
1 Minggu kemudian.
Leon sedang duduk di pinggir ranjang sambil mengamati wajah Nindi yang tengah terlelap.
"Kamu kenapa bisa terkena gangguan mental begini sih, Nin? Apa yang sudah kamu lakukan?" ujar Leon pelan
Ya, 1 minggu yang lalu saat Leon pulang dari desa Bangko Permata. Dokter menyatakan bahwa Nindi mengalami gangguan mental. Perbuatan jahat yang pernah dia lakukan kepada seseorang tengah menghantui pikirannya. Karena itu, Nindi harus di jaga dan tidak boleh berpikiran negatif.
Nindi mengejapkan matanya.
"Kak.." Nindi memanggil Leon dengan suara lirih, karena dia terus berteriak meminta tolong dan menyuruh pergi.
"Nindi.." Leon mengelus lembut kepala Nindi.
Nindi meneteskan air matanya.
"Kak.." Nindi memanggil Leon lagi.
"Ada apa? Apa kamu ingin mengatakan sesuatu? Katakanlah!"
"Kak.. Jika aku mengatakan hal yang sangat rahasia tentang kejahatan ku, apa kakak bisa memaafkan ku? Dan tidak meninggalkan ku?" Nindi berbicara sambil terisak. Dia tidak bisa terus-terusan seperti orang gila begini.
"Tergantung dengan apa yang sudah kamu lakukan. Jika hal itu yang membuat kamu banyak pikiran, dan menanggung beban yang berat. Sebaiknya kamu cerita saja padaku," Leon mengusap air mata Nindi yang jatuh.
"Sebenarnya.. Sebenarnya aku seperti ini karena aku sudah membunuh Alya kak. Sekertaris Papa Gilang,," Nindi terisak.
Leon menghentikan usapan tangannya di pipi Nindi, dia menatap Nindi tajam dan dia tentu sangat terkejut.
"Apa kamu bilang? Kamu.. Kamu membunuh Alya?"
Nindi menganggukkan kepala.
"Kenapa Nindi? Jawab aku!" Leon terus menatap tajam ke arah Nindi.
"Dia ingin berencana menghancurkan rumah tangga Papa dan Mama. Dia sengaja melakukan itu karena untuk balas dendam adiknya yang sudah tiada, sebab di perkosa oleh Papa kak. Adiknya Alya frustasi karena dinyatakan hamil, dan dia gantung diri.." air mata sangat deras menetes di pipi Nindi.
"Lalu? Kenapa kamu harus ikut campur tangan tentang masalah Papa ku? Hm!"
"Karena, jika rumah tangga Papa dan Mama hancur, maka kakak pasti akan menderita dan sedih. Aku juga akan terkena imbasnya kak! Kakak pasti tidak akan memperdulikan ku,," Nindi terus tertunduk dan menangis. Dia tidak berani menatap wajah Leon.
Terdengar tawa hambar dari bibir Leon.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka, ternyata kamu seorang pembunuh Nindi. Seharusnya, sebelum kamu melakukan hal bodoh itu kamu bisa terlebih dahulu berbicara kepada ku. Aku bisa menegur Papa dan menyuruh agar Papa bertanggung jawab atas perbuatannya itu. Bukan malah memihak nya seperti kamu saat ini!" Leon menyugar rambutnya kasar.
"Kak.. Maafkan aku, aku sadar aku salah.."
"Maaf? kenapa kamu harus meminta maaf kepada ku? Kamu bersalah kepada Alya Nindi, bukan pada ku!" Leon berbalik ingin meninggalkan Anindira, namun belum juga balik seutuhnya, Leon menghadap lagi ke arah Nindi.
"Jangan katakan, bahwa kamu juga yang menyebabkan hilangnya Aresha di saat hari pernikahan kami?" Leon menekan setiap katanya.
Nindi menatap mata Leon, dan tubuhnya gemetaran.
'Bagaimana jika kak Leon tahu semua kejahatan yang sudah aku lakukan kepada kak Rere?' Nindi melamun
"JAWAB AKU NINDI!!!" bentakan dari Leon mampu menyadarkan Anindira.
"Hah!! Tidak.. Aku.. Aku tidak melakukan apa pun," Nindi gugup saat berbicara. .
