Gejolak Cinta Tuan Erick

Gejolak Cinta Tuan Erick
GCTE | Bab 82


__ADS_3

Happy reading 🍁🍁🍁


"Apa kabar Erickson. Tak kusangka kita bertemu lagi," ujar wanita berjas putih dengan name tag yang tergantung di saku, menjelaskan identitas pekerjaan nya.


"Siang dokter Rosie. Kabar ku tak bisa di bilang baik-baik saja, itu sebabnya kita bertemu lagi," ucap Erick hanya tersenyum simpul.


Dokter Rosanne rose tersenyum penuh empati padanya, ia mengambil catatan di map coklat di atas meja, membaca ulang keluhan yang Erick rasakan tertulis di sana.


"Terakhir kita bertemu emmm, itu sudah hampir lima belas tahun lalu, sudah sangat lama." wanita yang nampak elegan dengan rambut blonde nya yang sepundak di kuncir kuda itu bercakap-cakap sejenak untuk mengulur waktu mencoba mengamati sikap Erick dan menelaahnya sebelum terapi kejiwaan di mulai.


"Apa yang kamu rasakan saat ini, adalah sebuah tekanan emosional." tutur nya kemudian saat tak mendapat respon dari Erick ketika hening hampir menyelimuti, dalam diam dokter Rosanne menggeleng pelan, Erick masih seperti dulu rupanya sedikit bicara dan banyak diamnya.


"Tuan Rey sudah menceritakan kondisi mu sedikit sebelum kau tiba di sini. Aku tak tahu apa saja yang telah terjadi hingga trauma mu datang lagi hingga membuat keadaan mu kembali tak terkendali."


"Entahlah." Erick menggeleng. "Aku merasa sangat marah. Mungkin kau sudah tahu tentang hubungan percintaan ku yang tragis. Aku di selingkuhi oleh istri ku sendiri. Kau tahu aku kan? aku sangat benci seorang penghianat, ini semua membuat ku murka. Emosi ku jadi tak terkendali, hingga akhirnya aku terjerumus demi menghilang kan rasa sakitnya aku mengambil pelarian dengan minuman- minuman keras, advokat, wine dan sejenisnya hanya membuat ku tenang sesaat ... aku ingin ketengan yang nyata, dok. Aku ingin menghilangkan memori tentangnya, semua rasa sakit yang di berikan nya!"


"Baiklah Erickson ... i'ts okay tenangkan dirimu!" dokter Rosanne setengah kalut saat melihat Erick mulai tak bisa mengendalikan dirinya, ia mengusap bahu pria itu lembut untuk memberi kenyamanan.

__ADS_1


...***...


"Bagaimana tentang Erickson, dokter Rosanne?" tanya Clarissa, ketika konsultasi hari pertama selesai, ia melirik sejenak ke arah pria yang kini tengah terbaring di kasur.


"Ini buruk. Saat aku melakukan media hipnotis untuk mengetahui alam bawah sadarnya, yang ia ceritakan hanya tentang gadis bernama Elena, dan mencurahkan semua kesakitan hatinya tentang apa yang gadis itu lakukan padanya," terang dokter Rosanne menjelaskan menggeleng penuh prihatin.


"Biar ku tebak, apakah Elena itu adalah nama gadisnya yang membuat Erickson hampir gila seperti ini?"


Clarissa mengangguk perlahan. "Benar dokter."


"Lalu cara apa yang terbaik yang harus di lakukan?" tanya wanita itu kemudian.


"Cara terbaiknya adalah menghilangkan memori buruk nya tersebut. Di dalam dunia medis menghilangkan memori dalam otak seseorang mungkin tak akan bisa, tapi menyamarkan nya sebagian bisa untuk di lakukan dengan cara terapi, media hipnotis dan meditasi. Aku minta selama terapi berlangsung, jangan pernah ungkit tentang gadis bernama Elena ataupun hal yang bersangkutan dengan nya, agar Erick tak mengingat kembali traumanya."


"Di mengerti, dok." Clarissa mengangguk.


"Baiklah, ada beberapa obat yang sudah ku resepkan. pastikan Erick tepat waktu meminumnya, selama di sini kau harus setia menemaninya ajak dia ke tempat- tempat indah yang menurut mu bisa membuat nya melupakan tentang gadis bernama Elena ini." selanjutnya dokter Rosanne menjelaskan apa saja yang harus Clarissa lakukan sebagai orang yang akan senantiasa di samping Erick dan menemaninya.

__ADS_1


...***...


"Aku tak ingin mengambil job pemotretan dulu untuk beberapa bulan ke depan, dan Nelly sampaikan pada pak produser untuk membatalkan jadwal ku minggu depan," titah Clarissa pada manager nya.


"Why Clar? sangat di sayangkan sekali jika kau memutuskan itu." keluh Nelly, pria gemulai dengan riasan penuh di wajahnya, nama aslinya adalah Nick, Clarissa mengambilnya sebagai manajer karena tahu Nick atau Nelly ini tak suka yang kue apem alias sukanya yang berbatang jadi Clarissa merasa aman dan sebab hubungan pertemanan mereka juga sudah lengket sejak dulu.


"Aku ingin fokus berada di samping Erick, Nell," ucap Clarissa.


"Kau sampai melakukan pengorbanan besar ini untuk nya apa dia akan melihat pengorbanan mu? huh ... " desis Nelly merasa kecewa dengan model cantik itu.


Untuk sesaat Clarissa tersenyum sejurus kemudian ia menatap nanar bayangannya di kaca.


"Tak ada harga untuk cinta, Nelly. jika memang kau mencintainya kau tidak akan berfikir dua kali untuk melakukan pengorbanan untuknya, meskipun dia tak akan melihat ... dan itulah yang saat ini sedang ku lakukan."


...-------Oo--------...


Sebelumnya terimakasih untuk yang selalu mendukung Novel iniπŸ™ beribu-ribu cinta untuk kalian ❀️ please agar cerita ini tetap jalan bagi reader yang telah menyempatkan membaca berikan like dan tinggalkan komen agar othor semakin semangat, terimakasih ✨

__ADS_1


__ADS_2