Gejolak Cinta Tuan Erick

Gejolak Cinta Tuan Erick
GCTE | Bab 37


__ADS_3

Semakin hari perkembangan hubungan Erick dan Elena semakin baik. Mereka menjalani kehidupan rumah tangga dengan harmonis dan perlahan-lahan, tak ada pemaksaan dalam hal kewajiban karena keduanya masih menyesuaikan pribadi masing-masing dan Erick merasa sangat senang mengetahui Elena sudah terlihat tak canggung lagi untuk berada dekat dengannya.


Pagi hari, adalah rutinitas yang paling di sukai keduanya, Erick yang akan selalu bangun lebih dulu dan melabuhkan kecupan bertubi-tubi pada Elena menganggunya agar sang istri bangun. Lalu Elena akan cemberut setiap Erick berhasil membangunkannya, setelah nya Elena akan menyiapkan keperluan Erick ke kantor. Sarapan bersama dan terkadang Erick pun tak lupa untuk setia mengganggu istri kecilnya itu ketika mereka sedang menyantap hidangan.


Erick yang selalu lupa tentang dasinya adalah kebiasaan yang selalu Elena ingatkan, kemudian berakhir dengan Elena yang harus sedikit berjinjit untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan sang suami yang memiliki tubuh Titan-- setidaknya itu menurut nya. Dan memakaikan dasi pria itu.


Tapi untuk selalu mengecup kening Elena sebelum berangkat ke kantor entah kenapa pria itu tak pernah lupa. Elena akan selalu tersenyum setiap Erick yang selalu menjawil cuping hidung nya dan mengatakan my twinkle padanya. Yang akhirnya menjadi panggilan sayang Erick untuk Elena-nya.


...***...


Namun di balik semua kebahagiaan mereka kini tak mungkin jika tak ada hal-hal yang membuat mereka takut dan cemas. Seperti pagi ini, Elena kedatangan tamu, yang adalah adik iparnya, Mona saat Erick baru saja pergi dengan sektretaris nya ke pertemuan kerja mereka.


Namun kedatangan Mona kali pertama ini membuat Elena bisa menghela nafas lega, karena tak ada sorot kebencian yang pernah ia lihat kini terganti dengan sorot mata sendu seperti menampung penyesalan.


"Hai ... maaf menganggumu pagi- pagi sekali."


Elena mengulum senyum. "Tentu tidak. Silahkan masuk."


**


"Pertama- tama aku meminta maaf atas sikap ku yang tak baik padamu sebelumnya," ujar Mona memulai percakapan mereka. Gadis muda yang selalu terlihat seksi dengan mini dress membuat tubuh sintal nya membentuk itu, menyampirkan lutut menghadap pada Elena.


"Maaf, untuk sikap keluarga kami yang buruk sebelumnya padamu."


Elena mengesah singkat, tersenyum. "Tidak masalah, aku tak pernah menganggap kalian bersikap buruk."


"Terimakasih." balas Mona tersenyum.

__ADS_1


"Sebenarnya kedatangan ku kemari, agar meminta mu dan kakak ke mansion," ucap Mona, terlihat tulus.


Elena terhenyak. "Apa sekarang tuan Rey-- maksudku ayah mertua sudah bisa menerima ku sebagai menantunya?"


"Tentu saja." jawab Mona mengangguk.


"Kau tahu,sikap daddy sebelumnya pada pernikahan kalian yang tak terlalu baik. Itu semua ada alasannya. Daddy terlalu terkejut dengan pernikahan kalian yang secara tiba-tiba, di tambah saat itu kakak akan bertunangan dengan Clarissa, jadi wajar daddy merasa sangat kecewa."


"Jangan tersinggung dengan ucapan daddy sebelumnya, dia tidak sepenuhnya menyalahkan mu, dia hanya belum bisa menerima kenyataan jika putra kebanggaan nya menikah tanpa sepengetahuan nya."


Mendengar penuturan Mona membuat Elena tak bisa membendung kebahagiaan nya.


"Sebelumnya aku sudah memberitahukan kak Erick akan hal ini, tapi kak Erick pergi tanpa menjawab nya, jadi ku pikir kak Erick marah dengan daddy dan tak mau kembali."


"Tidak. Tentu tidak." Elena menyela.


