Gejolak Cinta Tuan Erick

Gejolak Cinta Tuan Erick
GCTE | Bab 125


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹


"Kenapa kamu jadi berubah manja seperti ini?" tanya Elena, terkejut dengan perubahan tiba-tiba sikap pria ini.


"Tidak ada yang salah kan? kita masih sah suami-istri. Aku suami mu, jadi bukan masalah jika aku bermanja-manja dengan isteri ku sendiri."


"Lepaskan Erick, ini tak lucu!" decit Elena, terlihat raut wajahnya yang semakin meringis, tak suka.


Erick mengesah panjang, segera ia lepaskan rangkulan tangannya di pinggang perempuan cantik itu.


"Kau sebegitu tak suka nya ku sentuh? atau kau memang masih membenci ku?" tanya Erick dengan menunjukkan wajah putus asa.


"Aku di sini hanya pure ingin mengobati mu. Jadi ku mohon Erick ... "


Erick tertawa sumbang. "Bahkan kamu tak memanggil ku dengan sebutan 'mas' lagi. Apa sepertinya aku harus move on dari mu, Elena?"


Wanita beriris coklat itu tak menjawab, justru ia malah memalingkan muka, ada sesak yang tiba-tiba datang, menggerogoti dadanya.


Erick melihatnya pun tersenyum maklum. "Baiklah, aku mengerti." pria itu menundukkan wajah.


Elena memandang pria yang kini duduk nelangsa di tepi ranjang itu dengan tatapan sedih. Kemudian wanita tersebut mendekat, mencoba mengikis jarak di antara mereka berdua, ragu ia merentangkan tangannya hendak menggapai Erick yang tengah menunduk, namun urung ia lakukan, rasa sakitnya kembali datang. Sontak Elena langsung merengkuh tubuh kekar pria itu di dalam dekapannya.


Erick membeliak terkejut dengan perlakuan Elena yang tiba-tiba saja, namun hal itu tak membuat ia urung memeluk pinggang sang gadis. Erick merasakan dekapan hangat yang begitu nyaman hingga tersalurkan ke hatinya.


Hening sesaat, kedua insani itu hanya berdiam dengan posisi seperti beberapa menit lalu, Elena melingkarkan lengannya di kepala Erick, lalu sedikit menjauh mengusap rahang kokoh pria itu.


"Kamu pantas bahagia, dengan wanita lain yang lebih baik, bukan bersama ku wanita yang hanya membawa masalah."


"Bagaimana mungkin aku bisa mencari wanita lain, sedangkan separuh jiwaku saja ada padamu Elena."


Keduanya sama-sama diam. Elena pun tak memiliki alasan lagi untuk di ucapkan, sedangkan Erick menarik sudut bibir, dengan jempolnya yang mengusap sudut netra gadis itu yang berair.


...----------------...

__ADS_1


Sinar mentari menyorot teduh di luar sana, angin sejuk melambai-lambai memberikan kehangatan musim semi yang indah.


Sampai siang ini, toko Cempaka bakery masih terlihat sangat padat di ramaikan pengunjung yang ingin sekedar melihat-lihat kecantikan tampilan kue dari belakang etalase kaca atau langsung memesan daftar kue yang tersedia di banner, bisa langsung di bawa pulang atau menyantap kue di sini pun bisa karena di dalam terdapat beberapa kursi dan meja untuk pengunjung dengan tambahan menu teh matcha, atau coklat panas dan minuman segar lainnya ala-ala cafe milenial yang membuat tampilannya semakin segar. Juga di sediakan satu deret rak berisi penuh dengan berbagai macam permen-permen berbentuk lucu dan boneka Teddy bear kesukaan anak-anak agar bisa semakin menarik konsumen di berbagai kalangan.


"Mbak, apa permen- permen cantik ini di jual, soalnya anak saya ingin sekali permen di atas rak itu," ucap salah satu pengunjung ibu muda seperti nya dengan dua anak nya yang lucu-lucu.


