
Saat ini, Aresha, Leon, Adzriel dan juga Lidia tengah berada di kamar Resha. Silva dan Samuel tidak ada di rumah, mereka pergi ke rumah Papi dan Mami Samuel.
Dokter pamit pergi, setelah mengobati luka di kaki Susi.
"Kak, bagaimana ? apa masih sakit ?" Aresha duduk di pinggir ranjang, di mana Susi sedang terbaring.
Susi hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis ke arah Aresha.
"Sepertinya ada yang melakukan manipulasi di kejadian ini !" ujar Leon melirik Adzriel sekilas. Mereka berdua saat ini duduk di sofa, yang berada di pojokan dalam kamar Aresha .
Tampak Adzriel sedang berpikir .
"Kalau sampai gue tau siapa yang mau mencelakai adik gue, gue gak akan melepaskan orang itu !!" Adzriel menggertak kan gigi nya
"Kita liat aja cctv,"
Adzriel dan Leon keluar dari dalam kamar Aresha menuju ruangan cctv.
Sesampainya di ruangan tersebut, Adzriel mulai mengotak-atik keyboard yang berada di hadapannya .
"Stop!" Leon memperhatikan dengan teliti kejadian demi kejadian di acara tadi .
"Lo liat ini !!," Leon menunjuk ke arah layar, dan terlihat seseorang yang gerak gerik nya sangat mencurigakan.
Adzriel memperhatikan dengan seksama orang tersebut. Hanya saja tidak di kenali, karena orang itu memakai pakaian pelayan, topi dan masker.
"Gue gak pernah melihat dia, waktu acara barusan !"
"Kita kumpulkan saja semua pelayan, yang ikut serta di acara tadi !"
Adzriel menganggukkan kepala dengan masih menatap layar monitor nya.
"Apa lo punya musuh di kantor ?" tanya Leon pada Adzriel
Adzriel melirik Leon sekilas.
"Seingat gue sih enggak, atau jangan-jangan elo ?"
"Gue juga gak punya musuh."
Mereka berdua terdiam memaku dengan pikiran masing-masing.
Di dalam kamar Aresha.
__ADS_1
"Mbak, sepertinya kejadian tadi memang di sengaja deh," Lidia menatap Aresha
"Maksud kamu, ada seseorang yang melakukan manipulasi di kejadian tadi? tapi siapa? dan apa tujuannya ?" Aresha berpikir
"Mbak, tadi yang mau di celaka'in kan mbak. Apa mbak Rere punya musuh ? atau ada seseorang yang membenci dan ingin balas dendam pada mbak ?" Lidia memberikan beberapa pertanyaan yang membuat kepala Resha pusing. Pusing memikirkan siapa dalang di balik kejadian tersebut .
"Lidia, aku gak punya musuh .."
Mereka semua pun terdiam, seraya menatap Susi yang tengah tertidur pulas, efek obat yang di beri dokter tadi.
"Bego banget sih lo ?"
"Kenapa lo jadi nyalahin gue? inikan rencana elo,!!!"
"Lo terlalu cepat memberi aba-aba, lagian kenapa sih tuh cewek tadi mengorbankan diri untuk Aresha !"
"Sepertinya rencana kita kurang top untuk membalas dendam.."
Mereka berdua saling lirik .
"Gue ada ide," salah satu wanita itu membisikkan sesuatu rencana jahat, di telinga partner nya.
"Gimana ? keren kan ?" wanita yang membisikkan itu pun langsung tersenyum licik.
__ADS_1
Ya, mereka adalah Anindira dan Alya. Entah mengapa mata hati Nindi tertutup oleh kejahatan, apa lagi sekarang dia berteman dengan Alya, yang pastinya memang mempunyai tujuan tersendiri untuk menghancurkan keluarga Richard .
'*Lo akan gue buat menjadi kambing hitam Anindira. Hem, dasar bodoh* !!" Batin Alya, dengan tersenyum remeh melirik Anindira yang sedang memainkan ponsel nya .
'*Sebentar lagi kak Leon akan jadi milik gue, duh senangnya. Dan lo Alya, gue akan bongkar semua kebusukan elo*.." Anindira membatin dan melirik sinis ke arah Alya yang sedang menonton televisi.

\*\*Neng Alya, ngapah jahat banget sih lu 😓😓
....
HALO SELAMAT HARI SELASA ALL 🤗🤗
HAPPY READING dan SEE YOU NEXT PART, BYE BYE 🎉🎉
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN 😘😘
.....
MAMPIR KE KARYA TEMEN AKU JUGA YUK GUYS ,😍😍\*\*
__ADS_1
