
Amir masih terpaku mendengar penuturan yang keluar dari bibir Aminah.
"Minah,," Amir menatap Minah
"Saya memang benar-benar sangat mencintaimu. Saya harap sekali lagi, kamu berpikir dan mau menerima cinta saya.."
Minah hanya terdiam, dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Jika boleh jujur, sejujurnya Aminah juga mencintai Amir.
"Tapi, Mas..." ucapan Minah terpotong oleh Ibu nya..
"Apa kamu serius ingin menikahi Aminah, nak Amir??" Ibu yang baru keluar dari rumah langsung memberikan pertanyaan kepada Amir.
Aminah menatap Ibunya terkejut. Sementara Amir, dia menatap Ibu Romlah dengan senyum dan anggukan kepala.
"Saya serius ingin menikahi Aminah, Bu!" jawab Amir yakin
Ibu duduk di kursi panjang, tepatnya di sebelah Aminah.
"Minah, sekarang kamu jawab pertanyaan Ibu! Apa memang kamu tidak mencintai nak Amir??" Ibu menatap wajah Aminah yang terlihat bimbang dan gugup
"Mi-minah memang tidak mencintai Mas Amir, Bu." ujar Minah gugup, dengan kepala tertunduk
Ibu menggelengkan kepala dengan senyum tipis.
"Dengarkan Ibu, nak! Jangan sampai kamu menyesal sudah menolak cinta, seorang pria yang tulus kepada mu. Ibu tau kamu berbohong, kamu sudah mengatakan kepada Ibu, bahwa kamu menolak nak Amir karena nak Amir telah di jodohkan oleh Salma. Kamu tidak ingin, Salma dan seluruh keluarga nya berpikiran negatif tentang mu bukan?"
Aminah terus menunduk dan terdiam. Hati nya saat ini tengah gundah gulana.
"Lihat Ibu!" Ibu menangkup wajah Minah lembut. "Katakan sekali lagi, bahwa kamu menolak nak Amir. Dan ibu tidak ingin ada penyesalan dari kamu, jika nanti nak Amir menikahi gadis lain.." Ibu menatap manik mata Aminah lekat-lekat.
Aminah menatap Ibu dan Amir bergantian.
"Aku,, Aku.. Aku memang mencintai kamu, Mas Amir.. Tapi aku tidak ingin dikaitkan dengan perjodohan kamu dan Mbak Salma.. Aku takut orang-orang mengatakan bahwa karena diriku lah, Mas Amir menolak Mbak Salma.." mata Aminah sudah berembun.
Amir menatap wajah cantik Minah.
"Minah, dengarkan saya!. Saya berjanji, bahwa tidak akan ada satu orang pun yang berani mengatakan bahwa saya menolak perjodohan karena kamu penyebabnya. Saya merasa, bahwa saya dan Salma memang tidak cocok, saya tidak mencintainya. Dan cinta juga tidak bisa di paksakan.."
__ADS_1
Aminah menatap manik mata Amir, yang memancarkan ketulusan.
"Jadi sekarang Aminah mau menerima cinta nak Amir, dan menjadi istri dari nak Amir??" tanya Ibu memastikan
Aminah menatap Ibunya dengan menganggukkan kepala malu.
"Syukurlah, ibu rasa itu adalah keputusan terbaik kamu. Ibu yakin kalian berdua pasti akan bahagia.. Ibu hanya ingin melihat kamu bahagia, Minah.. Meskipun kamu bukan anak kandung Ibu, tapi ibu sangat menyayangi kamu.." Ibu berkata dengan raut wajah sedih. Anak yang peduli dengannya, yang selalu memperhatikan kesehatannya, sebentar lagi akan membagi semua itu untuk orang lain. Semua perhatian Aminah akan terbagi dua.
"Ibu.." Aminah berseru lirih, dengan memeluk tubuh Ibunya.
"Minah juga sayang Ibu... Ibu adalah wanita terhebat bagi Minah saat ini.."
Ibu mengelus kepala Aminah dengan lembut, air mata pun menetes di pipinya. Dengan cepat, Ibu menghapus air mata itu, dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Aminah.
Ibu melepaskan pelukan.
"Kalian berdua harus memperjuangkan cinta kalian apa pun yang terjadi, nak! Ibu yakin, semua tidak akan semulus seperti yang kalian bayangkan.." nasehat ibu kepada Amir dan Minah.
"Baik, bu.." ujar Minah dan Amir bersamaan.
Minah menatap wajah tampan Amir, lalu kemudian ia mengangguk tanda setuju.
Amir tersenyum senang, "Baiklah, besok kita akan menemui kedua orang tua ku.."
Aminah terkejut..
"Besok? bukankah terlalu cepat sekali, Mas?"
"Menurut ku tidak. Benarkan, Bu??" Amir menoleh ke arah Ibu .
"Benar nak. Lebih cepat lebih baik.." sahut ibu
"Bagaimana, Minah? besok pagi saya akan menjemput kamu. Bersedia kan?"
"Baiklah, Mas. Saya akan menunggu.." ujar Minah setuju..
Setelah itu, mereka mengobrol bersama..
__ADS_1
**Kesayangannya Mas Amir 🙈🙈
..
HALO SELAMAT SIANG SEMUA..
HAPPY READING GUYS.🤗
SEE YOU NEXT PART, BYE BYE...
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK.😘
MOHON MAAF JIKA OTHOR UP NYA TIDAK TERATUR.🙏🏻
LAGI SIBUK DI DUNIA REAL 🙈
..
Eh, jangan lupa mampir ke karya temen aku yuk. wajib baca deh, keren ceritanya 🤗**
Maya Larasati seorang sekretaris yang sangat cantik dan mempunyai seorang kekasih. Kekasihnya ingin menikahinya agar tidak ada orang yang yang memilikinya dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja.
Maya sebenarnya sayang kalau berhenti bekerja tapi karena sangat mencintai kekasihnya membuatnya berhenti bekerja dan mereka pun menikah.
Uang pesangon Maya sangat besar membuat suaminya menyuruh untuk membeli rumah yang besar dan Maya pun setuju.
Cobaan datang ketika keluarga suaminya ikut menumpang di rumahnya dan memperlakukan Maya seperti pelayan ditambah suaminya selingkuh membuat Maya mengajukan berpisah.
Di tengah keterpurukan Maya bertemu dengan sang mafia.
Apakah sang mafia bisa meluluhkan hati Maya yang sudah membeku.
Ikuti yuk novel terbaruku.
__ADS_1