
"Hah ... khekhekhe." tiba-tiba saja Sarah tertawa sembari menegakkan tubuhnya, membuat semua orang yang melihat menatap heran sekaligus ngeri padanya.
"Kalian pikir mudah untuk menghancurkan ku hah?!" Sarah kembali tertawa seperti orang gilla.
"Nyonya Sarah, sudahlah. Kau sudah terpojok, jangan terus mengelak. Sebaiknya aku saja semua kejahatan mu!" ucap Zidan, menyergap.
"Kata siapa aku sudah terpojok?" Sarah mendelik. "Aku masih punya ini!" dia mengacungkan tinggi-tinggi ponsel dari belakang saku celananya.
"Di sini masih terdapat bukti foto-foto cabbul Elena dan Vicky." wanita itu kembali tertawa puas melihat wajah- wajah di hadapannya kembali menegang.
"Brengsekk!" tampik Erick, menggeram kesal.
"Hahaha, kasihan sekali menantu ku ini. Sebentar lagi pasti akan ada pemberitaan media jika CEO perusahaan nomor satu davidson group ternyata memiliki seorang istri yang dia sembunyikan, dan lebih mengejutkannya lagi istrinya itu telah berselingkuh dengan pria lain dan kini foto-foto mesranya telah tersebar ke internet, hahaha jangan kalian kira aku tak memiliki otak licik, di sini akulah pemenangnya, hahaha!" Sarah merentangkan tangannya lebar-lebar puas dengan sandiwara yang ia lakukan hingga membuat semua orang terkecoh.
Nyatanya, ia sudah mewanti-wanti saat-saat seperti ini akan terjadi, hingga dia lebih dulu menyebarkan info tentang Elena adalah isteri yang di sembunyikan Erick dan foto-foto mesra Elena dan Vicky sudah ia sebar ke internet pada portal berita online. Sebentar lagi pasti akan menjadi booming.
"Ck, ck, Elena, Elena tadi kulihat kau sok baddas dan pemberani, tapi lihatlah dirimu saat ini?" Sarah memandang Elena di depannya, meremehkan.
"Menangis lah, sebelum kehancuran mu!" wanita itu kembali menyeringai.
Elena pias, jantungnya berdebar hebat. Takut jika apa yang di katakan Sarah menjadi kenyataan.
Di belakang Erick, Zidan justru menyeringai, pria itu menekan kacamata yang di gunakan nya.
"Tertawa lah hingga kau lah yang akhirnya menangis nyonya Sarah," ucapnya membuat semua orang seketika menoleh padanya.
"Apa maksud mu?" ujar Sarah menghentikan tawanya, menatap benci pada asisten Erick tersebut.
Zidan tersenyum penuh arti sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Nyatanya nyonya nyonya Sarah, anda sepuluh langkah tertinggal, saya akan membeberkan fakta yang sebenarnya, jika saya telah membobol perangkat ponsel anda dan pengiriman info tak benar juga foto-foto nyonya Elena juga Vicky sudah saya hapus seluruhnya. Anda lengah nyonya Sarah, ketika anda sedang menunggu tuan besar sambil bermain ponsel saya diam-diam mengamati dan tahu kata sandi anda, jadi berusaha untuk membobol password ponsel anda dan berhasil mencuri semua data di sana. Jadi kenyataannya anda kalah telak, dan justru saya berhasil mendapatkan informasi penting yang menjadi kelemahan, yang kini ada di tangan saya."
"Grrrr! brengsekk kau!" Sarah berubah murka, yang terjadi kini ia berbalik seperti kondisi semula, seperti seorang pecundang yang di kalahkan dengan telak.
Zidan tersenyum ia kemudian beralih menatap Elena.
"Nyonya muda anda tenang saja, tak perlu khawatir. Apa yang di katakan nyonya Sarah tak akan terjadi. Foto-foto anda sudah saya hapuskan permanen, lagipula itu tak benar, foto-foto anda dengan Vicky pun tak semesra itu hanya saja nyonya Sarah dan nona Mona melebihkan- lebih kannya untuk membuat tuan Erick terkecoh. Sekarang anda aman."
Elena bernafas lega, keterangan dari Zidan berhasil menenangkannya, ia tersenyum tipis, mengangguk kepala perlahan. "Terimakasih Zidan."
