Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
pura-pura tidak tahu


__ADS_3

Hari sudah menjelang pagi, terlihat Nindi tengah bersiap pergi ke kampus .


"Huft," Terdengar helaan nafas berat keluar dari mulut Nindi. "Mulai hari ini, gue harus bisa mendekati dan mendapatkan hati kak Leon," Nindi tetap dalam tekad licik nya .


ia membuka pintu kamar dan berjalan menuruni anak tangga .


"Pagi Yah,Bun," sapa Nindi pada kedua orang tua nya yang sudah berada di meja makan


"Pagi sayang," balas Silvi pada putri sematawayang nya


Nindi duduk di kursi kosong yang bersebrangan dengan orang tua nya .


"Nak, nanti pulang dari kampus kamu langsung aja ke rumah opa dan oma !," Ujar Silvi di sela-sela sarapan mereka


Nindi menghentikan kunyahan roti yang berada di dalam mulut nya .


"Kenapa Bun ? emang nya ada acara ya ?" tanya Nindi penasaran


"Iya, hari ini opa dan oma kamu pulang dari Amerika . Jadi, anak dan cucu-cucu mereka akan menyambut kedatangan mereka di kediaman Wijaya," Silvi menjelaskan pada Nindi


Nindi hanya menganggukkan kepala lesu . Sebenarnya ia malas bertemu dengan Aresha


"Nindi udah selesai, Nindi berangkat dulu ya Yah, Bun," Nindi mencium pipi ke dua orang tua nya


"Hati-hati dijalan ya Nak," ujar Zein


Nindi menganggukkan kepala saja sambil tersenyum tipis dan berjalan keluar rumah menuju mobil nya.


Setelah memasuki mobil, ia langsung menjalankan mobil tersebut ke arah kampus .


15 Menit kemudian ..


"Aduh, sial !! kenapa lagi sih ni mobil ?" ujar Nindi kesal karena mobil yang ia kendarai mogok di jalan


Nindi pun keluar dari dalam mobil nya dan celingukan mencari taksi atau pun ojek .


"Sepi banget lagi, mana gak ada taksi lewat," ia melihat jam yang melingkar di tangannya . "Hari udah hampir siang, gue ada kelas pagi lagi . Kalau mesan taksi online pasti ntar bakalan telat !!" Nindi menggerutu kesal sendiri masih dengan mengedarkan pandangan ke sekitar jalan .


Tak lama kemudian ..


brum


Terdengar suara sepeda motor berhenti di samping mobil Nindi ..


Nindi pun menoleh ke asal suara motor tersebut , dan saat tahu siapa pemilik motor itu, senyuman langsung menghiasi wajah nya .


"Kenapa Nin ?" tanya pengendara motor itu pada Nindi


Nindi berjalan mendekat ke arah sepeda motor


"Ini kak, mobil aku mogok . Mana gak ada taksi lewat lagi, mau pesan online juga gak keburu soalnya aku ada kelas pagi takut telat," ujar Nindi panjang lebar sambil memasang wajah bingung


Sang pengendara motor pun terdiam seperti berpikir .


"Ya udah, nanti kamu telepon aja bengkel suruh derek mobil kamu . Sekarang kamu ke kampus bareng aku aja," pengendara motor yang tak lain adalah Leon memberi saran


Nindi langsung menganggukkan kepala cepat dan naik ke atas moge milik Leon


"Udah ?" tanya Leon saat Nindi sudah naik


"Udah kak, ayo !" seru Nindi bahagia


Leon pun mulai melajukan motornya menuju kampus .


Di jalan .


"Kak Leon, aku boleh nanya gak ?" ucap Nindi


"Apa ?" jawab singkat Leon


"Em, tipe cewek yang kakak suka itu kayak gimana sih ?" Nindi mencoba memancing Leon


"Kenapa kamu nanya begitu ?" Leon mengangkat sudut bibir nya


"Ya gak papa, siapa tau salah satu dari tipe cewek idaman kakak ada di aku," ujar Nindi malu-malu meskipun ia tahu bahwa Leon menyukai Aresha


Leon tertawa pelan , "Menurut ku, kamu bukan perempuan tipe ku Nin . Satu pun tidak termasuk," ujar Leon tanpa menjaga perasaan Nindi yang mungkin tersinggung .


Nindi tersenyum kecut mendengar ucapan Leon .


