
Aresha sudah sampai di parkiran butik milik nya . Gadis berusia 23 tahun itu dengan cepat turun dari mobil dan berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam butik .
Terlihat dua orang pegawai Aresha menatapnya dengan penasaran dan bingung . Mereka berdua saling menyenggol lengan satu sama lain.
"Kenapa tuh mbak Rere ?" tanya Lidia berbisik pada Oliv .
"Gak tau gue," sahut Oliv singkat
Saat Resha sudah sampai di depan pintu ruangannya, ia teringat akan sesuatu .
Aresha mengedarkan pandangan mencari kak Sus .
"Kak Sus..!!" panggil Resha pada Susi saat Susi sedang memakaikan gaun pada patung yang di pajang.
Susi menoleh dan berjalan menghampiri Resha.
"Ada apa Re ?" tanya Susi lembut
"Aku minta sama kak Sus, jika nanti ada yang mencari ku bilang saja aku sedang sibuk . Siapa pun itu, termasuk kak Leon ! Aku ingin sendiri dan tidak ingin di ganggu,!" Setelah mengatakan itu, Aresha langsung masuk ke dalam ruangannya .
Susi pun hanya mengerutkan dahi heran .
"Ada apa dengan Rere ? gak biasanya dia sedih begitu . Ada masalah kali ya ?" gumam Susi pelan, lalu ia pergi dari depan ruangan Resha dan melanjutkan lagi pekerjaannya.
35 Menit kemudian ..
Tap tap tap..
Suara sepatu terdengar masuk ke dalam butik Aresha .
"Dimana Rere ?" tanya Leon pada Sisil yang saat itu sedang santai di meja kasir
"Anda pacar nya mbak Rere ?" bukannya menjawab, Sisil malah bertanya pada Leon
"Saya bertanya dimana Rere ? kenapa lo malah balik nanya ke gue ?" Leon semakin kesal dibuat oleh pegawai Aresha itu.
"Tadi sih saya liat mbak Rere masuk ke dalam ruangannya, dan sepertinya dia lagi sedih . Kelihatan dari wajah dan aura nya, gak ceria seperti biasa ." ucap Sisil
Tanpa membalas ucapan dari Sisil, Leon langsung berjalan ke arah pintu ruangan Aresha .
Namun baru juga memegang handel pintu, sebuah tangan mencegah Leon .
Leon pun menatap Susi dengan tatapan tajam.
"Maaf tuan, mbak Rere nya lagi gak bisa diganggu ." ucap Susi menjalankan perintah dari Resha
Leon pun melepaskan handel pintu yang tadi sudah ia pegang.
"Katakan pada Rere, saya Leon ingin bertemu dan berbicara empat mata dengannya.!"
"Maaf tuan, tapi mbak Rere memang sedang tidak ingin diganggu." Susi sekali lagi memberikan pengertian pada Leon
"Oke, kalau anda tidak mau memanggil kan Resha . Biar saya masuk sendiri," Leon kembali memegang handel pintu dan Susi pun angkat bicara.
__ADS_1
"Baik, akan saya panggil kan. Anda tunggu saja dulu di sini " Susi pun bergegas masuk ke dalam ruangan Aresha
"Rere..!!" panggil Susi pada Aresha yang sedang tertunduk dengan kedua tangan dilipat di atas meja untuk menutupi wajah nya
Aresha mendongak dan buru-buru menghapus air mata yang mengalir di pipi nya.
"Ada apa kak Sus ?" tanya Resha saat ia sudah menghapus bekas air mata tersebut
"Ada Leon di luar, dia ingin berbicara padamu." Susi menyampaikan niat nya
Aresha tidak menjawab ucapan Susi, ia hanya sedang kesal terhadap Leon . Jika mengingat kejadian di kantor tadi, ia seperti ingin selalu berada di samping Leon .
"Apa kamu ada masalah dengannya ?" Susi pun mencoba bertanya pada Aresha
Aresha melirik Susi sebentar, "Iya kak. Tadi aku memergoki Leon sedang berpelukan dengan sekertaris nya di dalam ruangan nya sendiri ." jelas Resha pada Susi
Susi pun hanya tersenyum simpul .