Erick memandang takjub pada sekretaris nya. "Zidan, bagaimana kamu bisa melakukan semua ini?"
"Selama anda melakukan terapi saat masa terpuruk anda tuan Erick, saya sudah melakukan banyak penyidikan dan penelitian bersama orang-orang di bidang it dan memang pandai dalam urusan hacker. Dari situ saya sudah mendapatkan cukup banyak bukti dan data, namun saya sengaja menyembunyikan dahulu dari tuan, agar anda bisa fokus dalam pengobatan dulu," terang Zidan kemudian.
"Wah, si Zidan ini diam-diam menghanyutkan ya?" batin Dea dalam hati, tak menyangka orang setenang dia ternyata memiliki kartu AS paling akurat dan sedari tadi hanya diam saja menonton dan akhirnya di saat yang tepat membeberkan semua buktinya hingga bisa membuat semua terpukau.
"Sebaiknya nyonya Sarah, anda terima saja kekalahan anda, dan anda juga nona Mona."
"Karena saya memiliki bukti video messum anda bersama Vicky."
"What? video messum, dari mana kau mendapatkan nya?"
"Zidan, kau jangan main-main." Rey tak terima, masih tak mempercayai kelakukan putrinya.
"Kau memang patut di apreasiasi karena kecerdasan mu dalam melakukan penyelidikan dan mencari bukti, tapi itu bukan kau bisa menuduh seenaknya!" pungkas Rey yang nampak marah.
Hal tersebut langsung di manfaatkan oleh Mona, gadis itu langsung menghampiri ayahnya.
"Daddy, bukankah seharusnya pria itu di pecat saja? dia menuduh ku dengan seenak jidat nya saja, hiks." Mona berlagak rapuh dan sedih, merengek di pundak Rey, ayahnya.
__ADS_1
"Saya tidak mengada-ada tuan besar. Mungkin info yang akan saya berikan ini bisa mengguncang anda, tapi inilah kebenaran nya."
Zidan kemudian berjalan, mengambil laptopnya terlihat sedang mencari-cari dengan wajah serius, semua orang menegang menanti kejutan apa lagi yang akan mereka ketahui.
Sedangkan Mona di tempatnya sudah ketar-ketir, wajahnya berubah mendung, ia beranjak sepuluh langkah menjauh dari ayahnya, karena takut mendapat amukan lebih besar. Sepertinya apa yang Zidan katakan bukan sekedar main-main.
"Brengsekk kau Zidan, aku akan membalas mu untuk ini!" batin Mona penuh amarah murka pada pria yang sebelumnya pernah ia kagumi itu.
Setelah mencari-cari, Zidan memplay video yang ia simpan di dalam sebuah folder di laptop nya, kemudian menunjukkan nya langsung pada Rey dan Erick.
"Silahkan anda lihat sendiri."
Wajah Rey yang semula mengeras karena kesal dengan tuduhan Zidan berubah pias seketika, begitu pun Erick yang terlihat serius menyaksikan video yang di berikan Zidan.
Sesekali mata kedua pria itu akan melirik ke arah Mona Sarah, bergantian. Terlihat Rey yang wajahnya kembali mengeras dalam artian marah yang berbeda, Wajah Rey nampak memerah masam, tangannya terkepal kuat hingga bergemetar, rahangnya mengeras seketika.
"Kapparat kalian berdua!"
Bukan hanya video, Zidan sekaligus memberikan percakapan dan pesan suara mesra antara Sarah dan Vicky yang berhasil ia sadap dari ponsel wanita itu.
"Dad, dengar kan aku dulu." Sarah berusaha untuk mendekat, namun Rey segera menepis nya.
"Diam kau brengsekk!" bentak Rey pada Sarah.
"Bisa-bisanya kau berselingkuh dengan bocah ingusan itu." Rey menunjuk ke arah Vicky.
Semua orang terkejut, saling melempar pandang dengan mata melotot, sedangkan Vicky semakin menundukkan kepalanya.
"Apa? jadi mommy selama ini menjalin hubungan juga dengan Vicky." Mona pun ikut terkejut, tak menyangka.
__ADS_1
"T- tidak. tidak seperti itu nak." Sarah menggeleng.
"Arrrgh! sialan!" Sarah menjadi frustasi. Satu persatu semua kejahatan nya telah terbongkar, dia menjadi gilla sekarang.