'Untuk saat ini mungkin aku memang tidak termasuk tipe mu karena ada Aresha kak . Akan tetapi, kita lihat saja kedepannya nanti, aku akan menjadi wanita satu-satunya yang berhak memiliki mu" Batin Nindi yakin


Setelah mendengar kan apa yang Leon katakan tentang dirinya yang tidak termasuk tipe Leon, Nindi yang tadi nya berniat ingin memeluk tubuh Leon tidak jadi karena hal tersebut .


15 menit kemudian mereka berdua telah sampai di parkiran motor area kampus .


Lumayan cepat sampai karena Leon mengendarai moge milik nya dengan lumayan kencang, sebab ia tidak ingin berlama-lama berboncengan dengan Nindi .

__ADS_1


"Makasih ya kak," ujar Nindi ketika ia sudah turun dari motor Leon dengan tersenyum manis . ia masih bertekad untuk membuat Leon jatuh cinta pada nya, ya ! Meskipun menurut Nindi itu mustahil .


"Sama-sama," jawab Leon sambil melepas Helm nya . "Aku duluan ya," tanpa basa basi apa pun lagi, Leon langsung berjalan masuk ke gedung kampus meninggalkan Nindi di parkiran .


"Sabar Nin, lo harus pelan-pelan mengambil hati dan simpati kak Leon," ujar Nindi menyemangati dirinya sendiri kemudian ia berjalan masuk ke area gedung kampus .


Namun masih juga sampai di tangga ke dua masuk gedung kampus , seseorang memanggil nya .


"Nin !!" panggil Adzriel sambil berlari kecil ke arah adik sepupu nya itu


Nindi membalikkan badan melihat Adzriel, Nindi pun tersenyum ketika sang kakak sepupu yang sudah seperti kakak kandung nya itu berlari ke arah nya.


"Kakak ada kelas pagi juga ?" tanya Nindi pada Adzriel ketika Adzriel sudah sampai di dekat nya


"Iya . Eh, tadi kakak liat mobil kamu di jalan, kenapa ?" tanya Adzriel penasaran


"Mobil Nindi mogok kak, tau tuh kenapa !" Nindi berkata sambil mengedikkan bahu nya .


Mereka berdua pun jalan bersama memasuki gedung kampus .


"Kalau mogok , kan kamu bisa telepon kakak supaya jemput kamu," ujar Adzriel peduli . Ia juga sudah menganggap Nindi seperti adik kandung nya sendiri


"Nindi takut kakak tadi belum bangun," ujar Nindi jujur


"Belum bangun ?" Adzriel tertawa pelan , "Mana mungkin kakak bangun siang, hari ini kakak ada kelas pagi." jelas Adzriel lagi


Nindi hanya menganggukkan kepala saja.


"Terus tadi kamu berangkat ke kampus naik apa ? Taksi ?" Adzriel bertanya pada Nindi


"Em, tadi ketepatan kak Leon lewat . Jadi dia ngajak Nindi barengan, karena Nindi bilang ada kelas pagi dan kalau nunggu taksi atau pesan taksi online pasti ntar telat," ucap Nindi


"Ya udah, kamu belum telepon bengkel buat derek mobil kamu kan ? Ntar kakak telepon kan bengkel langganan keluarga kakak, supaya mereka menderek mobil kamu ." Adzriel menawarkan


"Iya," sahut Nindi singkat dan mereka berpisah masuk ke kelas masing-masing.




Hari pun menjelang hampir sore, kelas Adzriel dan Nindi sudah selesai .



Adzriel dan Nindi pulang bersama karena mereka akan pergi ke kediaman keluarga Wijaya untuk menyambut kedatangan sang oma dan opa tercinta.




"Ayo dek," ajak Adzriel pada Nindi yang baru turun dari mobil



Nindi tersenyum ke arah Adzriel dan mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah .



Saat sudah berada di dalam rumah, ternyata rumah tersebut sudah di hias seindah mungkin, makanan di meja makan juga sudah tersusun rapi , bahkan semua anggota keluarga juga sudah berkumpul di ruang keluarga termasuk Aresha.



Berbicara tentang Aresha, Nindi terlihat kesal . Akan tetapi ia akan mencoba supaya bersikap biasa saja dan akrab .



"Kakak !" seru Resha saat Adzriel sudah berjalan di dekat mereka duduk .



Adzriel tersenyum dan menghampiri sang adik.



