
Aresha sudah sampai di sebuah sungai, yang warga sekitar menyebutnya dengan sebutan sungai Muaram.
Setelah membayar, Aresha langsung turun dari taksi dan berjalan mencari Anindira di sekitar kawasan sungai.
"Nindi,,,, Nindi,,,,, Anindira !!!!!!" Aresha berteriak memanggil nama Nindi, dengan terus menyusuri sekitaran sungai
"Kemana dia ?" Aresha berjalan di atas jembatan
"Nindi !!!! Anindi-----" ucapan Resha terpotong, karena seseorang yang bertepuk tangan dari arah belakang tubuh nya.
Dengan masih menjinjing gaun pernikahannya, Aresha menoleh ke belakang . Dahi nya mengerut, saat tahu siapa orang yang bertepuk tangan itu.
"Nindi ???" Aresha tersenyum melihat, bahwa Nindi dalam keadaan baik-baik saja.
"Dek !!" Aresha melangkahkan kaki, ingin mendekat pada Nindi. Namun, Nindi memberikan kode melalui gerakan tangannya, supaya Aresha tidak mendekatinya.
"Stop !!!" Anindira berjalan ke arah Aresha dengan senyum sinis
"Dek ? kamu gak papa kan?? syukur lah kamu baik-baik saja,,," saat Nindi sudah berada di hadapan Aresha, Aresha ingin memeluk tubuh Nindi.
"Jangan sentuh aku!!!" bentak Nindi pada Resha
"Kamu kenapa dek????" Aresha mundur selangkah dari hadapan Nindi
"Saat ini, sepertinya aku tidak perlu sok-sok baik di hadapan kamu.. Kak ARESHA!!!"
"Apa maksud kamu, Nin ???"
"Ha..ha..ha!!!" Nindi tertawa jahat
"Kamu tidak sadar, dengan apa yang sudah aku lakukan padamu, hm ??" Anindira maju dan berdiri tepat di depan Aresha
"Apa?? apa yang kamu lakukan, Nin ??" Aresha menjadi bingung dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Jangan berlagak bodoh deh, kak Rere !!!"
Aresha terlihat menggelengkan kepalanya.
"Kakak benar-benar tidak tahu, apa yang sudah aku lakukan pada kakak ??" Nindi berbicara lembut, namun terdengar menyeramkan .
"Aku membohongi mu !!! ya,,sebenarnya aku baik-baik saja dan tidak dalam bahaya !!!!" Nindi tersenyum miring.
Mata Aresha terbelalak, mendengar penuturan dari bibir adik sepupunya itu.
"Bohong ??? Nindi, jelaskan pada ku ?! apa maksud kamu sebenarnya????"
"AKU MENGINGINKAN KEMATIAN MU, DAN AKU MENGINGINKAN KAK LEON !!!!" bentak Nindi tepat di wajah Aresha
Aresha menatap tajam Anindira, sang adik sepupu yang sangat beda jauh dengan dulu yang ia kenal.
"Kamu mendengar ku, hm ??" Anindira mencengkram dagu Aresha
"Kenapa kamu bilang ??? INI SEMUA KARENA KAMU KAK, KARENA KAMU !!!!" Nindi melepaskan cengkraman di di dagu Aresha kasar, seraya menunjuk wajah Aresha, dan ia membentak Aresha meluapkan segala kekesalan nya selama ini
"Aku ??" Aresha menunjuk dirinya sendiri .
"Jika ada masalah, setidaknya bicarakan baik-baik dek. Jangan seperti ini !!!" Aresha berbicara lembut dan mencoba meraih tangan Nindi, akan tetapi Nindi dengan cepat menepis tangan Aresha kasar.
"Dengarkan aku baik-baik, aku akan menjadi pengantin wanita untuk kak Leon, bukan KAMU, tapi AKU !!" Nindi menekan kata KAMU, AKU, seraya menunjuk dada Aresha.
"Kamu tega berbuat jahat pada ku ??? kakak sepupu mu sendiri ???"
"Hem, tentu.. Tentu saja aku tega, karena hanya satu tujuan ku yaitu, memiliki kak Leon seutuhnya,,,"
"Kenapa kamu PD sekali ??? apa kak Leon sudah pasti mau menikahi mu ???"
"Ha..ha..ha.. Dasar bodoh, tentu saja kak Leon akan menikahi ku. Aku sudah mengatur segalanya," Nindi mengedipkan sebelah matanya tanpa rasa bersalah ke arah Aresha.."
__ADS_1
"Kamu sudah mengatur segalanya ???" tanya Resha penasaran
"Ya,, pertama aku melakukan manipulasi saat kamu mengadakan acara dengan pegawai dan rekan kerja kak Leon waktu itu. Namun semua usaha dan rencana ku untuk melenyapkan mu sia-sia, dan saat ini rencana ku berikut nya. Dan aku yakin, tidak akan gagal !!!" Nindi berbicara santai seraya menatap benci pada Aresha.
"Kamu jahat Nin, KAMU JAHAT !!!!" Aresha tidak dapat membendung kesedihan nya lagi, sehingga ia membentak Nindi. Ia tidak menyangka bahwa, sang adik sepupu se benci ini pada dirinya .
"Kamu tahu Nin, semua yang kamu rasakan itu hanyalah sebuah obsesi, bukan cinta. Kamu hanya ingin memiliki, dan itu hanya hasrat sementara kamu Nindi!!!. Kamu tidak akan bahagia hidup dengan kak Leon, karena kak Leon tidak mencintai kamu ANINDIRA, buka mata kamu lebar-lebar dek..." Aresha merasa, bahwa sepupunya itu sangat terobsesi dan berhasrat ingin memiliki Leon..
"DIAM !!!!!!" Nindi berteriak seperti orang kesetanan .
"Aku tidak peduli, dengan apa yang kamu katakan Aresha Raiqa Nugraha!!! intinya, saat ini juga, aku akan melenyapkan mu !!!! Dan sungai ini yang akan menjadi saksi kematian mu, ARESHA !!!!" Nindi membentak Aresha.
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya ???
**Anindira ❤
...
HALO SELAMAT PAGI SEMUA NYA 🤗
HAPPY READING GUYS 😘😘
SEE YOU NEXT PART 😍😍
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 🎉🎉
....
HAI HAI.. MAMPIR JUGA KE KARYA TEMEN AKU YANG SATU INI YUK 😍😍**
__ADS_1