"Oh bisa kok bu." sahut Siska di meja kasir. Ia menoleh sekilas pada perempuan setengah baya yang sibuk melayani pembeli lain. "Mbok Can, tolong layani yang ini dulu ya, Siska mau ke ibu-ibu itu dulu kayanya dia mau beli candy buat anaknya."


"Oh ya neng Siska, sok aja. Ini juga antrian pembelinya udah mau abis." sahut mbok Can mengangguk.


Siska pun memutari meja, menemui ibu muda tersebut.


"Ingin candy yang mana?" tanyanya pada anak kecil yang sibuk menunjuk-nunjuk dengan wajah merengek.


"Yang itu aka, yang di atas sana" tunjuk bocil itu dengan antusias.


"Yang ini?" tunjuk Siska pada toples bening berisi permen yang di ikat pita merah memiliki tampilan cantik.


Siska agak kaget sekilas karena tindakan bocil itu yang tiba-tiba, tak lama ia menyeringai lebar, mengusap rambut bocil tersebut. "Lucu sekali."


"Hahaha, maaf ya jika anak ku sedikit tak sopan," sahut ibu muda yang tengah memerhatikan meminta maaf kepada Siska dengan tertawa canggung.


"Tak apa kok Bu, anaknya lucu."


"Untunglah permen di sini bisa di jual, kalau tidak saya kerepotan."


"Memang area di sini khusus anak-anak kecil kok bok. Dan satu rak penuh berisi candy berbagai bentuk unik dan boneka teddy bear lucu sengaja di sediakan untuk anak-anak yang datang bersama orang tuanya, agar saat ibu atau ayah nya sibuk melihat- lihat kue, anak-anak tak akan bosan menunggu."


"Wah, strategi yang pintar jika seperti itu, bisa menarik konsumen bukan hanya orang dewasa tapi juga kalangan anak-anak, bagus."


"Terimakasih pujiannya bu," kata Siska dengan ramah.


"Oh, apa mbak ini pemilik toko kue nya?"

__ADS_1


"Eh, bukan buk." Siska menyilangkan tangan dengan senyum canggung. "Bukan saya, tapi ada bos saya."


"Oh begitu ya. Kira-kira siapa namanya? saya ingin berkenalan, hehehe itung-itung berbagi resep karena kue-kue di sini sangat enak."


"Bisa kok bu. Bos saya ini wanita tangguh, beliau membuka toko ini dengan kemandirian dan kekuatan nya sendiri," ujar Siska menceritakan kekaguman nya pada Elena.


"Seperti itukah? keren sekali berarti beliau ya."


"Benar buk. Saya saja sangat kagum dengan beliau. Oh ya nama bos saya Elena cempaka bu, seorang wanita muda. Beliau akhir-akhir ini lagi sibuk jadi tak bisa datang ke toko, tapi kadang dia datang untuk memantau hanya saja waktunya kadang berubah-ubah."


"Begitukah. Jujur saya ingin sekali bertemu dengan orang seinspiratif beliau. Jika waktu mohon hubungi saya dengan beliau ya."


"Baik bu. Akan saya usahakan."


Percakapan Siska dan ibu muda itu pun terputus setelah salah satu anaknya merengek ingin pulang, terpaksa ibu muda itu pun mengiyakan. Mereka lalu pergi ke meja kasir untuk melakukan pembayaran.


Sementara ibu muda itu nampak tercenung berfikir keras.


"Elena cempaka. Apa mungkin Elena yang itu?" gumam ibu muda tersebut, sedang menerka-nerka, karna nama bos yang di sebutkan Siska terdengar tak asing untuk nya.


To be continued.


••


Kira-kira siapa ya ibu muda itu? dan apa hubungannya dengan Elena? nantikan di bab selanjutnya.


Mohon untuk selalu dukung author dengan berikan like, subscribe dan gift. Karena satu dukungan dari readers sangat berharga untuk othor, terimakasih, luv❤️


Visual


Erick & Elena


__ADS_1


__ADS_2