Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #21


__ADS_3

Need sedang berbincang dengan warga sekitar mengenai kematian nenek dan gagalnya pernikahan Kiara.


"Kasihan sekali gadis itu, untung saja masih ada pria baik yang mau menikah dengannya." ucap Need kala Tono menceritakan bahwa Kiara sudah menikah dengan pria lain pilihan sang nenek.


"Nah, Tuan. Itu dia suami Kiara," Tono menunjuk ke arah Ray yang berjalan mendekat.


Need mengikuti jari telunjuk Tono, tetapi dia tidak melihat siapapun. "Yang mana?"


"Sebentar, dia masih berbicara dengan Pak Wondo." sahut Tono


Need kembali berbincang dengan warga lain mengenai puskesmas dan atensi matanya tidak lagi menatap ke arah Ray.


"Selamat siang, semuanya." sapa Ray ketika sudah berada di dekat Need dan warga lainnya.


Need mendengar suara yang sangat familiar menurutnya, perlahan Need membalikkan badan dan betapa terkejutnya kala dia melihat orang yang selama ini dicari sekarang ada di depannya.


"K—kak Ray!" pekik Need terkejut sekaligus bahagia.


Semua warga saling pandang dan mengedik'kan bahu.


"Tuan, ini Fildan suami dari Kiara." ucap Tono memperkenalkan Ray.


Need menggeleng. "Fildan? Bukan, dia itu Ray!" Need memegang kedua pundak Raymond. "Kakak, akhirnya aku menemukan mu, oh Tuhan syukurlah akhirnya kak Ray baik-baik saja.." Need memeluk tubuh Ray dengan sangat bahagia.

__ADS_1


Ray heran akan sikap Need. "Maaf, Tuan. Anda salah orang, saya Fildan bukan Ray."


"Apa kau bilang? Kak, kau adalah Raymond. Seorang pemilik perusahaan RND GROUP.TBK, apa kau lupa?" Need menatap wajah Ray dengan seksama.


"Apa yang anda katakan, Tuan? Saya bukan seorang pengusaha."


"Apa kau juga lupa dengan ku? Aku adalah Need, sepupu mu. Kau, kau Raymond William anak dari Bimo William dan Rara William, apa kau lupa? Mengapa, mengapa kau bisa lupa dengan semuanya kak? Apa yang terjadi denganmu." Need terus berbicara hingga membuat kepala Ray berdenyut.


"Kak, apa kau juga lupa dengan Meysa? Calon istrimu! Kak aku mohon jangan bercanda seperti ini," Need menggoyangkan pundak Ray.


"Tuan, tolong jangan membuat Mas Fildan menjadi tertekan. Dia itu—" Tono belum selesai berbicara dan Need sudah memotongnya.


"Tapi dia benar-benar orang yang sedang ku cari, dia itu Raymond seorang pengusaha." ucap Need menjelaskan hingga urat lehernya menegang.


Brugh!


Ray jatuh pingsan.


"Mas Fildan!" teriak Tono ketika melihat Ray yang sudah jatuh ke lantai.


"Pak Bima, sebaiknya Bapak bawa Tuan Need pergi dari sini, maaf bukannya saya tidak sopan tapi alangkah baiknya jangan menambah kesedihan Kiara karena Tuan Need." ucap Tono dengan sopan.


"Baik, Pak Tono. Maaf karena sudah membuat keributan," Bima menarik tangan Need dengan pelan.

__ADS_1


"Tapi—" Need tetap bersikeras ingin mengatakan bahwa yang dia lihat adalah Raymond.


"Tuan sudahlah, saya mohon kita harus pergi dari sini. Saya akan menceritakan semuanya pada Tuan nanti." bujuk Bima agar Need mau pergi dari rumah Kiara.


Need melangkah pergi dan sesekali menatap ke rumah Kiara. Sementara Ray, dia sudah dibawa ke dalam oleh warga sekitar.


Sesampainya di samping mobil.


"Apa yang ingin anda jelaskan, Pak Bima?" Need langsung menanyakan hal yang membuatnya penasaran.


"Mas Fildan amnesia."


Need ternganga. "Apa? A—amnesia? Itu berarti kak Ray tidak ingat apapun? Pantas saja dia seperti bingung ketika aku mengatakan bahwa dia adalah Raymond." Need mengusap kasar wajahnya.


"Aku akan kembali lagi besok," setelah mengatakan itu, Need langsung masuk ke dalam mobil.





**TBC

__ADS_1


HAPPY READING DAN SAMPAI JUMPA.. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH 😘**


__ADS_2