
Hari pun menjelang pagi, terlihat Aresha tengah berpakaian rapi entah mau kemana .
ia berjalan keluar kamar menuruni tangga menuju ruang makan .
"Selamat pagi semuanya," sapa Resha pada kedua orang tua dan kakak nya
"Pagi,," jawab mereka serempak
Silva memandangi Aresha
"Kamu mau kemana pagi-pagi begini udah rapi nak ?" tanya Silva penasaran
Aresha mendudukkan diri di kursi dan membalikkan piring kosong untuk tempat sarapan nya. "Rere ada janji sama temen Mi,"
Silva mengerutkan dahi , "Temen ? siapa ? temen SMA kamu dulu ?" Silva bertanya lagi
Aresha menghentikan gerakan tangannya yang saat itu tengah mengoleskan selai kacang di roti nya . "Mami !!! Mami tenang aja deh, Rere bisa jaga diri kok .Mami jangan khawatir ya ?" Rere tersenyum ke arah Silva untuk menghentikan kekhawatiran berlebihan sang Mami .
Silva melanjutkan sarapannya dan hanya menganggukkan kepala saja .
"Ehm, kakak nanti ikut kamu." ujar Adzriel dingin
Resha heran melihat cara bicara sang kakak , "Emang kakak hari ini gak ke kampus ? dan kenapa juga kakak bicaranya datar banget gitu ?
Adzriel melirik sekilas ke arah Resha . "Kakak hari ini gak ada kelas, dan kakak cuma pengen tau siapa temen kamu itu," sebagai seorang kakak/abang , Adzriel harus melindungi dan menjaga adik perempuan nya itu .
Aresha hanya mengedikkan bahu masa bodoh saja .
10 Menit kemudian, mereka semua sudah selesai makan .
__ADS_1
"Pi, Mi, Rere pergi dulu ya." ujar Resha berdiri dari duduk nya dan menghampiri ke dua orang tua nya, kemudian ia mencium pipi Samuel dan Silva .
"Kamu hati-hati ya sayang,!" Silva memperingati putri satu-satunya itu
"Iya Mi, kan ada kak Adzriel" Resha melirik ke Adzriel sekilas
"Ya udah, Papi juga mau berangkat ini" Samuel berdiri dari duduk nya di ikuti oleh Silva
Mereka semua bersama-sama keluar rumah .
"Dah Mi,!" Aresha berjalan keluar teras dan melambaikan tangan pada Silva yang berdiri di teras rumah tersebut .
Silva membalas lambaian tangan Resha .. Lalu Adzriel dan Aresha masuk ke dalam mobil Resha, kemudian mobil yang mereka kendarai meninggalkan pekarangan rumah NUGRAHA.
Setelah melihat mobil ke dua anak nya pergi,
Silva menatap heran pada sang suami yang terlihat manja itu
"Kamu kenapa Pi ?" tanya Silva pada Samuel yang tersenyum misterius ke arah nya
"Kebetulan anak-anak kita udah pada pergi, kita masuk lagi yuk !" Samuel berbicara dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Silva
"Masuk ke dalam ? emang mau ngapain ?" Silva masih tidak mengerti ke mana arah topik yang Samuel bicarakan .
"Kita masuk lagi ke dalam rumah, terus ke kamar dan buatin dedek untuk Resha.." Samuel menaik-turunkan alisnya dan tersenyum menatap wajah terkejut Silva
Plak
Silva memukul lengan Samuel ,
__ADS_1
"Kamu ngomong apaan sih Pi ? udah buruan pergi ke kantor sana, lama-lama omongan Papi jadi ngelantur," Silva mengalihkan pandangan ke arah lain, ia tidak tega melihat wajah memohon yang Samuel pasang .
"Tapi yank---" ucapan Samuel terpotong karena Silva mendorong pelan pundak nya
"Papi !! udah deh buruan ke kantor, kalo Papi gak berangkat, pasti entar Mami papi terkam." ujar Silva
Samuel hanya terkekeh pelan mendengar ucapan Silva
"Ya udah deh Aku berangkat dulu . Tapi ingat ya yank, nanti malam kamu harus siap aku terkam," Samuel memperagakan seperti seekor harimau yang ingin menerkam mangsa nya
Silva hanya tertawa saja, "Terserah kamu deh Pi," Silva menggelengkan kepala melihat kelakuan manja Samuel jika hanya berdua dengannya.
Samuel mencium kening Silva, kemudian berjalan menuju mobil nya . Untung saja mobil itu agak berjauhan dengan teras rumah, jadi sopir di dalam mobil tersebut tidak mendengar apa yang Samuel dan Silva bicarakan..
**Papi Sam numpang lewat ya guys 😘😘
HAPPY READING ❤
SEE YOU TOMORROW NEXT PART HONEY 💃🏼
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN UNTUK NENG RERE DAN KELUARGA NYA 🙏🏻🤗**
Guys, Mommy datang membawa rekomendasi cerita yang harus kalian baca juga nih , karya dari ICHA VIOLET .
Jangan lupa mampir ya, di jamin seru deh 😍
__ADS_1