
Leon telah selesai melakukan pertemuan dengan kliennya. Ia berniat untuk pergi kembali ke kantor, namun belum juga berdiri dari meja nya, Jessi datang menghampiri Leon.
"Hai, Tuan..." sapa Jessi dengan senyum yang sangat manis.
Leon hanya menganggukkan kepala saja.
"Ada apa, Nona??"
"Oh, tidak.. Tidak ada apa-apa, Tuan! aku hanya ingin mengobrol saja dengan anda.." tanpa di perintah, Jessi sudah mendudukkan diri di kursi yang bersebrangan dengan kursi Leon.
"Apa Tuan sudah makan??" tanya Jessi berusaha akrab, karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 12.10 WIB.
Leon melihat sekilas, jam yang melingkar di tangannya. "Belum,!" sahut Leon singkat
"Bagaimana, jika kita makan siang bersama dulu. Sekaligus mengobrol," Jessi menaikkan satu alis nya seraya menunggu jawaban dari Leon.
Leon terdiam sejenak, namun tak lama kemudian ia menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Jessi melebarkan senyumannya, ia bersorak senang dalam hati, sebab bisa makan siang bersama dengan Leon. Jessi mulai memanggil waiters, dan memesan menu yang akan menjadi santapan makan siang mereka.
__ADS_1
Makanan pun datang, mereka berdua makan siang bersama..
"Maaf, Tuan. Apa kantor anda tidak jauh dari restoran ini?" tanya Jessi membuka topik
"Tidak terlalu, sekitar 35menitan." sahut Leon, Leon menatap wajah Jessi yang terlihat bersemangat menyantap makanannya.
"Oh ya, anda hanya berlibur sendiri atau dengan keluarga, Nona?" tanya Leon sopan
Jessi menghentikan aktivitas makannya, ia menatap wajah tampan Leon sebentar, lalu menundukkan kepala nya.
"Saya ke Indonesia berlibur, sekaligus bekerja, Tuan." sahut Jessi lirih.
"Maaf kan saya, Nona. Saya tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan anda,"
Jessi menatap Leon, dan terlihat bahwa Leon serius meminta maaf padanya..
"Tidak, Tuan. Anda tidak bersalah, saya ke Indonesia karena di pindahkan kerja oleh majikan saya yang mengurus klub malam XXXX di Kanada. Sebab, ada klien yang membayar saya mahal, dan selama satu bulan saya harus melayani klien saya ini." Jessi malu menceritakan kegiatannya.
"Mengapa anda lebih memilih pekerjaan seperti ini, Nona? apakah tidak ada pekerjaan lain yang lebih baik selain menjadi wanita penghibur??" tanya Leon serius.
__ADS_1
"Aku melakukan pekerjaan hina ini, karena suatu alasan, Tuan! Sewaktu usia ku masih menginjak 16 tahun, ibu ku sakit-sakit'an dan butuh biaya perawatan yang banyak, Ayah ku pemabuk berat dan penjudi, hingga Ayah ku terlilit hutang banyak pada rentenir. Pemasukan kami sangat sedikit. Aku bekerja siang dan malam, namun tidak mencukupi untuk membayar hutang Ayah, perawatan Ibu, dan juga untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Lalu aku bertanya kepada teman ku, pekerjaan apa yang bisa menghasilkan uang banyak. Dan dia mengajukan supaya aku bekerja sebagai wanita malam, karena teman ku itu juga sedang menjalani pekerjaan tersebut, hanya saja aku tidak pernah tahu. Aku mulai terjun ke dunia hina dan menjijikkan itu.Hingga sekarang, aku sulit untuk lepas dari pekerjaan ku ini." Jessi berbicara seraya menundukkan kepala nya terus-menerus. Ia tidak menyangka, nasib nya akan menjadi seperti ini...
"Anda harus sabar, Nona. Suatu saat nanti, anda pasti akan bahagia dan bisa lepas dari pekerjaan anda saat ini." Leon mengelus tangan Jessi yang berada di atas meja dengan lembut.
Saat Leon mengelus tangan Jessi, Jessi merasakan ada getaran berbeda yang ada dalam dirinya. Jessi mendongakkan kepala dan menatap manik mata Leon, dan Leon pun tidak sengaja menatap manik mata milik Jessi, Leon juga melihat wajah Jessi yang sudah berderai air mata.
**Yang sabar ya, Nona Jessi 💪
....
HAPPY READING GUYS...
SEE YOU NEXT PART, NANTI MALAM.. BYE BYE...
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN 😘😘**
.
__ADS_1