Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Kedekatan Amir dan Aminah,


__ADS_3

Tak terasa sudah 3 minggu Aminah bekerja di pertambangan ikan milik Amir. Dan dalam waktu tiga minggu itu pula, Minah juga Amir sudah akrab dan dekat.


"Mas,!" panggil Minah pada Amir, yang sedang mengecek laporan dari dirinya.


Amir hanya menolehkan kepala, melihat Minah yang berada di belakangnya. Amir pun langsung menyunggingkan senyum manis.


"Eh, Minah. Ada apa??" tanya Amir pada Aminah


"Mas Amir udah makan siang belum??" Minah bertanya pada Amir, sebab saat ini jam sudah menunjukkan pukul 12.05 WIB.


"Belum!" sahut Amir


"Pas banget. Kebetulan saya bawa bekal makan siang banyak. Jika Mas Amir mau, kita bisa makan bersama," ujar Minah menawarkan niat baiknya


Amir terdiam sejenak, namun tak lama kemudian ia menganggukkan kepala nya.


"Ayo," Amir mengajak Minah untuk duduk di pos samping gudang. Mereka berdua berjalan ke pos tersebut dan mendudukkan diri mereka pada kursi yang berada di pos.


Minah mulai membuka tempat bekalnya. Saat tempat bekal sudah terbuka sempurna, Amir yang melihat isi di dalam bekal tersebut langsung menelan saliva.


"Ayo, Mas! silahkan di makan," ujar Minah sopan


Amir tersenyum tipis, dan mulai mengambil sendok kemudian menyendok nasi di dalam bekal milik Minah, lalu ia menyuapkan nasi itu ke mulutnya.


Amir mengunyah makanan tersebut sambil berpikir.

__ADS_1


"Minah, boleh saya tanya sesuatu? Nasi goreng pete ini, siapa yang membuatnya?" Amir berbicara sambil menatap Minah


"Saya, Mas. Ibu yang mengajari saya memasak. Memang nya kenapa?? apa tidak enak??" Minah bertanya seraya mengamati wajah tampan Amir.


"Em, rasanya enak sekali. Pas di lidah," Amir menjawab sambil terus mengunyah nasi goreng di dalam mulut nya.


Minah tersenyum senang, dan ia mulai mengambil sendok dan menyuapkan nasi goreng buatan nya itu, ke dalam mulut nya sendiri.


Minah dan Amir makan dengan memakai tempat bekal yang sama di selingi obrolan ringan. Hingga kedatangan seseorang, menghentikan obrolan mereka berdua.


"Mas Amir!"


Amir dan Minah kompak menoleh ke asal suara.


Sesampainya di meja Amir, Salma menatap Minah dengan wajah yang tidak suka.


"Wah, ternyata kalian berdua sangat cepat sekali akrab ya?" Salma tersenyum miring, melihat secara langsung pria yang ia cintai makan bersama dengan wanita lain. Dan lagi satu tempat bekal, betapa panas nya hati Salma saat ini.


"Ada apa, Salma?" tanya Amir biasa saja.


"Aku datang kesini karena ingin mengajak Mas Amir makan siang bersama. Eh, tapi sesudah sampai disini, sepertinya aku mengurungkan niat ku itu!" Salma melirik sinis wajah Aminah.


Amir mengerutkan dahi nya.


"Maaf, Salma. Saya memang sudah makan. Ini, nasi goreng buatan Minah masih ada." ucap Amir tidak peka

__ADS_1


Minah yang tau bahwa Salma saat ini tengah emosi dan marah, langsung membuka suara nya.


"Maaf, mbak Salma! Berhubung tadi saya membawa nasi bekal banyak, dan karena teman-teman yang lain juga sudah keluar makan siang termasuk Ibu saya. Lalu hanya Mas Amir saja yang tidak keluar makan siang, jadi saya berpikir untuk mengajak nya makan bersama.." terang Minah agar Salma tidak salah paham.


"Alasan!" sarkas Salma menunjukkan sikap tidak suka nya, ia lalu menatap Amir.


"Aku permisi, Mas !" tanpa menunggu jawaban dari Amir, Salma langsung pergi meninggalkan pos makan siang dengan membawa kekesalannya.


'Sepertinya Aminah ingin merebut hati Mas Amir, aku harus bertindak cepat, supaya bisa memiliki Mas Amir seutuhnya ..' Batin Salma bergumam


Mas Amir lebih cocok potong rambut pendek atau rambut gondrong seperti ini, guys ??πŸ€—πŸ€—



**Mas Amir 😍😍


...


HALO SELAMAT SORE GUYS...


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART, BYE BYE πŸ€—πŸ€—πŸ€—


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN😘**

__ADS_1


__ADS_2