
Mobil yang Rendy dan Salma kendarai telah sampai di halaman lobi kantor.
"Nah.. Tuh dia datang," Leon langsung berjalan menghampiri mobil Rendy.
Leon membuka pintu mobil, dan masuk ke dalam mobil lalu duduk di bangku depan.
"Lama banget sih lo, Ren? Gimana coba, kalo klien kita yang dari Jepang membatalkan kerjasama ini. Bisa rugi perusahaan gue!" Leon mengoceh tanpa melihat seisi mobil terlebih dahulu.
Rendy hanya diam saja, sambil melirik ke kaca, melihat Salma yang hanya diam saja dan memalingkan wajah ke samping.
"Bos.. Bisa gue minta tolong? Jangan marahin gue sekarang. Noh, calon istri gue duduk di belakang!" Rendy berbicara pelan, sambil menunjuk bangku belakang menggunakan dagunya.
Leon melihat kebelakang, dan.
"Sorry, Ren. Gue gak tau!" Leon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Udah ayo buruan jalan, tunggu apalagi?"
"Iya-iya,"
Rendy menyalakan mobil, dan mobil pergi meninggalkan sekitaran kantor.
20menit kemudian.
Leon dengan cepat turun dari mobil menuju kedalam restoran.
"Salma.. Kamu ikut masuk kedalam aja ya? Kalau di sini sendirian, aku takut terjadi apa-apa sama kamu," ucap Rendy saat dirinya dan Salma sudah keluar dari mobil.
"Tapi, Mas.. Saya gak enak dengan Mas Leon," ungkap Salma.
__ADS_1
"Ck! Kamu gak perlu sungkan. Tenang aja, ada aku!"
Salma berpikir sejenak, kemudian dia menganggukkan kepalanya. Dia juga takut jika di tinggal sendirian di mobil.
Mereka berdua berjalan memasuki restoran.
Sesampainya di dalam.
"Nah, Kamu duduk di sini aja. Kan dari sini kelihatan tuh, aku dan Leon juga klien kami. Jadi kamu gak perlu takut," ucap Rendy lembut.
Salma melirik Rendy dan mengangguk patuh diiringi senyuman.
"Ya udah, aku ke sana dulu ya,"
Salma mengangguk lagi.
Rendy pergi menuju ke meja Leon dan klien.
"Mengapa anda telat, Tuan?" tanya sang klien menggunakan bahasa Jepang.
"Maaf, Mr. Tadi perjalanan sedikit macet!" sahut Leon menggunakan bahasa Jepang juga.
"Oh ya, Mr Lee Chau. Perkenalkan, ini Rendy, sekertaris saya!" Leon mengenalkan Rendy, dan Rendy berjabat tangan dengan klien itu.
Mereka berempat duduk kembali.
"Baiklah, untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai penjelasannya," ucap Leon tidak ingin menunda.
__ADS_1
Rendy menjelaskan tentang keuntungan kerjasama, tentang saham, dan juga produk apa yang akan mereka launching kan. Sang klien pun mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Rendy.
Beberapa menit kemudian. Dari kejauhan, Salma terus saja memperhatikan Rendy dan juga Leon.
"Aduh.. Kebelet lagi! Ke toilet dulu deh, sepertinya Mas Rendy juga masih lama," gumam Salma. Lalu dia bangkit dari duduknya menuju ke toilet.
Di meja Leon dan klien.
Menu pesanan Leon datang, dan sang waiters meletakkannya di meja Leon. Namun saat jus ingin di letakkan, tanpa sengaja Jus terjatuh dari tangan sang waiters dan mengenai Jas yang Leon pakai.
"Astaga, Tuan.. Maaf, Tuan, maafkan saya," ujar waiters wanita itu yang usianya berkisar 20tahunan.
"Ck! Baiklah, tidak papa!" Leon sebenarnya kesal, tapi ingin marah tidak mungkin, karena hal itu tidak di sengaja, dan lagi ada sang klien dihadapannya. Leon tidak ingin terlihat buruk di depan kliennya.
Sang waiters pun undur diri saat Leon memerintah nya pergi dari meja itu, dan Leon tidak menerima tawaran waiters tersebut agar membersihkan Jasnya.
"Sorry, Mr Lee Chau dan Mrs. Yuan! Saya permisi ke toilet, silahkan melanjutkan dengan Rendy terlebih dahulu," Leon bangkit dari duduknya menuju ke toilet.
..
**Bos Leon 🙈
....
Happy Reading guys..
__ADS_1
See you next part 🤗
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dan dukungannya 😘**