan bisnisnya saja tetapi aku juga akan menghancurkan kebahagiaannya." lanjutnya dengan dendam yang membara.


Meysa menggenggam ponsel yang ada di tangannya dengan erat, lalu dia pergi dari daerah klinik kecantikan untuk merencanakan sesuatu yang akan dia jalankan.




**Pemilik Klinik kecantikan



HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2