Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Kembali ke Indonesia


__ADS_3

Nindi tengah bersiap untuk pulang kembali ke negara tercinta, yaitu Indonesia. Zein dan Silvi tidak ikut pulang ke Indonesia, karena pekerjaan Zein masih menumpuk.


"Sayang.." Silvi masuk ke dalam kamar Nindi .


"Bunda," Nindi tersenyum sambil menoleh ke belakang.


Silvi menghampiri Nindi.


"Kamu udah siap? Titip salam dengan Tante dan Om kamu ya? Kalau Ayah kamu gak banyak kerjaan, pasti Bunda juga ikut pulang," ujar Silvi mengelus rambut Nindi.


"Gak papa kok Bun. Nindi ngerti.. Lagian, nanti kan ada Excel dan Zaky yang nemenin Nindi di Indonesia," ucap Nindi menggenggam telapak tangan sang Bunda.


"Kalian nanti tinggal di rumah kita kan?"


"Nindi yang akan tinggal di rumah kita. Ex dan Zaky lebih memilih untuk tidur di hotel. Ex tidak ingin di cap jelek jika tinggal satu rumah dengan Nindi sebelum menikah," Nindi menjelaskan.


"Bener juga yang Excel katakan,"


Terdengar suara deru mobil di halaman rumah.


"Bun.. Sepertinya itu mobil Ex. Ayo kita turun," Nindi dan Silvi keluar dari kamar sambil menggeret koper milik Nindi.


Sesampainya di bawah.


"Oma...." Zaky langsung memeluk Silvi saat sudah dekat.


"Halo sayang gantengnya Oma.." Silvi memeluk dengan erat tubuh Zaky. Bocah tampan nan menggemaskan itu.


"Mommy udah selesai?" Zaky langsung bertanya saat pelukan sudah terlepas.


"Sudah. Daddy mana?" Nindi menoleh ke belakang tubuh Zaky, Nindi tidak mendapati Excel.


"Dad menunggu di mobil," ujar Zaky. "Ky udah gak sabar pengen liat Indonesia, Mom.. Ayo kita berangkat," Zaky menggenggam tangan Nindi.

__ADS_1


"Ayo.." Nindi menoleh ke arah Silvi.


"Bun.. Nindi pamit ya?" Nindi mencium kedua pipi Silvi.


"Kamu hati-hati ya sayang.. Jangan lupa, sampaikan salam Bunda kepada keluarga yang ada di Indonesia. Jika di Indonesia nanti, kamu jangan mengingat apapun lagi ya nak? Lupakan masa lalu, dan juga kenangan kamu dengan Leon di sana." Silvi mengingatkan Nindi.


Nindi mengangguk.


"Nindi ingat, Bun." Nindi tersenyum tipis.


"Oma.. Zaky pergi dulu ya? Oma minta apa? Nanti Zaky beliin oleh-oleh untuk Oma dan Opa deh," ujar Zaky.


"Oma gak minta oleh-oleh apapun sayang.. Yang penting, kalian selamat sampai tujuan, dan segera pulang.. Karena Oma kesel cuma ketemu dengan Zaky sebentar aja," Silvi berbicara seperti tengah merajuk.


Zaky dan Nindi hanya tertawa melihat wajah lucu Silvi.


"Udah yuk, ntar Daddy kelamaan nunggu kita,"


Mereka bertiga keluar menuju teras rumah.


"Sudah? Ayo.. Kenapa kalian lama sekali?" ujar Excel saat Nindi dan Zaky berjalan ke arahnya.


Ex menoleh ke arah Silvi. Dia tersenyum ramah.


"Kami pergi dulu ya, Tan?"


"Hati-hati ya.. Jangan lupa, kalau udah sampai di Indonesia, segera hubungi Bunda,"


"Oke Oma.." sahut Zaky si bijak.


Mereka semua tersenyum bersama. Lalu Excel, Nindi dan juga Zaky masuk ke dalam mobil.


"Dah Oma..." Nindi dan juga Zaky melambaikan tangan mereka.

__ADS_1


"Dah...." Silvi membalas lambaian tangan itu.


Mobil melaju meninggalkan pekarangan rumah Maheswari.


Setelah kepergian mobil Excel.


"Semoga hubungan Excel dan Nindi langgeng. Aku sangat bersyukur, Nindi mendapatkan pria seperti Excel. Di tambah ada putra nya yang menggemaskan itu,"


Silvi masuk ke dalam rumah kembali.


Di dalam mobil.


"Mom.. Di Indonesia, kita jalan-jalan ya nanti?" ujar si kecil Zaky.


"Iya sayang.. Nanti, Mommy akan mengajak kamu ketempat yang sangat bangus di Indonesia," Nindi tersenyum sembari menatap wajah calon putra sambungnya itu.


"Yeay asyik..." Zaky bersorak riang.


Lalu mereka mengobrol kembali.


Excel dan Nindi sudah memberitahu keluarga mereka tentang keputusan mereka untuk menikah. Seluruh keluarga tentu senang, dan lagi.. Excel adalah anak dari sahabat Ayah Nindi. Orang tua Nindi juga sangat senang, bahwa Excel mau menerima Nindi apa adanya.



**Zaky 😘😘.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART, DAH....


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA❤❤ TERIMAKASIH 🙏🏻**


*********

__ADS_1


Apabila berkenan, mampir ke karya temen Mom yuk 🤗.



__ADS_2