"Kenapa sih adik nya kakak yang cantik ini. Kayak ada mau nya gitu," ucap Adzriel merangkul tubuh sang adik dari samping



Nindi yang duduk di seberang mereka, di dekat Zein pun hanya menyaksikan interaksi kedua kakak sepupu nya itu .



'*Dulu* *gue* *yang* *di* *manja* *kak* *Adzriel* *sewaktu* *kak* *Rere* *di* *Italia* . *Tapi* *semenjak* *kak* *Rere* *pulang*, *kak* Adzriel *jadi* *kurang* *sayang* *sama* g*ue*' Nindi sangat iri dengan Aresha . Padahal seharusnya ia berpikir dan mengerti bahwa Adzriel akan lebih menyayangi adik kandung nya dibanding kan dirinya yang hanya sepupu ..



"Bagaimana tadi di kampus nak ? Apa semua pelajaran lancar ?" tanya Zein pada Nindi

__ADS_1



Nindi menoleh ke arah sang Ayah "Lancar kok yah," sahut Nindi malas berbicara .



"Nindi , kamu harus lebih giat lagi belajar supaya kamu cepat lulus dan meneruskan perusahaan yang bunda kelola saat ini . Bunda udah tua, pengen nyantai di rumah dan menghabiskan waktu dengan ayah mu," ujar Silvi memelas . Zein masih bekerja sebagai pilot, akan tetapi jika Silvi sudah menyerahkan tanggung jawab nya pada Nindi, maka Zein juga akan mengundurkan diri dari pekerjaannya itu . Tentu saja karena faktor umur yang semakin tua



"Bunda sabar dong, bentar lagi pasti Nindi lulus," sahut Nindi seadanya .



Terdengar Silvi hanya menghela nafas , Zein merangkul tubuh sang istri dari samping karena mengerti keinginan istri nya itu .



"Oya Re, kamu juga udah skripsi kan ? Tinggal nunggu sidang nya dan sebentar lagi wisuda !" tanya Silvi pada Aresha yang tengah bercanda dengan Adzriel..



Resha menghentikan candaannya dan menoleh ke arah Silvi .



"Iya tan, paling gak sampai dua bulan lagi Rere wisuda," sahut Resha



"Kamu hebat ya nak, di negeri orang bisa secepat itu mau wisuda," ucap Silvi entah bermaksud apa



"Akh tante bisa aja, mungkin emang pelajaran di Italia memang mudah untuk di pahami," Resha tidak ingin besar kepala.



Silvi hanya menganggukkan anggukkan kepala, sedangkan Nindi, ia semakin merasa kesal karena semua orang mengagumi dan menuju Aresha . Ia benar-benar sangat iri kenapa harus Aresha sang kakak sepupu yang menjadi saingan nya .



Nindi menatap Aresha bengis, dan untung nya tidak ada yang melihat tatapan Nindi itu .



![](contribute/fiction/4477360/markdown/23506968/1652684898923.jpg)



**Gak boleh iri dan dengki ya neng Nindi 🙈🙈**



\*\*HAPPY READING GUYS ❤


SEE YOU NEXT PART 💃🏼


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, LIKE, VOTE, KOMEN , FAV DAN HADIAH NYA 🔥🔥



FOLLOW JUGA AKUN MOMMY SUPAYA KITA BISA SALING MENGOBROL 🤗🤗\*\*



Oya Guys, Mommy mau rekomendasiin cerita temen Mommy yang pasti nya gak kalah seru !! 🔥



Silahkan mampir ke cerita ,


Nama pena : Yayuk Triatmaja


judul. : Ranjang sang mafia


Blurb. : 👇



Maya Larasati seorang sekertaris yang sangat cantik dan mempunyai seorang kekasih. Kekasihnya ingin menikahinya agar tidak ada orang yang memilikinya, dan menyuruh nya berhenti bekerja .


Maya sebenarnya sayang kalau harus berhenti bekerja, tapi karena sangat mencintai kekasih nya membuatnya berhenti bekerja dan mereka pun menikah .


Uang pesangon Maya sangat besar membuat suaminya menyuruh untuk membeli rumah yang besar dan maya pun setuju .


Cobaan datang ketika keluarga suaminya ikut datang menumpang di rumahnya dan memperlakukan Maya seperti pelayan, ditambah suaminya selingkuh membuat Maya mengajukan perpisahan.

__ADS_1


Di tengah keterpurukan nya, Maya bertemu dengan seorang mafia .


Apakah sang mafia bisa meluluhkan hati Maya yang sudah membeku ?


__ADS_2