Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Kesucian yang terenggut


__ADS_3

Mobil yang Leon dan Lidia kendarai sudah sampai di apartemen.


Leon dengan cepat membuka pintu. Sebelum Leon menghampiri Lidia, Lidia dengan cepat membuka pintu mobil, dan ingin kabur dari Leon.


Namun, Leon dengan cepat mencekal lengan Lidia.


"Hei.. Mau kemana??" tanya Leon dengan nafas berat.


"Sa..saya mau pergi.. Lepaskan saya!" Lidia berusaha melepaskan tangan Leon yang berada di lengannya.


"Pergi? Tidak! Kamu harus membantuku dulu, aku sudah tidak tahan. Ayo!" Leon menggendong tubuh Lidia dengan di panggul.


"Hei.. Anda benar-benar tidak waras Tuan. Lepaskan saya! Dasar gila!!!" Lidia terus mengoceh dan memberontak dalam pikulan Leon.


Leon terus melangkahkan kaki masuk ke dalam apartemennya.


Sesampainya di kamar, Leon langsung menghempaskan tubuh Lidia ke kasur. Dia berdiri, dan segera membuka ikat pinggangnya.


Nafas Lidia terasa sesak, karena dia takut. Lidia menatap Leon dengan tatapan sedih.


"Tuan.. A-anda mau apa?" Lidia terduduk dan beringsut mundur.


Dengan perlahan, Leon merangkak naik ke atas ranjang.


"Tuan.. Jangan macam-macam," peringatan dari Lidia, saat Leon sudah hampir dekat dengannya.


Lidia terus mundur, dia menurunkan sebelah kakinya ke bawah, tapi Leon dengan cepat menarik kaki Lidia yang akan menyentuh lantai itu.


"Aku bilang bantu aku! Puaskan aku Lidia, aku tersiksa seperti ini. Tolong," Leon menatap wajah cantik Lidia, yang saat itu tengah ketakutan.


"Apa? Puaskan? Apa anda sadar dengan yang anda ucapkan barusan, Tuan! Anda tidak punya malu!! Cih." Lidia meludah jijik.


"Seseorang telah memasukkan obat perangsang di dalam minumanku, dan sekarang, aku tidak bisa menahannya lagi. Pasrah saja, dan layani aku."


"Anda pikir saya itu wanita murahan? MENJAUH, JANGAN MENDEKAT!" teriak Lidia lagi, kala Leon sudah mengelus kaki nya.

__ADS_1


"Jangan!" Lidia berteriak takut, saat Leon mengelus pahanya.


"Diam lah!"


Leon melanjutkan aktivitasnya, dia mengungkung tubuh Lidia.


"Jangan Tuan, aku mohon.." Lidia berbicara lirih, dengan air mata yang menetes di pipinya.


Leon mendekatkan wajahnya ke wajah Lidia. Lidia memejamkan mata dan memalingkan wajah ke kanan.


"Jangan.." ujar Lidia lirih.


Leon yang sudah gelap mata, langsung menyambar dengan paksa bibir Lidia.


"Eum..." Lidia menggelengkan kepala, tanda memberontak.


Leon terus menikmati bibir Lidia yang terasa manis menurutnya.


"Ini bisa membuatku candu," gumam Leon, saat ciuman sudah terlepas.


"Aku mohon lepaskan aku.. Apa salahku Tuan? Jangan lakukan ini padaku," Lidia terisak. Namun Leon tidak mempedulikannya..


Leon membuka celananya sendiri, lalu dia membuka paksa dress yang Lidia pakai.


"A....!" teriak Lidia ketakutan. Air mata semakin deras menetes di pipi Lidia.


Saat ini, Lidia hanya memakai underwear dan hotpants pendek.


"Jangan Tuan..Aku mohon," ujar Lidia menangis.


Leon ******* kembali bibir Lidia, melihat Lidia yang seperti sekarang, membuat Leon semakin bergairah.


Leon dengan cepat membuka paksa kain yang masih melekat di tubuh Lidia. Hingga terpampang lah tubuh polos Lidia di depan mata Leon. Kejantanan Leon semakin menjadi dan meronta.


"Kamu sangat seksi, Lidia.."

__ADS_1


Lidia hanya menangis meratapi nasibnya.


"Aku mohon jangan..." Lidia berbicara lirih.


Leon segera memposisikan badannya agar sang junior bisa tepat di depan pintu masuk milik Lidia.


Lidia merapatkan kedua kakinya.


"Jangan Tuan.. Aku mohon jangan.." hanya kalimat itulah yang selalu keluar dari bibir Lidia. Kalimat memohon.


Leon membuka kaki Lidia lebar-lebar, dan tangannya memegangi tangan Lidia agar tidak memberontak.


Leon segera menuntun senjatanya agar menyentuh pintu masuk goa Lidia. Setelah itu..


"Akh......." teriak Lidia kesakitan, saat senjata Leon berhasil masuk ke goa nya.


Leon memompa tubuhnya sendiri dengan sedikit pelan, agar Lidia tidak kesakitan.


Lidia terus menangis, hilang sudah harta berharganya, karena di renggut oleh mantan kekasih Aresha itu.


'Semuanya sudah hancur, hidupku, masa depanku.. Aku hanyalah wanita kotor, wanita yang menjijikan,' batin Lidia membenci dirinya sendiri.


Lidia terus menangis, berbeda dengan Leon yang terus merasakan nikmat di atas tubuh polos Lidia.


****



**Lidia..


.....


Happy Reading..


See you next part..

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan jejak dan dukungannya 🤗**


__ADS_2