Leon mendekat ke arah Nindi, saat ini wajahnya dan wajah Nindi hanya berjarak beberapa senti saja.
"Dengarkan aku baik-baik Anindira Maheswari. Jika ternyata benar kamu ada kaitannya dengan Aresha menghilang. Maka aku, Leonardo Richard, bersumpah tidak akan memaafkan mu!" Leon menekan setiap katanya.
Nindi hanya melongo mendengarkan apa yang Leon katakan.
"Aku tidak peduli! Apa yang kamu perbuat, kamu rasakan sendiri balasannya!" Leon pergi meninggalkan Nindi.
Nindi tidak ingin Leon pergi meninggalkannya. Setelah bersusah payah merencanakan segalanya, Leon ingin pergi darinya? Nindi tidak akan melepaskan Leon. Apa lagi saat ini ada benih Leon dalam rahimnya.
Nindi turun dari ranjang dan berlari menyusul Leon.
"Kak.. Kak Leon, tunggu kak! Kakak tidak bisa meninggalkan ku begitu saja. Aku tidak melakukan apa pun kepada kak Rere, kak! Percayalah!" Nindi membuntuti Leon dari belakang.
Leon tidak menghiraukan perkataan Nindi, dia tetap berjalan menuruni anak tangga. Entah apa yang saat ini dia pikirkan.
"Kak.. Kak Leon, dengarkan aku kak! Kakak mau kemana?" Nindi pun mengikuti langkah Leon yang sangat cepat menuruni anak tangga.
"DIAM NINDI!" Leon menghentikan langkah, dan dia membentak Anindira.
Nindi terkejut dan dia juga menghentikan langkahnya.
"K..Kak!" gumam Nindi lirih diiringi tetesan air mata.
"Aku tidak menyangka ternyata kamu EGOIS DAN PEMBUNUH. Kamu tega melenyapkan seseorang yang tidak punya salah terhadap mu. Ternyata kamu wanita jahat Nindi, ISTRI KU ADALAH PEMBUNUH!" bentak Leon di hadapan Nindi dengan wajah merah padam menahan emosi.
__ADS_1
Nindi hanya menggelengkan kepalanya.
Leon kembali melangkahkan kaki menuruni anak tangga, dan Nindi mengikutinya. Namun baru saja sampai di tangga pertama paling atas, Nindi terpeleset dan terguling..
"A........!!!!" teriak Nindi dan dia melewati Leon dengan terguling-guling di tangga.
Leon diam tak bergerak. Dia terlihat seperti orang linglung.
"Ni.. Nindi!!!" Leon berlari cepat dari tangga menuju ke lantai bawah. Di lantai bawah, tubuh Nindi tergeletak tak berdaya, dengan darah yang mengalir dari hidung, dan juga pahanya.
...
Apa yang akan terjadi dengan Anindira selanjutnya???
**Ada yang tahu ini visual siapa?? 🙈
..
Happy Reading bestie...
See you next part, bye bye...
Jangan lupa berikan dukungan dan tinggalkan jejaknya❤❤**
..
Mampir ke karya temen aku yuk. Berikut cuplikannya 🤗🤗
Satu tahun setelah perceraiannya dengan, Julian. Airin banyak berubah. Dia sekarang menjadi seorang desainer muda dan memiliki sebuah butik sendiri.
Untuk hubungannya dengan Raka, wanita itu masih melakukannya walau hanya dari jarak jauh, karena laki-laki itu kembali ke tempat tinggalnya, yaitu, Amerika. Airin masih belum mengetahui niat sebenarnya dari Raka dan perasaan wanita itu pun masih sama. Dia hanya menganggap Raka teman.
Namun, Julian. Laki-laki itu ternyata sudah cukup bersabar selama satu tahun. Dia diam dan tidak melskukan pergerakan hanya untuk membiarkan Airin beristirahat sejenak dan setelah itu dia akan kembali bergerak untuk menyunting sang mantan istri menjadi istrinya lagi.
Disaat yang bersamaan dengan bergeraknya, Julian. Raka juga ikut kembali ke Indonesia dengan niatan akan membuat, Airin jatuh hati.
Bagaimana kisahnya?..
__ADS_1