"Selama ini kami selalu berharap agar ayah mertua bisa menerima kehadiran ku sebagai menantunya, meski terkadang aku berfikir itu tidak akan mungkin, karena aku tahu wanita seperti apa yang di inginkan ayah mertua untuk menjadi pendamping mas Erick, dan tentu aku tak mungkin ada dalam standar nya. Dan aku juga sempat berfikir jika ayah mertua membenci ku."


"Jangan pernah berpikiran jika daddy membenci mu."


Elena tersenyum. "Maaf tentang kekeliruan ku itu."


Mereka sama-sama menatap lalu Mona semakin mengeratkan genggamannya pada kedua tangan Elena. "Jadi kakak ipar--" Mona menjeda kalimatnya, nampak terdengar berat ketika ia memberikan panggilan itu pada Elena.


"Maukah kakak ipar kembali ke mansion dan menjadi menantu keluarga Davidson, melupakan tentang bagaimana sikap buruk kami sebelumnya padamu. Kini, daddy dan mommy sudah menerima pernikahan kalian dan aku pun begitu,kami berharap kakak ipar mau memaafkan kami dan tinggal bersama kami selamanya."


Ucapan Mona terdengar tulus meyakinkan Elena dan membuatnya terharu.

__ADS_1


Elena mengangguk cepat dan tentu Mona langsung terlihat bahagia, keduanya berpelukan.


Tapi satu hal, tanpa Elena tahu Mona tersenyum sinis ketika ia memeluk erat wanita itu, seperti ada rencana yang sedang ia susun di balik otak liciknya.


Selamat datang di neraka sebenarnya kakak ipar. Setelah ini kau tidak tahu apakah kau masih bisa hidup atau tidak. Batin Mona nampak merasa puas.


...***...


"Aku tidak yakin, sayang," ujar Erick, setelah Elena memberitahukan padanya tentang kedatangan Mona untuk meminta keduanya kembali.


"Kenapa tidak yakin mas? bukankah bagus, tuan Rey-- maksud ku papah sudah menerima aku sebagai menantu nya kan," ucap Elena agak terbata. Ah, lagi, ia nampak kesulitan untuk menyebut tuan Rey Davidson sebagai ayah mertuanya, kebiasaan ketika ia masih menjadi sekretaris Erick dulu dan selalu memanggil dengan hormat pemilik perusahaan the Davidson's company tersebut tak mudah untuk di hilangkan.


Sementara Erick, gerahamnya nampak mengetat dengan rahang kokoh nya yang terlihat mengeras. Ia merasa ragu, karena secepat itu ayahnya berubah pikiran dan meminta mereka untuk kembali.


"Tapi apakah kau sudah memaafkan mereka?" tanya Erick. Tentu yang di maksud 'mereka' oleh pria itu adalah keluarganya terutama sang ayah yang sudah menghina habis-habisan Elena saat itu.


"Tentu. Mereka adalah keluarga kan? bagaimana mungkin aku bisa marah."


"Tapi mereka sudah menghina mu, sayang. Bahkan sampai kini perkataan merendahkan papa padamu masih terngiang di telinga ku."


Elena mengesah, ia kemudian melingkar kan lengannya di pinggang Erick, tanpa ada keraguan lagi sekarang.


"Bisakah kamu melupakan yang sudah berlalu? Apa yang di lakukan ayah mertua pastinya juga memiliki alasan. Aku tahu betul, ayahmu pasti menginginkan yang terbaik untuk mu tapi putranya ini malah bandel dan menikah dengan seorang gadis yang sama sekali bukan setipe dengan pemikirannya, oleh sebabnya ayah mu marah."


Dengan hati-hati Elena mencoba untuk meyakinkan sang suami.


"Tapi tetap saja,papa terlalu menjujung tinggi egonya, sejak dulu tak pernah menghargai orang-orang yang lebih kecil dari nya. Aku harap papa bisa menghilangkan sifat buruknya itu," ucap Erick lebih terdengar seperti gumaman. Mungkin itu adalah ungkapan hatinya yang paling dalam, Elena bisa merasakan nya.

__ADS_1


"Itu sebabnya kita harus kembali. Dengan kita tinggal bersama, bukankah keluarga ini akan utuh selamanya? bukankah itu yang kamu inginkan, bahkan Mona pun menginginkan hal yang sama. Yaitu keluarganya lengkap dan tinggal bersama."


"Jadi bisakah kita kembali ke mansion?"


__ADS_2