"Apa kamu sudah bertanya Leon sengaja melakukannya atau tidak ?"
Aresha menatap Susi heran . "Untuk apa aku bertanya kak ? jelas-jelas aku lihat dengan mata kepala ku sendiri !".
"Itulah gunanya kamu bertanya Re. Karena tidak selamanya apa yang kamu lihat dan kamu pikirkan itu adalah hal yang benar-benar terjadi . Coba menjelaskan masalah dengan kepala dingin, jangan bawa emosi dan berbicara lah baik-baik ." nasehat Susi pada Resha
Susi pun menggenggam lembut tangan Aresha yang berada di atas meja. "Kamu mendengarkan perkataan ku kan Re ?"
Aresha pun menatap Susi, lalu tak lama kemudian ia menganggukkan kepala pelan . Susi pun tersenyum tipis melihat anggukan Aresha .
"Dengar, ingat perkataan ku tadi . Tanya kan dulu sebab nya, lalu bicarakan baik-baik dan jangan terbawa emosi,, karena emosi tidak akan memberikan jalan keluar " peringatan dari Susi sekali lagi untuk Aresha .
Susi beranjak dari duduk nya kemudian keluar ruangan .
"Silahkan masuk tuan, mbak Rere menunggu anda di dalam." ucap Susi pada Leon
Leon langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Aresha .
"Rere..!!" seru Leon saat melihat Resha yang sedang sibuk menggambar desain gaun terbaru nya.
"Katakan ada apa ? waktu ku tidak banyak . Kakak lihatkan, aku sibuk sekali.!" ujar Resha cuek, saat melihat Leon yang sudah duduk di sebrang meja kerja nya.
Leon menghentikan tangan lincah Aresha yang sedang menggambar sesuatu, ia menangkup wajah Aresha dan menatap manik mata hitam bening milik Resha .
"Jika berbicara, lihatlah lawan bicara mu," Leon dan Aresha pun saling pandang
__ADS_1
"Katakan.!"
"Ehm, Kejadian di kantor tadi tidak seperti yang kamu pikirkan Rere. Percayalah pada ku, wanita murahan itu hanya mencoba menggoda ku ." jelas Leon pada Aresha
"Lalu ?"
"Lalu ? apa maksud kamu ?" tanya Leon tidak mengerti .
"Apa yang bisa membuat ku percaya, bahwa dia hanya menggoda kakak dan kakak tidak pernah berpikir sedikit pun untuk tergoda padanya ?" Aresha hanya ingin memastikan cinta Leon terhadap nya.
"Aku akan MELAMAR mu besok.!" ucap Leon reflek, entah sengaja atau pun tidak .
"Hah..??" Resha membuka mulutnya sedikit
"Hei, tutup mulut mu yang rapat ." Leon terkekeh geli melihat ekspresi kaget Aresha
"Apa kamu tidak mempercayaiku Re ? aku serius, besok aku dan kedua orang tua ku ke rumah kamu untuk melamar supaya kamu menjadi istri ku.." Leon berkata serius dan tidak berbohong.
"Secepat ini ?" tanya Resha masih tidak percaya..
"Heem.." Leon pun menganggukkan kepala sambil tersenyum manis..
"Bagaimana ? apa kamu mau ?" tanya Leon sekali lagi pada Aresha .
"Tentu, besok aku akan menunggu kakak .." Resha terlihat bahagia karena memang inilah yang ia inginkan .
"Aku akan melakukan apa pun demi kamu," Leon mencium tangan Aresha yang tadi ia genggam .
Mereka berdua pun saling melempar senyum manis ..
•
•
•
•
**Happy Reading guys ❤.
SEE YOU TOMORROW NEXT PART BYE-BYE 💃🏼.
MOM HANYA UP 1 BAB, KARENA MATA UDAH GAK TAHAN MINTA TIDUR 🙏🏻.
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI, DAN BERIKAN SELALU DUKUNGAN KALIAN JIKA SUDAH MEMBACA SETIAP PART NYA 😘😘
__ADS_1
SELAMAT TIDUR ,SALAM HORAS MEDAN 🙏🏻🤗**