
Matahari pagi menyapa desa Bangko Permata. Terlihat Aminah sudah selesai dengan pakaian rapi untuk berangkat bekerja.
Ibu Romlah yang baru keluar dari kamar mengerutkan dahi nya heran, sebab ia tidak tahu jika Aminah kemarin melamar pekerjaan kepada Amir.
"Kamu mau kemana, nak?? kok udah rapih begini ?" ujar Ibu Romlah, menatap Aminah dari atas sampai bawah.
"Minah mau berangkat bekerja, Bu!" ucap Minah diiringi senyum gembira.
"Bekerja ? dimana ?" Ibu Romlah mendudukkan diri nya di samping Minah
"Di gudangnya Mas Amir! Kemarin, Minah sudah melamar pekerjaan ke tempat Mas Amir. Dan ternyata ada pekerjaan yang cocok untuk Minah, yaitu menjadi asisten pribadi Mas Amir. Ya Minah langsung mau dong, Bu ! Karena Minah juga emang lagi butuh pekerjaan, Minah gak mau terus-terusan menjadi beban untuk Ibu,,"
Ibu Romlah terharu mendengar penuturan dari bibir anak angkat nya itu. Ia mengelus lembut pucuk kepala Minah.
"Minah sayang,, kamu gak perlu memaksakan diri untuk bekerja jika keadaan kamu masih belum pulih nak, Ibu sama sekali tidak merasa terbebani dengan adanya kamu!"
"Ibu tenang aja, pekerjaan Minah ini juga gak berat kok. Hanya mengecek ikan di gudang saja, terus menulis berapa persen pemasukan dan pengeluaran, lalu Minah setor ke Mas Amir deh catatannya!!" ujar Minah menjelaskan
Ibu Romlah tersenyum tipis. "Ya sudah, jika kamu memaksa ingin bekerja. Ibu gak bisa melarang keinginan kamu,"
Aminah tersenyum sambil memeluk tubuh Ibu Romlah. Aminah sudah menganggap Ibu Romlah seperti Ibu kandung nya sendiri.
__ADS_1
"Huh, kebiasaan di pagi hari. Melihat drama yang kurang bermanfaat!" Romlah yang baru keluar dari kamar, langsung menyindir Aminah dan Ibu nya.
Aminah melepaskan pelukan pada tubuh Ibu Romlah. Kompak, Ibu dan Aminah menoleh ke arah Romlah..
"Kamu ini bicara apa sih, La ? pagi-pagi udah emosi aja!!" Ibu menegur Romlah, yang ekspresi wajah nya terlihat tidak suka
"Tau akh, Ibu pikir aja sendiri!" Romlah melangkahkan kaki keluar rumah, namun sebelum mencapai pintu, Romlah membalikkan tubuh nya menghadap Aminah dan Ibu.
"Eh, kamu kok udah rapi aja, Minah ?? mau kemana ??" tanya Romlah penasaran.
"Minah mau bekerja, Mbak !" ucap Minah pada Romlah
Romlah menganggukkan kepala, "Bagus deh, gini kan kamu gak cuma numpang tinggal dan makan aja di rumah ini,!"
Ibu yang melihat kelakuan Romlah, hanya geleng-geleng kepala.
"Maafin Romlah ya, nak ? Dia emang suka begitu, padahal dulu ibu selalu mengajari dia tentang tata krama dan sopan santun dalam berbicara. Mungkin karena pergaulan, jadi sifatnya ikut terbawa seperti yang lainnya."
"Udah lah, Bu.. Gak usah di pikirin, Minah gak papa kok!" Aminah mengelus pelan bahu Ibunya.
"Ya sudah, kita sarapan dulu yuk? Ntar keburu siang pergi ke gudang." Ibu dan Minah berdiri dari kursi panjang itu dan berjalan menuju meja makan.
__ADS_1
Mereka berdua makan bersama sembari mengobrol ringan.
10Menit Minah dan Ibu sudah selesai sarapan. Mereka berdua bergegas pergi ke gudang ikan sebelum hari menjelang siang.
**Memulai pekerjaan harus diawali dengan bismillah 😍😍
...
HALO SELAMAT MALAM SEMUA NYA ...
SELAMAT MEMBACA ...
JANGAN LUPA BERIKAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN, DAN JUGA TINGGALKAN JEJAK, LIKE VOTE HADIAH DAN TAP FAVORIT NYA 🤗🤗
TERIMAKASIH 😘😘
....
MAMPIR KE KARYA TEMEN AKU YUK 🤗**
__ADS_1