
Happy reading 🌹🌹
*
*
*
Pagi menyapa kembali. Sinar mentari datang menembus di sela gorden kaca yang tertutup di kamar pribadi milik Erick.
Di atas king size empuknya, pria itu menggeliat pelan, ia setengah menguap lantas menutup mulutnya. Akh, seketika ia mengaduh saat rasa nyeri di sekitar bibirnya mulai di rasakannya lagi karena ia menguap terlalu lebar tanpa sadar.
Ugh! susah payah Erick menyandarkan tubuhnya di dashboard ranjang, dada sebelah kirinya terasa lebih nyeri lagi seakan tulang rusuknya ikut remuk mengingat betapa kerasnya Marvin memberi bogem mentah di sana.
Argh! mengingat itu kembali membuat hatinya panas seketika. Sekarang ia tak tahu bagaimana keadaan Elena karna belum mencari kabar setelahnya, yang jelas rasa kecewanya masih ada tersebab Elena yang lebih memilih Marvin ketimbang dirinya yang jelas-jelas masih berstatus sebagai suami.
Erick mendesis lagi, sepertinya ia harus mendapatkan perawatan lebih untuk luka-lukanya ini. Tapi tunggu dulu ...
Erick membeku sesaat. Ia coba mengamati, tiba-tiba indera penciuman Erick seperti merasakan bau tak asing yang entah datang dari mana, yang pasti seakan meliuk-liuk di udara dan tak jauh dari sini hingga ia bisa jelas menghirup aromanya.
Ini wangi masakan! Erick menoleh ke arah jam digital di atas nakas. Ini baru jam enam pagi, dan pembantu di vila sudah ia jadwalkan akan datang setiap jam 8 pagi untuk memulai tugas seperti memasak dan membersihkan vila, lalu pergi sekitar jam 7 sore, dan akan terus begitu setiap hari nya selama Erick ada di vila ini, karena memang para pembantu tak tinggal menetap melainkan datang dan pergi sesuai jadwal.
Lalu siapa yang tiba-tiba masak? hingga tercium aroma menggunggah selera ini? tak ingin semakin berfikiran macam-macam Erick pun segera beranjak hendak mengecek langsung.
Saat ia tiba di dapur, alangkah kagetnya Erick ketika mendapati Clarissa ada di sana dan ternyata wanita itu yang sedang memasak.
"Clar! kau masih di sini?!" pekiknya terkesiap saat itu juga.
"Oh, hai." Clarissa yang semula sedang serius mengaduk sesuatu di kuali berukuran sedang di atas kompor seketika itu juga mengalihkan perhatian nya pada Erick setelah mendengar suara pria itu.
"Selamat pagi," tanpa tedeng perasaan malu dan muka seolah tanpa dosa, Clarissa melayangkan senyum manis untuk Erick.
"Jelaskan padaku, kenapa kau masih ada di sini? ku pikir kau sudah pergi kemarin."
__ADS_1
Tak! Clarissa menaruh spatula yang ia gunakan di atas meja keramik hingga menimbulkan suara benturan cukup keras.
Lalu wanita itu menoleh kembali ke arah Erick dengan tatapan tak bersahabat.
"Pertama- pertama menjawab pertanyaan pertama mu, aku sedang memasak untuk sarapan, maaf jika tak ijin dulu padamu karna aku tak ingin membangunkan mu. Yang kedua .... fyuuh ... " Clarissa menghentikan kalimatnya, mengambil nafas untuk menjeda sejenak.
"Erickson, aku ingin tetap tinggal di sini selama kamu juga di tempat ini."
"Tidak bisa Clar, kau gilla?" Erick memotong perkataan Clarissa.
"Dua orang berbeda jenis kelamin tinggal di satu atap yang sama? tidak,tidak, jangan membawa boomerang untuk kita, lebih baik kamu kembali Clar, jangan membuang-buang waktu berharga mu di sini!"
