
Di Indonesia.
Tak terasa sudah berjalan 1 bulan pernikahan Leon dan Nindi. Saat ini, Leon sedang dalam perjalanan menuju restoran, tempat ia dan klien nya mengadakan pertemuan.
Leon sudah turun dari mobil, ia melangkahkan kaki menuju ke dalam restoran dengan tergesa-gesa, sebab kliennya sudah menunggu dari 15 menit yang lalu, dan ia Leon sudah terlambat 15 menit dari jam perjanjian.
Brugh !!
Leon menabrak seseorang saat hampir sampai di meja kliennya.
"Maaf, Nona!" seru Leon singkat, seraya membantu wanita yang ia tabrak tadi berdiri.
"Tidak masalah, Tu---" ucapan wanita itu menggantung, saat melihat wajah pria yang menabraknya. Wanita itu menyunggingkan senyum senang.
"Tuan, anda??" wanita tersebut menunjuk Leon.
Leon mengerutkan dahi, "Nona Jessi, anda berada di sini??" Leon menatap lekat-lekat wajah manis Jessi, berharap itu bukan halusinasi nya.
"Iya, aku sedang liburan di Indonesia.." Jessi terlihat gembira bisa bertemu dengan Leon.
"Oh ya??" Leon melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, lalu ia melanjutkan kembali perkataannya. "Maaf, Nona Jessi,, Saya permisi dulu, karena sedang buru-buru ingin bertemu klien. Dan maaf sekali lagi, karena saya tidak sengaja menabrak anda." Leon tersenyum tipis
"Tidak masalah, Tuan.. Silahkan! semoga kita bisa bertemu kembali nanti.." Jessi mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Leon hanya menganggukkan kepala, dan berlalu pergi dari hadapan Jessi.
"Pria yang menganggu pikiran ku," gumam Jessi pelan dengan tersipu malu. Ia lalu pergi ke meja yang tak jauh dari meja Leon. Jessi sengaja mengikuti Leon, karena ia ingin lebih mengenal Leon...
Dari kejauhan, Jessi dapat melihat Leon yang sedang menjelaskan sesuatu kepada kliennya. Jessi terus tersenyum melihat wajah tampan Leon yang sangat serius itu..
•
•
•
Di tempat lain..
Alya yang tengah duduk di sofa depan tv, langsung menoleh menatap wajah bingung Anindira.
"Itu resiko elo!" sahut Alya singkat
"Lo---, argh!!!" Nindi tidak melanjutkan kata-katanya, ia masih berpikir apa lagi yang harus ia lakukan untuk menutupi kejahatannya.
Alya tersenyum tipis, "Gue gak sejahat itu, Nindi!! Lo tenang aja, kita akan cari jalan supaya kejahatan lo itu, tidak terbongkar.." Alya mengedipkan sebelah mata nya ke arah Nindi.
"Lo emang harus bantu gue, kita sepakat untuk membuat keluarga Richard menderita, dan jika salah satu dari kita ada masalah.. Ya, harus bersama-sama menyelesaikannya!"
__ADS_1
"Jangan panggil gue Alya, kalau gue gak punya banyak ide untuk membantu menutupi kelakuan jahat lo.." Alya tersenyum sinis membayangkan ide gila nya.
"Ya udah, gue pamit pulang dulu!" Nindi langsung melangkahkan kaki keluar dari apartemen milik Alya.
Setelah Nindi pergi, Alya berdiri dan menuju ruang rahasia yang berada di balik rak buku kamarnya. Alya menatap foto yang menempel di dinding tersebut.
"Perlahan-lahan, keluarga Richard akan hancur di tangan ku. Lihat saja, aku akan membuat kalian membayar penderitaan yang adik ku rasakan..." Alya menatap foto itu dengan tajam, dan ia mencoret wajah seseorang yang berada di dalam foto tersebut menggunakan tinta merah..
**Si seksi, Alya 🙈
....
HAI..
SELAMAT SIANG SEMUANYA..
HAPPY READING GUYS 🤗🤗
SEE YOU NEXT PART 😍😍
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘 Terimakasih 🤗🤗🙏🏻**
__ADS_1