Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Mengobati luka luar, bukan luka hati


__ADS_3

Aresha tersenyum lebar. Dia tengah membayangkan ide yang melintas di pikirannya.


"Mas! Aku punya ide," Aresha menatap wajah Amir dengan senyum yang terus berkembang di bibirnya.


Amir menautkan kedua alisnya.


"Apa?"


"Gimana, kalau kita mengajak semua pegawai di butik untuk liburan ke Jerman? Hm! Sekalian kita berbulan madu," Aresha menjelaskan idenya.


Amir terdiam.


'Kita kan mau bulan madu, Aresha sayang... kenapa harus mengajak pegawai satu butik? Argh!' Batin Amir kesal. Namun dia tidak akan mengungkapkan kekesalannya itu kepada Aresha, sebab Amir tidak ingin istrinya itu merasa bersedih.


"Ide bagus," sahut Amir bohong.


"Benarkah? Kalau begitu, ayo kita sekarang ke butik. Aku tidak sabar memberikan kabar gembira ini kepada semua pegawai.." Aresha dengan cepat turun dari ranjang dan bersiap untuk pergi ke butik. Dia menuju kamar mandi dengan wajah riang.


Amir tersenyum melihat kegembiraan istrinya itu, "Baru seperti ini aja kamu gembira sekali, Re. Aku akan menuruti setiap keinginan kamu, asal kamu selalu tersenyum seperti ini,"


🕊


🕊


Pertemuan di restoran telah selesai. Saat ini, Salma, Leon dan juga Rendy sedang berada di apartemen milik Leon.


"Mas Leon.. Terimakasih sudah menolong saya. Jika tadi Mas Leon tidak ada, saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan kepada saya," Salma berbicara sendu.


Mereka bertiga sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Tidak masalah, Nona. Tadi kebetulan saya lewat. Jika orang lain yang berada di posisi anda tadi, maka saya juga akan menolongnya."

__ADS_1


Leon melirik ke arah Rendy. "Ren! tolong ambilkan kotak P3K dikamar gue,"


Rendy bangkit daru duduknya, dan mengambil kotak p3k di kamar Leon.


"Nih!" Rendy meletakkan kotak itu dihadapan Leon.


Leon mengulurkan tangan untuk membuka kotak itu, namun dengan cepat Salma langsung bergegas mengambil kotak tersebut duluan.


"Biar saya saja,"


Salma memangku kotak obat itu dan membukanya. Salma mengeluarkan Alkohol dan kapas. Dia mendekat ke samping tempat duduk Leon.


"Maaf, Mas Leon. Mungkin ini akan terasa sedikit perih,"


Salma meneteskan Alkohol di kapas, kemudian kapas itu dia tempelkan di sudut bibir Leon yang terluka.


"Argh,,, Ssh! erang Leon merasakan perih.


Salma kembali menempelkan kapas di sudut bibir Leon, dan sekarang Salma juga meniupnya agar Leon tidak merasakan perih.


Leon melirik ke arah Salma, dan tatapan mereka bersitubruk. Beberapa menit mereka terdiam sambil saling tatap, tiba-tiba deheman dari Rendy menyadarkan mereka berdua.


"Ehem ehem.. Apa gue gak dianggap nih? Lo jangan merebut dong, Le!. Dia itu hanya mengobati luka luar lo, bukan luka hati."


Leon dan Salma memutuskan tatapan mata mereka, dan Salma kembali duduk di tempatnya dengan sedikit salah tingkah.


"Mas Rendy bisa mengantarkan saya pulang? Hari sudah hampir siang, saya takut Umi khawatir,"


Rendy menoleh ke arah Salma.


"Ya udah ayo!"

__ADS_1


Salma langsung bangkit dari duduknya dan berpamitan kepada Leon. "Saya permisi ya, Mas. Sekali lagi terimakasih karena sudah menolong saya. Assalamualaikum," Salma melangkahkan kaki menuju pintu keluar.


Rendy mengikuti langkah Salma, namun saat sampai di hadapan Leon, dia berbisik kepada Leon. "Itu incaran gue, Le. Lo jangan nikung, cari aja yang lain!"


Leon hanya menggelengkan kepala dan tersenyum tipis. Rendy pun pergi menyusul Salma yang sudah keluar dari apartemen.


"Ada-ada aja lo, Ren! Mana mungkin gue nikung tuh cewek, bukan tipe gue.." Leon berbicara sendiri, sambil memegangi sudut bibirnya yang terasa nyeri.


****



**Sang Nyonya Amir Arsalaan ❤❤


...


Selamat malam semuanya...🤗


Udah pada tidur belum nih? Ada yang nungguin update dari Mom gak ya kira-kira??☺


Happy Reading All..


See you next tomorrow🤗


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dan dukungannya selalu😘😘


terimakasih 🤗**..


...


Mampir ke karya temen aku yuk guys ❤

__ADS_1



__ADS_2