
kota D .
Dalam perjalanan 50 menit Amir sudah sampai di halaman rumah orang tua nya . Ia segera turun dari sepeda motor nya dan berlari masuk ke dalam rumah .
"Pa..!!" Amir berteriak saat sudah sampai di dalam rumah . ia terus berjalan menaiki tangga menuju kamar orang tua nya .
"Ma, Mama...!!" Amir terus berteriak dan membuka pintu kamar milik kedua orang tuanya . Saat pintu kamar terbuka, ia melihat sang Mama yang tengah menangis duduk di di kursi dekat ranjang Papa Amir .
"Mama..!" Amir berlari ke arah ranjang
"Kenapa Papa kok bisa seperti ini ?!'' tanya Amir pada Mama nya yang bernama KARINA, Amir duduk di pinggir ranjang Papa nya.
"Pa, bangun Pa ! Amir udah datang .." Amir berbicara sambil menggenggam tangan Papa nya
Tak lama kemudian, kelopak mata Papa Amir yaitu SHIDIQ terbuka .
"A-amir..!!" panggil Shidiq dengan suara lirih
"Iya Pa, ini Amir.." Amir menatap wajah pucat Shidiq
"Papa punya satu permintaan dari kamu,," Shidiq memegang tangan Amir.
"Katakan, katakan apa yang Papa inginkan ?" Amir berbicara lembut
"Berjanjilah untuk memenuhi keinginan Papa nak,," Shidiq berkata sendu
Amir terdiam sejenak, kemudian ia menoleh ke arah Karina yang terlihat menganggukkan kepala nya .
"Amir berjanji Pa," sahut Amir yakin
"Papa ini udah tua dan sering sakit-sakitan nak, Papa ingin segera melihat kamu menikah sebelum maut menjemput Papa.."
Amir menggelengkan kepala .
"Pa, dengarkan Amir .. Papa gak boleh bicara seperti itu, Papa harus kuat ! Amir dan Mama masih membutuhkan Papa .." Amir mengelus lembut lengan Shidiq
__ADS_1
"Tapi Papa kamu hanya ingin melihat kamu segera menikah nak, apa susah nya coba ? penuhi lah permintaan Papa kamu, siapa tahu dengan cara kamu menikah, Papa bisa sembuh dan tidak terlalu memikirkan tentang dirimu .." ujar Karin mewakili Shidiq, ia masih menangis melihat keadaan suaminya itu.
"Ma---" ucapan Amir terpotong karena suara batuk yang keluar dari mulut Shidiq
"Pa !! Oke, Amir akan segera mencari pendamping hidup . Tapi Amir hanya akan menikah dengan wanita pilihan Amir saja, Amir tidak ingin ada ikut campur dari tangan Mama atau pun Papa .." ujar Amir yakin, ia ingin melihat Papa nya sembuh
"Baik lah, Papa harap jangan terlalu lama mencari pendamping,," Terlihat senyum tipis mengembang di bibir Shidiq,
Karina pun ikut tersenyum dan bahagia dengan keputusan yang Amir ambil .
"Ya sudah, Amir akan menginap disini sampai keadaan Papa pulih,"
"Papa senang kamu menginap disini nak,," semangat Shidiq pun kembali lagi .
Mereka bertiga mengobrol bersama ..
"Mas,,,!!!" suara manja terdengar dari dalam ruang direktur perusahaan
"Iya sayang, kenapa hm ?" tanya seorang pria pada wanita yang kala itu duduk di pangkuannya .
"Kamu mau gak sih nikahin aku ? aku capek hubungan kita di gantung gini terus," wanita itu mengalungkan tangannya di leher sang pria .
"Aku janji, kamu tenang aja ya .. Secepatnya aku akan segera menikahi kamu," pria itu membelai wajah wanita nya
__ADS_1
"Aku senang banget deh mas mendengarnya," wanita itu menyeruak kan wajah nya di leher sang pria.
'\[*Meskipun kamu hanya menikahi ku secara siri, tidak masalah pak tua .. Itu sudah membantu rencana ku agar lebih mudah dan berjalan mulus*,,!!\] Batin wanita itu licik dengan melirik sinis nan tajam wajah pria nya dari bawah, leher pria itu.
"Sayang, jangan begini .. Kamu bisa membangunkan sesuatu yang ada di bawah sana.." pria itu seperti tidak tahan lagi untuk melakukan s\*\*\*.
"Aku akan melayani mu honey," wanita itu mencium bibir pria nya kemudian mereka melakukan hubungan terlarang itu di dalam ruangan DIREKTUR..

\*\*Ada yang mau nemenin abang AMIR gak guys ? kalo gak ada, eneng aja deh yang nemenin dia ππ
.....
HAPPY READING GUYS β€
SEE YOU NEXT PART BYE BYE ππΌππΌ
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN YA SAYANG ππ
LOVE YOU SEKEBON SINGKONG PAK RT ALL π€π€\*\*
__ADS_1