Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Acara pernikahan,


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu. Saat nya menyaksikan acara sakral antara Leon dan juga Aresha. Para seluruh keluarga tersenyum bahagia menyambut hari ini, namun berbeda dengan gadis yang saat itu akan menjalankan rencana nya .


"Lo gak usah ikut campur dengan urusan gue kali ini, biar kan gue yang bekerja, lo cukup mantau aja siapa tahu ada yang mengikuti Aresha nanti !" perintah gadis itu melalui sambungan telepon nya .


"Gue ngerti, lo tenang aja. Semoga sukses,," wanita di sebrang telepon sana, memberikan semangat pada partner nya itu .


Sambungan pun terputus .


Gadis yang tak lain adalah Anindira, putri tunggal dari Zein Maheswari dan Silvi Anjani Wijaya, sangat terobsesi dengan Leon calon suami kakak sepupu nya sendiri. Ia hanya ingin memiliki Leon, ia tidak rela jika Leon di miliki orang lain selain dirinya .


Tanpa sepengatahuan anggota keluarga atau yang lainnya, Nindi pergi keluar rumah dengan menaiki taksi online.


Sedangkan di kamar Aresha.


"Aduh, kamu cantik banget deh cyinn, jadi iri Yenny,!" ujar perias Aresha, yang sedikit ngondek .


Aresha hanya tersenyum lucu dan menggelengkan kepalanya.


"Sudah, kamu tinggal menunggu calon mempelai pria nya datang saja. Eyke keluar dulu ye, ingat !! stay di sini jangan kemana-mana. You paham ?" perias ngondek itu menunjuk Aresha dengan jari telunjuk nya


Aresha hanya menganggukkan kepala saja .


"Good, eyke keluar dulu ye.. Bye !!!" perias tersebut keluar dari kamar Resha dan menutup pintu kamar.


Aresha mengambil ponsel dan ber-selfie ria. Namun baru beberapa jepretan, sebuah pesan masuk di dalam WA Aresha.


Saat membaca nama pengirim pesan itu, Aresha pun langsung membuka pesan tersebut.


[kak, tolongin aku. Cepat datang ke jalan XXX dekat sungai muaram, jika ingin nyawa ku selamat, kakak jangan membawa siapapun dari sana, cukup kakak sendiri saja yang datang ke mari. Jangan membuat ku kecewa kak, karena keselamatan ku ada di tangan kakak,] Begitulah pesan dari Anindira, adik sepupu Aresha, yang diakhiri dengan emot menangis..

__ADS_1


"Nindi ? kenapa dia?" Areaha menjadi bingung sendiri dan menelpon ke nomor Nindi. Namun naas, nomor tersebut tidak bisa di hubungi dan semakin membuat Aresha bingung.


"Bagaimana ini ? aku tidak boleh membawa siapa pun, dan.. Sebentar lagi kak Leon beserta keluarga nya sampai di sini, apa yang harus aku lakukan ?"


Aresha berdiri dari duduk nya dan tidak lupa membawa ponsel milik nya, untuk berjaga-jaga apabila ia butuh pertolongan. Saat ingin membuka pintu kamar..


"Aku harus menyelamatkan Nindi, seperti nya dia dalam bahaya,," tanpa rasa curiga sedikit pun, Aresha langsung memesan taksi online supaya ia bisa menyusul Nindi.


"Bagaimana cara nya, agar seluruh keluarga tidak curiga jika aku pergi keluar sendiri ?" Aresha mondar mandir di depan pintu kamar nya, sambil memikirkan ide agar bisa keluar sendiri dari rumah.


Aresha tersenyum saat ia sudah mendapatkan alasan, yang bisa membuat nya keluar sendirian .


Aresha pun dengan cepat membuka pintu kamar dan berjalan menuruni tangga dengan menjinjing gaun pernikahannya.


"Aresha sayang !!" saat Resha sudah sampai di lantai bawah, Silva memanggil Aresha.


"Nak, kamu mau kemana ? kan belum waktunya turun, kenapa kamu udah ada di sini ??" Silva bertanya lembut kepada anak bungsu nya itu.


Aresha tersenyum kepada Silva, untuk menutupi kegugupannya.


"Mi, Rere kegerahan di kamar. Rere mau jalan-jalan di teras, boleh gak ?" Resha memasang wajah memohon


"Tapi nak---" ucapan Silva terpotong, karena Mira dengan cepat memotongnya.


"Ada apa ini kak?" tanya Mira pada Silva


Silva melirik Mira sang adik ipar sekilas..


"Ini, Mir ! Rere mau jalan-jalan ke teras rumah. Kata dia, di kamar gerah.." .

__ADS_1


"Oh, ya gak papa sih kak. Mungkin Rere gugup dan grogi,," Mira tersenyum menggoda ke arah Resha


Aresha hanya tersenyum tipis, ia masih memikirkan bagaimana keadaan Nindi saat ini.


"Ya udah yuk, biar tante temenin kamu jalan-jalan di teras," Mira mengajak Aresha keluar rumah


"Tapi tante---"


"Udah, gak usah tapi-tapian. Atau kamu mau masuk ke kamar lagi ? Hm??" ancam Silva pada Resha


"Ya udah deh, ayo tan.." Aresha dan Mira melangkahkan kaki keluar rumah.


Saat ini Silva, beserta keluarga besar Nugraha, Maheswari, dan Wijaya tengah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Apakah rencana jahat Anindira akan berhasil ??



**Berikan semangat untuk neng Rere 😌🙉


....


HAPPY READING GUYS ❤


SEE YOU NEXT PART NANTI MALAM 🙏🏻🎆


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN KOMENTAR, UNTUK MENYEMANGATI OTHOR SUPAYA CRAZY UP 🤗🤗


BYE BYE ALL, SAMPAI KETEMU NANTI MALAM 😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2