Gejolak Cinta Tuan Erick

Gejolak Cinta Tuan Erick
GCTE | Bab 117


__ADS_3

Sarah yang melihat Rey datang, langsung tergopoh-gopoh menghampirinya meminta validasi untuk menguatkannya.


"Suami ku, akhirnya kamu datang juga." Sarah menyeringai senang. "Lihatlah kelakuan putra mu pada ku dan adiknya. Tolong nasehati dia, dia telah buta karena cintanya," ujar Sarah dengan bersungut-sungut.


Plak! Sarah sontak tersungkur setelah mendapatkan tamparan yang begitu telak di pipinya yang di lakukan oleh suaminya sendiri.


"Diamlah kau!" bentak Rey dengan melotot tajam pada istrinya yang kini terduduk mengenaskan di lantai dengan memegang pipinya yang habis di tampar.


"Daddy, kenapa daddy menampar mommy?" Mona langsung menghampiri dengan berderai air mata.


"Cih, ibu dan anak sama saja!" sentak Rey dengan melirik tajam bak pedang yang baru di asah.


"Jadi benar apa yang di katakan dia. Papa yang merencanakan ini semua," Erick menyahut, seraya telunjuknya mengarah pada Sarah.


Pria itu menggeleng kan kepala tanda kekecewaan nya. "Aku tak menyangka papa bisa melakukan hal sehina ini. Aku tahu papa tak suka dengan isteri ku, tapi tidak sampai harus membuat nya menderita. Jika dari awal papa tak menyukai pernikahan kami, harusnya papa lampiaskan kemarahan itu padaku saja pah .. bukannya ke istri ku, membuat namanya tercemar dan image nya buruk dengan jebakan menjijikkan itu. Tidak kah papa tahu apa yang papa lakukan membuat ku sangat menderita selama ini?!"


Dada Erick bergemuruh hebat, seluruh aliran darahnya seakan melaju cepat hingga naik ke atas kepala, geraman penuh murka ia layangkan pada sang ayah, tak menyangka jika ternyata sosok hero yang selalu ia banggakan selama ini ternyata adalah otak di balik semua masalah yang terjadi di rumah tangganya.


"Maafkan papa Erickson." hanya itu yang bisa Rey ucapkan, bagaimana pun di sini memang ia lah yang salah, rasa hormat dan harga diri yang selalu ia junjung tinggi membuat nya tutup mata saat Erick putranya yang ia harapkan sebagai penerusnya di masa depan menikahi wanita yang sama sekali tak selevel dengan keluarga mereka, gengsinya yang setinggi langit telah menghancurkan semuanya, menjadi boomerang untuk nya sendiri.


Erick terkekeh sumbang. "Keluarga macam apa ini? aku benar-benar tak menyangka."


"Erickson, papa akan bertanggung jawab untuk semuanya, kau tenang saja."


"Itu tak akan merubah semuanya seperti semula pah!" berang Erick kembali. "Karena arogan dan keegoisan mu ini, satu keluarga menjadi hancur. Bisakah kau merubah semuanya seperti sedia kala? saat aku membeberkan apa saja yang di lakukan Mona dengan pria asing di mansion mu sendiri? saat aku memberitahu kan mu, jika isteri mu ini diam-diam menjual aset perusahaan untuk kepentingan nya dan tidur bersama pria lain yang seharusnya lebih cocok sebagai anaknya sendiri!"

__ADS_1


Rey melotot tegang. "Apa?!"


"Yah, pah. Jika kau ingin tahu apa saja yang selama ini di lakukan Sarah dan Mona, kau tidak akan menyangka. Nyatanya mereka sebusuk itu di belakang mu." Erick berdecih, sebenarnya ia tak sanggup untuk membeberkan lebih banyak kejahatan dan penipuan yang di lakukan ibu tiri dan adiknya itu.


"Ini bukan sekedar tentang masalah konspirasi yang menjebak Elena lagi. Tapi sudah lebih dari itu."


Sarah yang semula kesakitan berubah menjadi was-was saat Erick menerangkan jelas semua keburukan nya di hadapan Rey.


"Dad, jangan dengarkan putra mu, semua yang di katakan nya bohong pah! itu hanya fitnah!"


"Diam kau, bitchh!" Rey mendesis tajam.


"Ternyata selama ini praduga ku benar, kau berselingkuh di belakang ku hah?!"


"Tidak Rey, aku setia padamu aku tak mungkin selingkuh!" tegas Sarah menampik.