"Tapi aku ingin menemani mu!" Clarissa keras kepala. "Jika kamu tak ingin kita tinggal hanya berdua, suruh saja salah satu pelayan mu untuk tinggal menetap di sini, menemani ku, gampang kan?"
"Clar! kau sudah tak waras?" Erick menyugar rambutnya kasar, ia hampir kehilangan akal untuk menjelaskan semua pada wanita di depannya ini.
"Clar, ayolah jangan keras kepala ... "
Astaga! Erick hampir di buat tak berkutik. Sejak kemarin wanita itu jadi sering menangis, itulah yang membuatnya tak bisa berkata 'tidak'.
"Apa kau telah melupakan pertemanan di antara kita selama ini hah?!!" isakan Clarissa semakin terdengar jelas.
"Baiklah, berhenti lah menangis Clar, kepala ku pening mendengar nya," cicit Erick.
"Jadi kamu mengijinkan ku untuk tinggal di sini?" Clarissa mengangkat wajah antusias.
Erick berdecak singkat, meski ragu ia menganggukkan kepala. "Ya. dengan satu syarat kau akan menempati kamar tamu di bagian belakang dan nanti ada salah satu ART di sini yang akan menemanimu."
Apa? tinggal di kamar tamu dan bersama seorang pembantu? Clarissa hampir tersedak karena nya. Namum jika di pikir lagi itu tidak lah terlalu buruk. Tak apalah yang penting bisa di ijinkan tinggal bersama Erick itu sudah cukup, pikir Clarissa.
"Baiklah tak masalah." Clarissa menelengkan kepala sambil tersenyum. "Oh ya, aku sudah membuat nasi goreng dan telur ceplok untuk sarapan, kamu mau aku siapkan?" tanyanya dengan raut berseri-seri.
"Tidak." Erick dengan cepat menolak. "Aku akan langsung bersiap dan pergi setelah ini."
__ADS_1
"Kemana?" sorot mata Clarissa seketika kelam.
"Mencari Elena."
Sedetik dua detik, Clarissa terpaku sejenak dengan jawaban yang di berikan Erick.
"Oh baiklah. Aku mengerti ... " lirihnya kemudian.
Erick mengangguk. "Kamu baik-baik lah di sini, nanti akan ada ART yang datang sekitar jam 8, yang akan menemanimu saat aku tak ada."
"Iya aku mengerti."
Erick bisa menangkap mimik tak suka Clarissa saat ini, namun Erick tak menggubrisnya lebih lanjut lagi, toh wanita itu yang bersikeras untuk tinggal di sini.
"Baiklah. Kalau begitu aku pergi."
Erick lalu berbalik lalu melangkah menjauh meninggalkan area dapur.
Clarissa mencebik. "Elena lagi Elena lagi. Kapan di otak mu itu akan berhenti memikirkan Elena terus Erickson, ck!" ia berdecak sebal.
"Tak apa Clarissa tak apa ... " fyuuh!" ia mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, seolah sedang meredam rasa kesal dalam dirinya.
"Mungkin saat ini masih Elena yang memegang kendali. Tapi nanti kau lah yang akan menjadi pemenangnya." imbuhnya kemudian, bermonolog pada diri sendiri, diiringi dengan seringai devilnya lalu tertawa terbahak-bahak.
...------Oo--------...
Terimakasih untuk semua reader yang sudah setia mengikuti kisah cinta Erick dan Elena ini.
Mohon maaf jika di rasa masih banyak kekurangan, othor akan terus belajar dan belajar, thanks untuk semua dukungannya, othor menulis novel ini dengan suka dan duka, berharap reader suka dan bisa enjoy saat membaca.
Di mohon untuk terus dengan dukungan nya memberikan like, favorit, gift dan terpenting komen yang positif agar othor semakin semangat untuk up 🙏
Salam othor kiut💐✨
__ADS_1