
Aresha terkejut mendengar setiap penuturan yang keluar dari bibir Anindira.
"AKU TIDAK PEDULI DENGAN APA YANG KAMU KATAKAN, ARESHA RAIQA NUGRAHA!!! INTINYA, AKU AKAN MELENYAPKAN MU, DAN SUNGAI INI YANG AKAN MENJADI SAKSI KEMATIAN MU, ARESHA !!!!!" Nindi berkata dengan nada penuh penekanan dan juga pancaran mata yang menyala mengatakan dendam.
"Nindi, apa maksud kam----,, Aaaaaaaa!!!!!!!" ucapan Aresha terpotong, karena Nindi dengan cepat mendorong nya ke dalam sungai.
"Ni--, to....lo....ng... Nin------'' Aresha berteriak seraya melambai-lambai kan tangan nya dari dalam sungai yang arusnya sangat deras itu.
"Ha..ha..ha.." selamat tinggal, Aresha!!! Semoga aja, lo langsung MATI !!!" Nindi mengibas-ngibaskan kedua tangannya. Ia tidak merasa bersalah sedikit pun karena sudah mencelakai sang kakak sepupu, di hari pernikahan kakak nya sendiri .
"Aku akan pulang, dan menggantikan Aresha menikah dengan kak Leon. Hm,, Selamat tinggal, Aresha. Dan selamat datang, Anindira," Anindira tersenyum sendiri seperti orang tidak waras.
Ia kembali menolehkan kepala, dan terlihat dari dalam sungai. Tidak ada lagi pergerakan dari Aresha.. Mungkin Aresha sudah terbawa arus sungai..
Nindi ingin melangkahkan kaki nya, namun ia mengingat sesuatu. Ia melihat kebawah, dan mengambil ponsel milik Aresha.
Ia berpikir sejenak, dan mengetik sesuatu di ponsel tersebut. Setelah itu, ia kirimkan kepada seseorang, kemudian ia melempar ponsel Aresha ke dalam sungai..
"Pergilah bersama majikan mu, ponsel sialan!!!!" Nindi tersenyum miring dan kembali melangkahkan kaki menuju taksi online pesanannya.
Di kediaman Nugraha, semua orang sedang dalam keadaan panik dan emosi. Saat ini, mereka semua tengah berada di dalam ruangan kerja Sam. Sedangkan para tamu, sudah banyak yang berdatangan di bawah sana.
"KENAPA SEMUA INI BISA TERJADI ????" Leon sudah putus asa, segala harapan indah yang ia bayangkan bersama dengan Aresha, telah pudar begitu saja.
"Nak, sabar.. Kamu tenang dulu," Rahma, sang Mama mencoba menenangkan Leon
Leon tak kuasa menahan kesedihan nya, ia memeluk Tubun Rahma, dan menangis di dalam pelukan Rahma. Ia masih tidak percaya, bahwa Aresha kabur.
*ting*
__ADS_1
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Leon. Saat membaca nama.pengiriman nya, ia tersenyum bahagia. Dengan cepat, Leon langsung membuka pesan tersebut.
\[*Kak Leon, maafkan aku. Aku mengerti aku salah, aku kabur tepat di hari pernikahan kita. Aku mohon jangan mencari ku kak, menikah lah dengan orang lain dan jangan pernah mengharap kan aku kembali. Aku akan bahagia dengan kehidupan baru ku nanti, SELAMAT TINGGAL kak Leon, semoga kamu bahagia. Jujur, aku sama sekali tidak mencintai mu, aku hanya mempermainkan perasaan mu saja . ARESHA*,,\]
Begitulah isi pesan yang Aresha kirim kan pada Leon, ralat !! bukan Aresha, namun Anindira yang memakai ponsel Resha, ia ingin membuat semata-mata Aresha lah yang bersalah ..
Mata Leon sudah memerah menahan emosi yang akan meledak dalam dirinya.
Rahma yang melihat sang putra seperti itu pun, langsung merebut ponsel yang berada di tangan Leon.
Ia membaca pesan yang Aresha kirimkan, dan matanya terbelalak hingga menyala marah.
"SIALAN !!! AKU MEMBENCI MU ARESHA, AKU MEMBENCI MU !!!!!" teriak Leon kalap, dan merebut ponsel nya dari tangan Rahma, kemudian ia membanting ponsel itu ke lantai hingga hancur lebur.
Bilang menghampiri sang putra yang terduduk di sofa, dan ia mengelus pundak Leon, agar Leon bisa sedikit tenang.
Rahma menghela nafas dan berjalan menghampiri Silva juga Samuel .
"Tuan Sam, dan jeng Iva. Sepertinya kalian salah mendidik anak kalian selama ini. Dia memang sengaja kabur, dan ternyata selama ini dia hanya mempermainkan perasaan putra ku saja."
Silva membelalakkan matanya.
"Tidak mungkin jeng Rahma, tidak mungkin Rere sejahat itu. Anda pasti salah sangka!!"
"Salah sangka ? salah sangka bagaimana? jelas-jelas putri mu sendiri, yang mengirim pesan pada putra ku supaya tidak mencari nya dan dia selama ini hanya mempermainkan perasaan putra ku saja. Apa dia tidak bisa bilang dari awal, jika tidak mencintai putra ku ?? mengapa dia harus mempermalukan putra ku dan keluarga kami di saat pernikahan begini??" Rahma masih berbicara sopan agar tidak menyinggung perasaan keluarga Silva .
__ADS_1
Silva bingung, ia hanya diam seraya menangis dan memeluk tubuh Samuel dari samping.
Gilang bangkit dari duduk nya,
"Sudah, kita pulang saja. Tidak ada gunanya kita berada di tempat ini, tempat yang hanya bisa membuat keluarga kita menanggung malu !!!"
Terdengar ketukan pintu, dan pintu pun terbuka dari luar..
...
**HAI HAI GUYS 🤗🤗
MAAF, MOM JEDA DULU YA CERITA ARESHA BESERTA YANG LAINNYA ..
SELAMAT MEMBACA , DAN SAMPAI JUMPA NANTI SIANG GUYS 😘😘
JANGAN LUPA TINGGALKAN DUKUNGAN, SUPAYA OTHOR LEBIH SEMANGAT \_❤👍😍😍
....
Mampir juga ke karya temen othor ini yuk 🤗**
__ADS_1