"Oh, jadi kau memerlukan bukti? baiklah." Erick mengerling. Kemudian pria itu mulai menjettikan jarinya, di saat itu juga tiga pria masuk bergabung di antara mereka. Satu di antara sangat di kenal, pria dengan masih memakai pakaian rumah sakit dan perban membelit kepalanya.


"Vicky!' Mona memekik kaget. Sungguh ia sangat merindukan pria itu. Ingin menghampiri tapi sadar bukan waktu yang tepat.


"Pria ini lah yang akan menjadi saksi. Atas semua keterangan nya, aku tahu kebusukan kalian selama ini."


Zidan yang sedari tadi menunggu untuk di panggil, kini sudah berdiri dengan gagah di belakang Erick. Memantau semua di balik punggung sang tuan.


"Vicky, silahkan lah bicara," ucap Zidan. Vicky dengan takut- takut maju selangkah.

__ADS_1


"Pertama- tama, aku ingin minta maaf pada mu Elena," ucap Vicky pelan.


Elena membuang muka tak sudi, saat pria itu menatapnya. Dea di samping Elena menguatkan, mengenggam tangan sahabatnya dengan erat.


"Aku tahu, betapa menderitanya kau karna fitnah tak jelas yang bersumber padaku, oleh karna itu aku ingin menjelaskan pada semuanya. Elena sama sekali tak bersalah, antara aku dan Elena tak pernah lagi memiliki hubungan meski sempat kami berpacaran tapi kami tak memiliki hubungan apapun setelah itu, jadi rumor perselingkuhan itu tak benar sama sekali dan foto-foto mesra yang tersebar adalah hasil rekayasa belaka. Dan aku melakukan nya atas suruhan dari Nyonya Sarah juga putrinya Mona dengan bayaran sejumlah uang sebagai imbalannya."


Semua mendengar kan penjelasan Vicky dengan serius. Di antara bersyukur karena semuanya telah terungkap jelas, Dea menghela nafas lega, tersenyum penuh syukur kepada Elena, sedangkan wanita itu mulai menitikkan air mata, akhirnya kebenaran terungkap, penderitaan dan rasa sakit nya selama ini seolah terbayarkan dengan nama nya yang sudah bersih dari tuduhan perselingkuhan itu.


Pun begitu juga dengan Erick, matanya berkaca-kaca, ia pun menghela nafas penuh kelegaan, menatap Elena yang mulai menangis membuat hatinya mulai terenyuh.


Sarah tak terima, ia bangkit. "Omong kosong macam apa ini? hei kau anak muda." tunjuknya pada Vicky.


"Di bayar berapa kau oleh wanita murahan itu untuk bersaksi bohong demi melindunginya hah?!" Sarah mengecam, telunjuknya kemudian berpindah ke Elena, seakan-akan ini semua ini sudah di rencanakan oleh mereka.


"Tutup mulut mu, nyonya Sarah." sentak Dea yang naik pitam. Namun sebelum Dea menerjang, Elena lebih dulu menghentikannya.


"Tidak, Dea. Untuk kali ini aku yang akan menghadapi nya," ujar Elena dengan kata penuh tersirat.


Lalu gadis itu maju dengan membusungkan dada percaya diri, berdiri di hadapan Sarah dengan menatap kejam. Semua orang menunggu apa yang akan di lakukan Elena selanjutnya dan ... Plak! plak!


Dua tamparan keras sekaligus Elena berikan bergantian di pipi kiri dan kanan Sarah. Semua orang tercengang dengan aksi berani Elena.


"Ini belum seberapa dibandingkan rasa sakit yang ku derita selama ini karena dirimu nyonya Sarah!"


"That's my girl." gumam Erick seolah bangga dengan peningkatan keberanian yang Elena tunjukkan.

__ADS_1


"Kapparat kau jallang!" teriak Sarah yang kembali tersungkur tanpa bisa melawan lagi, ia hanya bisa mendesis tajam semua mata mulai mengarah padanya seperti menelanjjanginya.


"Untuk terakhir kali ini kau bisa saja meneriaki ku dengan sebutan yang seharusnya pantas untuk diri mu sendiri. Dan setelah ini bersiaplah untuk membusuk di penjara karena aku akan membawa perkara ini ke polisi atas laporan pencemaran nama baik. Bersiaplah untuk itu, nyonya Sarah." lantang Elena dengan berapi-api.


__ADS_2