
Di saat wanita dewasa yang tak lain adalah Romlah, tengah menyantap makanan nya, dan terkadang ribut dengan Aminah, sang adik angkat. Terdengar seruan dari luar rumah..
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.." Aminah menjawab dari dalam dan bergegas melihat keluar.
"Ibu..!!" seru Aminah senang, saat melihat ibu angkat nya sudah pulang dari gudang ikan.
Ibu Romlah duduk di bangku panjang teras rumah di temani oleh Aminah.
"Bu, ibu pasti capek. Ibu mandi dulu, setelah itu makan. Minah udah masakin sayur lodeh, untuk ibu,," ujar Aminah memijat pundak ibu angkat nya.
Ibu Romlah tersenyum seraya menatap wajah cantik Aminah.
"Makasih ya nak, kamu jadi repot-repot masakin untuk ibu,,"
"Gak papa bu, ini juga belum seberapa, karena ibu udah mau berbesar hati menolong Minah dan merawat Minah disaat Minah sakit waktu itu."
Aminah dan ibu Romlah melanjutkan obrolan mereka.
"Bu, minta uang dong." Romlah keluar dari dalam rumah, membawa tas jinjing nya.
"Kamu mau kemana nak? ibu gak punya uang, belum gajian..." ujar Ibu Romlah sendu. Anak nya yang satu ini benar-benar boros dan tidak peduli dengan orang tuanya
"Romlah mau pergi belanja baju untuk nanti malam, teman-teman Romlah mengajak pergi ke pesta pernikahan di desa sebelah." Romlah berbicara santai
Aminah menatap wajah Romlah dan Ibu Romlah bergantian.
__ADS_1
"Mbak, mbak gak kasian apa sama ibu ?? ibu udah capek-capek kerja, baru pulang juga udah di mintai uang,,"
"Diam kamu! tau apa kamu anak pungut??? masih syukur gue mau tinggal bareng lo. Kalau enggak, udah jadi gelandangan lo di jalanan sana." bentak Romlah pada Aminah.
"Minah, sudah nak. Dia memang seperti itu, bukannya mau bekerja, tau nya hanya menghambur-hambur kan uang saja."
"Ibu menyuruh Romlah kerja? tuh, suruh aja anak pungut ibu bekerja. Supaya bisa membantu perekonomian kita!!" Romlah menunjuk Aminah.
"Jaga bicara kamu, Romlah. Dia---" belum selesai ibu Romlah bicara, Aminah dengan cepat menyela nya
"Ada benarnya juga kata mbak Romlah bu. Sepertinya, Minah memang harus mencari pekerjaan.." keputusan Aminah
"Tidak nak, kondisi kamu masih belum pulih total. Jangan memaksakan diri, mbak kamu memang kalau bicara suka ngasal." ibu Romlah mengelus lembut pundak Aminah.
"Halah,, bela terus tuh anak... Manja ntar jadinya,," ujar Romlah kesal
"Ini uang untuk kamu belanja baju, pergi lah. Lakukan apa yang kamu inginkan," Ibu Romlah pun sudah tidak bisa lagi menasehati anak nya yang keras kepala itu.
"Nah...Gitu dong, bu dari tadi. Susah banget, pakai drama-drama'an segala !" Romlah langsung pergi meninggalkan Aminah dan ibunya .
Aminah masih terdiam saja, mengingat ucapan Romlah barusan. Apa iya dia harus bekerja ? tapi bekerja apa ? menangkap ikan ? mana bisa!!!.
Ibu Romlah, yang sadar bahwa Aminah sedang memikirkan sesuatu pun, langsung menepuk pelan pundak Minah.
"Nak, sudah lah. Jangan kamu pikirkan ucapan Romlah tadi. Dia hanya asal bicara," Ibu Romlah mengelus lembut pucuk kepala Aminah.
Aminah menoleh dan hanya tersenyum kepada Ibu angkat nya itu.
__ADS_1
"Ayo kita masuk!!"
Ibu Romlah dan Aminah, masuk ke dalam rumah bersamaan .
'Aku akan memikirkan lagi ucapan mbak Romlah tadi. Aku memang tidak bisa terus-terusan merepotkan ibu. Kasian, beliau sudah tua...' Batin Aminah seraya berjalan menuju meja makan, bersama ibu nya.
YUK, KENALAN DENGAN MBAK ROMLAH DULU. MESKIPUN ORANG DESAA, AKAN TETAPI MBAK ROMLAH RAJIN PERAWATAN YA GUYS 🙈🙈🙈
**Romlah.🙈🙈
...
HALO, SELAMAT PAGI SEMUA..
TIDAK TERASA KITA SUDAH BERADA DI PENGHUJUNG WEEKEND 🤗
HAPPY READING GUYS 😘😘
SEE YOU NEXT PART, BYE BYE....
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA 😍😍**
...
Mampir ke karya temen aku yuk 🤗
__ADS_1